Tips Menjaga Kesehatan Mental Terkait Larangan Mudik
INDEX

BISNIS-27 426.538 (7.46)   |   COMPOSITE 4842.76 (69.8)   |   DBX 923.5 (3.46)   |   I-GRADE 127.867 (2.29)   |   IDX30 404.318 (7.37)   |   IDX80 105.647 (1.88)   |   IDXBUMN20 263.312 (7.44)   |   IDXG30 113.239 (1.72)   |   IDXHIDIV20 361.834 (6.55)   |   IDXQ30 118.461 (2.16)   |   IDXSMC-COM 206.934 (2.4)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (3.66)   |   IDXV30 99.778 (2.04)   |   INFOBANK15 760.318 (19)   |   Investor33 353.585 (6.67)   |   ISSI 142.238 (1.59)   |   JII 514.346 (5.58)   |   JII70 174.038 (2.42)   |   KOMPAS100 945.162 (17.43)   |   LQ45 740.002 (13.25)   |   MBX 1338.07 (21.42)   |   MNC36 264.409 (4.88)   |   PEFINDO25 251.635 (5.6)   |   SMInfra18 228.656 (3.16)   |   SRI-KEHATI 297.818 (5.94)   |  

Tips Menjaga Kesehatan Mental Terkait Larangan Mudik

Jumat, 22 Mei 2020 | 16:44 WIB
Oleh : Indah Handayani / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Salah satu masalah kejiwaan atau psikologis yang rentan dialami seseorang yang tidak mudik adalah kesepian atau loneliness.

Baca Juga: Fenomena Homesick Akibat Gagal Mudik

Untuk itu, ada beberapa tips praktis yang sekiranya dapat dilakukan dalam menjaga kesehatan mental terkait kebijakan larangan mudik.

Psikiater Gina Anindyati mengatakan, kondisi mental atau kejiwaan tidak dapat dipisahkan dengan kemampuan dan kondisi fisik.

"Kita perlu menjaga diri kita baik-baik. Paling pertama, jaga kesehatan fisik terlebih dahulu, usahakan istirahat yang cukup, makan bergizi, dan lakukan aktivitas fisik secara rutin," ungkap Gina dalam keterangan pers yang diterima Beritasatu.com, Jumat (22/5/2020).

Gina menambahkan, usahakan juga untuk punya kegiatan yang rutin dilakukan setiap hari di rumah dan cobalah untuk tetap terhubung dengan orang-orang terdekat, seperti keluarga, sahabat, atau teman.

Baca Juga: Emosional, Tanda Kesehatan Mental yang Tidak Stabil?

"Bisa berkomunikasi melalui telepon, saling mengirimkan paket atau makanan khas saat Lebaran. Hal ini untuk mencegah rasa kesepian akibat tidak mudik," tandas Gina.

Psikolog klinis Alexandra Gabriella, menyarankan untuk menghabiskan waktu dan merayakan kebersamaan dengan orang-orang yang memiliki nasib yang sama, jika rindu dengan keluarga atau merasa homesick karena tidak bisa mudik.

"Cobalah tetap terhubung secara virtual dan mengobrol dengan orang-orang yang juga tidak bisa mudik dan dengan keluarga di kampung halaman," jelas Alexandra.

Menurut Alexandra, dengan tetap terhubung dengan teman yang juga tidak bisa mudik atau dengan keluarga, seseorang tidak akan merasa kesepian dan homesick.

Baca Juga: Konsumsi Ini untuk Daya Tahan Tubuh yang Kuat

"Jadi, rasanya tetap dekat dengan mereka. Kalau bisa, usahakan juga untuk saling berbagi, coba lebih banyak menyumbang. Saat berbagi, kita diingatkan kembali betapa banyak anugerah yang diberikan pada kita," tambah Alexa.

Melalui kegiatan berbagi, Alexa mengatakan, seseorang yang tidak bisa mudik akan merasa lebih pulih, tidak kehilangan perannya, dan merasa bermanfaat untuk orang lain.

"Kita membantu orang lain dan memberikan efek positif pada orang lain. Jelas dengan hal ini, kita punya energi yang positif juga,” tutupnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Fenomena Homesick Akibat Gagal Mudik

Seseorang yang tidak mudik selain merasa kesepian juga bisa merasakan homesick.

KESEHATAN | 22 Mei 2020

Update Covid-19: Bertambah 634, Kasus Positif Menjadi 20.796

Sedangkan pasien sembuh dari Covid-19 bertambah 219, sehingga total menjadi 5.057 dan pasien meninggal bertambah 48 sehingga total menjadi 1.326.

KESEHATAN | 22 Mei 2020

Puteri Indonesia 2020 Bantu Tenaga Medis Lawan Covid-19

Bantuan yang disalurkan Puteri Indonesia berupa alat pelindung diri (APD) berupa hazmat dan hand sanitizer di Puskesmas Kalimulya-Depok.

KESEHATAN | 22 Mei 2020

Pasien Meninggal Covid-19 Mayoritas Miliki Sakit Ginjal

Covid-19 ini bisa menyebabkan penggumpalan darah pada orang yang mengalami peradangan berat.

KESEHATAN | 22 Mei 2020

80% Pasien Covid-19 Meninggal Sebelum Masuk ICU

Pasien yang ditangani dengan cepat dan sudah berada di ruang ICU dengan ventilator kemungkinan sembuhnya lebih besar.

KESEHATAN | 21 Mei 2020

Covid-19 Bisa Sebabkan Serangan Jantung Mendadak

Pada penderita penyakit jantung, setelah terinfeksi Covid-19 akan terjadi peradangan pada hampir seluruh tubuh. Salah satunya di pembuluh darah.

KESEHATAN | 21 Mei 2020

Atas Nama Keadilan, Pemerintah Hapus Semua Kelas JKN-KIS Mulai Tahun Depan

Kelas standar dalam pelayanan JKN-KIS sebetulnya adalah perintah UU Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN), tetapi selama ini tidak dilaksanakan.

KESEHATAN | 21 Mei 2020

RS di Indonesia Miliki Kemampuan Tangani Pasien Asing

Wakil Ketua Komisi IX DPR menilai rumah sakit di Indonesia sudah memiliki kemampuan dan fasilitas yang baik untuk menangani pasien asing.

KESEHATAN | 21 Mei 2020

Singapura Tolak Pasien Asing, Peluang Bagi RS di Indonesia

Kebijakan Singapura menghentikan penerimaan pasien asing menjadi peluang bagi Indonesia.

KESEHATAN | 21 Mei 2020

Kemampuan Dokter dan Tenaga Medis Indonesia Dinilai Mumpuni

SDM di bidang kesehatan, dinilai memiliki kemampuan mumpuni dari segi keilmuan.

KESEHATAN | 21 Mei 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS