Remdesivir Mampu Persingkat Pemulihan Pasien Covid-19
INDEX

BISNIS-27 428.182 (-2.86)   |   COMPOSITE 4879.1 (-9.06)   |   DBX 933.193 (7.61)   |   I-GRADE 128.434 (-0.58)   |   IDX30 404.523 (-3.21)   |   IDX80 106.174 (-0.61)   |   IDXBUMN20 268.239 (-2.84)   |   IDXG30 113.341 (-0.34)   |   IDXHIDIV20 361.328 (-3.85)   |   IDXQ30 118.527 (-0.83)   |   IDXSMC-COM 209.874 (0.28)   |   IDXSMC-LIQ 234.117 (0.48)   |   IDXV30 100.803 (-0.57)   |   INFOBANK15 767.134 (-9.65)   |   Investor33 355.071 (-2.81)   |   ISSI 143.565 (0.25)   |   JII 517.566 (1.34)   |   JII70 175.828 (0.4)   |   KOMPAS100 953.068 (-3.09)   |   LQ45 742.375 (-5.22)   |   MBX 1347.52 (-4.53)   |   MNC36 265.633 (-1.2)   |   PEFINDO25 258.006 (2.03)   |   SMInfra18 230.699 (-0.73)   |   SRI-KEHATI 299.246 (-2.35)   |  

Remdesivir Mampu Persingkat Pemulihan Pasien Covid-19

Senin, 8 Juni 2020 | 21:53 WIB
Oleh : Feriawan Hidayat / FER

Seoul, Beritasatu.com - Remdesivir disebutkan mampu mempersingkat waktu pemulihan untuk pasien virus corona (Covid-19).

Baca Juga: Rusia Setujui Avifavir Sebagai Obat Covid-19

Namun, obat eksperimental yang digunakan secara konvensional untuk mengobati penyakit Ebola tersebut, dinilai memiliki tingkat kemanjuran yang terbatas, khususnya untuk pasien dari Asia.

Melansir kantor berita Yonhap, Senin (8/6/2020), National Institutes of Health (NIH) Amerika Serikat (AS) sebelumnya merilis laporan yang menyatakan, pasien Covid-19 yang menerima remdesivir pulih lebih cepat daripada pasien serupa yang menerima plasebo.

Studi tersebut, merupakan uji klinis pertama yang diluncurkan di AS untuk mengevaluasi pengobatan eksperimental untuk pasien Covid-19, dengan melibatkan sebanyak 1.064 peserta.

Menurut NIH, hasil uji coba awal menunjukkan, pasien yang menerima remdesivir memiliki waktu pemulihan 31 persen lebih cepat daripada mereka yang menerima plasebo.

Baca Juga: Indonesia Juga Kembangkan Obat Covid-19 Sendiri

Meski menyambut baik laporan NIH, kalangan medis terbagi dalam dua pandangan. Sebabnya, remdesivir merupakan obat pertama yang terbukti memiliki efek terapeutik pada pasien Covid-19.

Selain itu, sampai dengan saat ini belum ada pengobatan yang terbukti secara ilmiah dan belum ditemukan vaksin yang mampu mengatasi penyakit mematikan tersebut.

Namun, ahli medis lainnya menyatakan, remdesivir memiliki tingkat kemanjuran yang terbatas pada pasien Asia, dibandingkan dengan orang Kaukasia.

Profesor di University of Pittsburgh Medical Center, Yoon Joo-heung, mengatakan, studi klinis NIH menunjukkan obat itu tidak memiliki kemanjuran pada pasien Asia.

Baca Juga: Remdesivir Akan Diproduksi untuk 127 Negara

Namun, pendapat tersebut disanggah oleh spesialis penyakit menular di Rumah Sakit Universitas Korea Seoul, Kim Woo-ju.

Menurut Kim Woo-ju, hasil dari laporan NIH sedikit berbeda dampaknya untuk orang Asia, dikarenakan fakta bahwa uji coba tersebut kebanyakan melibatkan orang Kaukasia. Pasalnya, hanya 134 pasien dari 1.064 peserta merupakan orang Asia.

"Hasilnya mungkin berbeda karena tidak banyak pasien Asia yang berpartisipasi dalam uji coba tersebut,” jelas Kim Woo-ju.

“Namun, kita harus mempertimbangkan untuk melakukan penelitian terpisah untuk menunjukkan kemanjuran remdesivir pada pasien Asia,” tandas Kim Woo-ju.



Sumber:Yonhap


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Layanan Pasien Stroke Di Era New Normal

Statistik menunjukkan mayoritas kasus stroke merupakan kondisi emergensi yang tidak bisa menunggu meski di tengah wabah Covid-19.

KESEHATAN | 8 Juni 2020

Jaringan Gusdurian Terima 50.000 Masker dari Gajah Tunggal Group

Ketua UID Tuti Hadiputranto juga menyambut kebijakan dan langkah yang ditempuh pemerintah menuju tatanan normal baru untuk hidup beradaptasi dengan Covid-19.

KESEHATAN | 8 Juni 2020

Kujima Mampu Tingkatkan Daya Tahan Tubuh

Buah kurma berkhasiat untuk kesehatan.

KESEHATAN | 8 Juni 2020

Atasi Kecemasan Menghadapi New Normal dengan Teknik Mindfulness

Atasi kecemasan dengan Mindfullness.

KESEHATAN | 8 Juni 2020

80% Kasus Positif Covid-19 Ditemukan pada OTG

Untuk mencegah penularan virus, normal baru (new normal) harus menjadi kebiasaan hidup sehari-hari.

KESEHATAN | 7 Juni 2020

56 Persen Masyarakat Puas Kinerja Pemerintah Tangani Covid-19

Menurun signifikan dibanding tiga bulan sebelumnya.

KESEHATAN | 7 Juni 2020

Negara dengan Tata Kelola Baik Lebih Siap Hadapi Covid-19

Kuncinya mewujudkan pemerintahan yang efektif dan efisien.

KESEHATAN | 7 Juni 2020

Presiden Ajak Masyarakat Jaga Kesehatan dengan Berolahraga

Presiden tampak mengenakan jaket merah saat keluar dari Gedung Induk Istana.

KESEHATAN | 7 Juni 2020

Kasus Baru Covid-19 Cetak Rekor Tertinggi, Ini Pendapat Pakar

Penambahan angka positif Covid-19 mencapai 993 kasus pada Sabtu (6/6/2020) atau tertinggi sejak kasus pertama terjadi di Indonesia.

KESEHATAN | 6 Juni 2020

Adhi Cakra Utama Mulia Sumbang APD untuk Dua RS

Donasi APD telah didistribusikan melalui Co-Hope pada Selasa (2/6/2020) lalu, kepada RS Zahirah dan RS Jantung Jakarta.

KESEHATAN | 6 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS