Jangan Lupakan Protein saat Sarapan
INDEX

BISNIS-27 450.793 (0.61)   |   COMPOSITE 5144.05 (1.56)   |   DBX 982.653 (-0.15)   |   I-GRADE 141.194 (0.36)   |   IDX30 430.883 (0.87)   |   IDX80 114.327 (0.12)   |   IDXBUMN20 295.098 (0.63)   |   IDXG30 119.385 (0.08)   |   IDXHIDIV20 382.257 (0.8)   |   IDXQ30 125.574 (0.11)   |   IDXSMC-COM 221.901 (-0.14)   |   IDXSMC-LIQ 259.068 (-0.04)   |   IDXV30 107.621 (-0.13)   |   INFOBANK15 842.759 (1.76)   |   Investor33 376.322 (0.64)   |   ISSI 151.265 (-0.04)   |   JII 550.5 (-0.55)   |   JII70 187.95 (-0.07)   |   KOMPAS100 1026.39 (0.53)   |   LQ45 794.213 (1.06)   |   MBX 1420.94 (0.53)   |   MNC36 281.737 (0.3)   |   PEFINDO25 284.937 (-1.16)   |   SMInfra18 242.709 (-0.43)   |   SRI-KEHATI 318.969 (0.58)   |  

Jangan Lupakan Protein saat Sarapan

Rabu, 1 Juli 2020 | 16:09 WIB
Oleh : Indah Handayani / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Banyak yang beranggapan bahwa melewatkan sarapan bisa membantu menurunkan berat badan. Ternyata hal itu hanyalah mitos belaka. Faktanya, melewatkan sarapan malah berisiko menaikkan berat badan.

Baca Juga: Jaga Imunitas Tubuh dengan Protein Hewani

Master Science in Nutrition and health Wageningen University, Ardy Brian Lizuardi mengatakan, sarapan sehat penting untuk program diet dan menjaga kesehatan. Pasalnya, melewatkan sarapan dapat menyebabkan rasa lemas, kekurangan nutrisi.

"Bahkan, jika melewatkan sarapan malah akan membuat seseorang untuk memilih konsumsi makanan tinggi lemak dan tinggi karbohidrat sehingga dapat merusak diet. Sarapan merupakan sumber energi pertama saaat kita memulai hari. Jadi sangat penting dilakukan dan tidak bisa dilewatkan,” ungkap Ardy, di sela webinar NutriClass, Selasa (1/7/2020).

Ardy menyarankan untuk tidak sembarangan memilih makanan untuk sarapan. Sebaiknya disarankan untuk sarapan sehat dengan menu yang tinggi karbohidrat komplek, serat, dan protein.

"Karbohidrat komplek disarankan karena mempunyai nilai kesehatan. Mengingat karbohidrat komplek memiliki serat yang bermanfaat untuk kesehatan, dan mengontrol gula darah,” jelasnya.

Baca Juga: Kenali Lima Gejala Umum Sindrom Metabolik

Sedangkan untuk makanan serat tinggi, Ardy menyebutkan paling gampang berasal dari sayur dan buah. Untuk sarapan, bisa diakali dengan memilih pancake yang ditambahkan pisang.

"Namun, banyak masyarakat Indonesia yang memilih sarapan hanya dengan minum teh manis. Memang teh manis menyegarkan karena memiliki kalori sederhana. Namun, hanya kalori kosongan tidak memberikan hanya menghasilkan energi,” tandas Ardy.

Selain itu, tambah dia, pada saat sarapan juga disarankan untuk menambah protein, yang memiliki kemampuan untuk menjaga masa otot. "Masa otot berfungsi untuk mengurangi risiko obesitas. Terutama memilih sumber protein yang tinggi, terutama bersumber dari susu,” jelasnya.

Namun, sayangnya masyarakat banyak menghindari untuk minum susu, karena dianggap membuat gemuk. Padahal, ini adalah mitos belaka. Mengingat faktanya berat badan dipengaruhi oleh keseimbangan kalori dan tidak ditentukan oleh satu jenis makanan saja.

Baca Juga: Usaha Sapi Perah Dapat Atasi Dampak Corona

"Susu mengandung banyak nutrisi yang baik untuk tubuh sehingga sayang dilewatkan. Sebagai alternatif lebih sehat pilihlah susu rendah lemak, dengan kandungan kalori dan lemak yang lebih rendah namun memiliki kandungan nutrisi yang setara susu biasa," tutupnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Tambah 1.385, Kasus Baru Covid-19 Samai Rekor Terbanyak

Penambahan kasus baru harian 1.385 pada hari ini menyamai rekor terbanyak yang terjadi pada Sebtu, 27 Juni 2020 lalu.

KESEHATAN | 1 Juli 2020

Juni, Kasus Harian Covid-19 Melonjak Hampir 2 Kali Lipat

Ada 987 kasus baru Covid-19 setiap hari di Indonesia selama Juni.

KESEHATAN | 1 Juli 2020

Jokowi Dapat Bisikan Salah soal Penyerapan Anggaran Kesehatan?

Penyerapan anggaran bidang kesehatan dalam penanganan Covid-19 oleh Kementerian Kesehatan mencapai 17,6 persen, bukan 1,53 persen.

KESEHATAN | 1 Juli 2020

Sebagian Besar Kasus Covid-19 di Indonesia Muncul di Bulan Juni

Sepanjang Juni tercatat ada 29.914 kasus baru, melonjak tajam sebesar 82,94% dibandingkan bulan Mei.

KESEHATAN | 30 Juni 2020

Siloam Hospitals Sukses Melakukan Inovasi Faskes New Normal

Rumah sakit swasta yang berhasilkan melakukan reformasi dengan inovasi faskes adalah Siloam Hospitals.

KESEHATAN | 30 Juni 2020

Industri Rumah Sakit Hadapi Tantangan di Masa Pandemi Covid-19

Pada masa pandemi, kunjungan ke instutsi kesehatan, seperti klinik dan rumah sakit turun drastis berdasarkan survei MarkPlus.

KESEHATAN | 30 Juni 2020

WHO: Waspada, Hal Terburuk Pandemi Covid -19 Belum Datang

Kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan Covid-19 itu akan menginfeksi lebih banyak orang jika pemerintah tidak mulai menerapkan kebijakan yang tepat.

KESEHATAN | 30 Juni 2020

Gugus Tugas Ingatkan Protokol Kesehatan Saat Imunisasi Anak

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mengingatkan masyarakat untuk tetap melaksanakan protokol kesehatan Covid-19 saat melakukan imunisasi anak.

KESEHATAN | 30 Juni 2020

Indonesia Segera Produksi Vaksin Covid-19

Pemerintah Indonesia melalui PT Bio Farma (Persero) dalam waktu dekat akan memproduksi vaksin Covid-19.

KESEHATAN | 30 Juni 2020

Nayz Luncurkan Bubur Bayi Organik Tematik Kemasan 50 Gram

Produk sehat yang diluncurkan Nayz yakni bubur organik tematik kemasan baru 50 gram, dengan beberapa nama produk Yummy, Lebrania, BB Labos, dan Elhappy Tummy.

KESEHATAN | 30 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS