Penting Meningkatkan Daya Tahan Tubuh di Masa New Normal
INDEX

BISNIS-27 511.575 (-1.4)   |   COMPOSITE 5759.92 (23.42)   |   DBX 1054.23 (9.81)   |   I-GRADE 169.662 (-0.8)   |   IDX30 501.412 (-1.48)   |   IDX80 131.739 (0.17)   |   IDXBUMN20 371.622 (2.16)   |   IDXG30 135.832 (0.63)   |   IDXHIDIV20 450.213 (0.05)   |   IDXQ30 146.619 (-0.52)   |   IDXSMC-COM 244.641 (3.77)   |   IDXSMC-LIQ 299.216 (4.65)   |   IDXV30 126.958 (1.03)   |   INFOBANK15 989.895 (-6.43)   |   Investor33 430.473 (-1.37)   |   ISSI 168.725 (1.07)   |   JII 619.114 (0.96)   |   JII70 212.184 (1.01)   |   KOMPAS100 1175.82 (1.47)   |   LQ45 920.779 (-0.67)   |   MBX 1601.16 (5.3)   |   MNC36 321.923 (-0.8)   |   PEFINDO25 313.689 (3.18)   |   SMInfra18 292.004 (3.49)   |   SRI-KEHATI 368.014 (-1.81)   |  

Penting Meningkatkan Daya Tahan Tubuh di Masa New Normal

Kamis, 9 Juli 2020 | 22:19 WIB
Oleh : Indah Handayani / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah terus menggaungkan protokol kesehatan dengan penerapan disiplin menggunakan masker, menjaga jarak, dan rutin mencuci tangan, saat memasuki era kenormalan baru atau new normal.

Baca Juga: Penuhi Kebutuhan Nutrisi Anak di Masa Pandemi

Sayangnya, protokol kesehatan yang seharusnya dilakukan oleh seluruh masyarakat, kadang diabaikan. Terlebih, ketika PSBB diperlonggar, menghasilkan kerumunan orang di sejumlah tempat, seperti di pasar, kendaraan umum, hingga layanan umum.

Untuk itu, meningkatkan daya tahan tubuh menjadi sangat penting di masa new normal ini. Salah satunya, dengan konsumsi suplemen immunodulator. Sebagai informasi, immununomodulator adalah zat atau substansi yang dapat mempengaruhi sistem imunitas tubuh.

Dosen Departemen Pulmonologi dan Ilmu Kedokteran Respirasi FKUI dan RS Persahabatan, dr Budhi Antariksa Phd mengatakan, upaya yang paling penting dalam kondisi saat ini adalah taati protokol kesehatan.

"Sebab, kalau dari virusnya sendiri, kalau virus itu menular pada orang lain, dia akan keluar dari orang lain untuk berpindah ke orang lain lagi. Virus harus hidup dari sel mahluk hidup lainnya," jelas dr Budhi dalam acara diskusi online Imboost, di Jakarta, Kamis (9/7/2020).

Baca Juga: Jangan Lupakan Vitamin D untuk Daya Tahan Tubuh

Saat PSBB diperlonggar, kata dr Budhi, angka kepositifan virus meningkat. Padahal sebelumnya sudah sempat menurun, lalu naik lagi. Ini sudah kejadian di Jakarta. Hal itu menjadi pertanda kalau virus berpindah ke orang lain, virus itu bermutasi dan bertambah banyak. "Secara nyata, begitu PSBB diperlonggar, jumlah positif malah naik. Artinya, virus memang bermutasi makin banyak,” jelasnya.

Untuk itu, lanjut dr Budhi, meningkatkan daya tahan jadi penting pada masa new normal saat ini. Daya tahan tubuh sendiri, erat hubungannya dengan asupan dan makanan bergizi serta pola istirahat. "Kalau pola tidur kurang, lalu istirahat kurang, maka daya tahan tubuh akan menurun," paparnya.

Menurut dr Budhi, suplemen seperti immunomodulator dan multivitamin masih tetap diperlukan karena masih belum tahu virusnya ini akan sampai kapan. Begitu pula penemuan vaksin. Terlebih tidak semua virus RNA itu bisa dibuatkan vaksinnya. Contoh, HIV tidak ada vaksinnya, Hepatitis C juga tidak ada vaksinnya.

"Ada beberapa virus memang tidak ada vaksinnya. Kebetulan, corona itu masuk virus RNA, jadi belum tentu dia bisa dibentuk vaksinnya. Semoga sih bisa. Tapi, sampai sekarang belum ada buktinya," tandas dr Budhi.

Baca Juga: Jokowi: Jangan Anggap Enteng Covid-19

Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI), dr Inggrid Tania mengatakan, immununomodulator merupakan zat atau substansi yang dapat mempengaruhi sistem imun. Artinya, sistem tubuh diaktivasi dan dimodulasi.

"Ketika tubuh membutuhkan peningkatkan daya tahan tubuh, dibutuhkan immunomodulator yang bersifat immuno stimulan atau imun booster. Jadi, dia akan meningkatkan aktivitas sel-sel imun tubuh. Misalkan, kemampuan sel makrofag dalam melakukan fagositosis terhadap bakteri atau virus," kata dr Inggris.

Menurut dr Inggrid, konsumsi suplemen immunomodulator menjadi penting, karena saat PSBB diperlonggar, banyak orang termasuk OTG yang juga sama-sama beraktivitas. OTG ini sebenarnya positif Covid-19, namun tanpa gejala sehingga orang tersebut tidak mengetahui. Walaupun tanpa gejala, OTG memiliki potensi untuk menularkan orang di sekitarnya.

"Justru saat ini yang mengkhawatirkan itu OTG saat ini semakin banyak. Oleh karena itu di sinilah pentingnya menjaga daya tahan tubuh secara optimal, selain menerapkan protokol kesehatan seperti cuci tangan, wajib pakai masker, dan sebagainya," tandas dr Inggrid.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Penggunaan Masker Kurangi Risiko Tertular Covid-19 Hingga 65 Persen

Penggunaan masker bisa mengurangi risiko tertular virus corona (Covid-19) hingga 65 persen.

KESEHATAN | 9 Juli 2020

Kemristek Targetkan Produksi 400.000 Rapid Test Bulan Depan

Dengan memroduksi sendiri rapid test C-19 Indonesia bisa lepas dari ketergantungan terhadap produk impor.

KESEHATAN | 9 Juli 2020

Jokowi: Jangan Anggap Enteng Covid-19

Covid-19 bisa menyebar ke mana-mana.

KESEHATAN | 9 Juli 2020

Penuhi Kebutuhan Nutrisi Anak di Masa Pandemi

Asupan nutrisi dapat mempengaruhi kondisi kesehatan seorang anak dan menentukan masa depan bangsa Indonesia.

KESEHATAN | 9 Juli 2020

Penambahan Kasus Positif Covid-19 di Jabar Tertinggi karena Klaster Secapa

Jawa Barat (Jabar) mencatatkan diri sebagai provinsi dengan penambahan kasus positif Covid-19 hari ini Kamis (9/7/2020) yaitu 962.

KESEHATAN | 9 Juli 2020

Jangan Lupakan Vitamin D untuk Daya Tahan Tubuh

Vitamin D sangat penting dalam menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh.

KESEHATAN | 9 Juli 2020

Update Covid-19: Kasus Baru Catat Rekor Terbanyak 2.657

Kasus harian Covid-19 mencatatkan rekor baru pada hari ini, Kamis (9/7/2020), yakni mencapai 2.657.

KESEHATAN | 9 Juli 2020

Danone SN dan LIPI Dukung Nutrisi Anak di Masa Pandemi

Danone SN menggandeng Foodbank of Indonesia (FOI) untuk pendistribusian gratis pada anak-anak terdampak pandemi Covid-19.

KESEHATAN | 9 Juli 2020

Zona Hijau Belum Tentu Aman, Tetap Waspadai Penularan Covid-19

Suatu wilayah dikategorikan sebagai zona hijau, belum tentu wilayah tersebut aman dari penularan Covid-19.

KESEHATAN | 8 Juli 2020

WHO Ketahui Covid-19 Bisa Menyebar Lewat Udara

Terdapat bukti-bukti bahwa penyebaran virus corona dapat melalui udara.

KESEHATAN | 8 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS