Pandemi Pengaruhi Tumbuh Kembang 80 Juta Anak di Indonesia
INDEX

BISNIS-27 425.322 (6.54)   |   COMPOSITE 4870.04 (49.07)   |   DBX 940.805 (-0.47)   |   I-GRADE 127.855 (2.45)   |   IDX30 401.317 (7.5)   |   IDX80 105.56 (1.71)   |   IDXBUMN20 265.398 (6.32)   |   IDXG30 112.997 (1.91)   |   IDXHIDIV20 357.483 (6.59)   |   IDXQ30 117.699 (2.06)   |   IDXSMC-COM 210.149 (1.14)   |   IDXSMC-LIQ 234.599 (2.69)   |   IDXV30 100.238 (0.88)   |   INFOBANK15 757.481 (12.51)   |   Investor33 352.266 (5.51)   |   ISSI 143.81 (1.55)   |   JII 518.901 (6.54)   |   JII70 176.231 (2.41)   |   KOMPAS100 949.983 (13.23)   |   LQ45 737.154 (13.13)   |   MBX 1342.99 (15.69)   |   MNC36 264.429 (3.91)   |   PEFINDO25 260.033 (1.63)   |   SMInfra18 229.972 (4.74)   |   SRI-KEHATI 296.897 (5.09)   |  

Pandemi Pengaruhi Tumbuh Kembang 80 Juta Anak di Indonesia

Jumat, 17 Juli 2020 | 16:43 WIB
Oleh : Indah Handayani / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Pandemi virus corona (Covid-19) tidak hanya berdampak pada kehidupan orang dewasa saja, tapi juga pada anak. Jika dibiarkan dikhawatirkan akan berdampak pada tumbuh kembang anak, baik secara fisik maupun psikis.

Baca Juga: Pendidikan Terbaik Datang dari Orang Tua

Dokter spesialis anak Siloam Hospitals Manado, dr Johny Lambert Rompis SpAK mengatakan, pandemi Covid-19 telah menyebar ke-34 provinsi. Untuk mencegah penyebaran, pemerintah Indonesia mulai menerapkan adaptasi kebiasaan baru (AKB).

"Hal ini tentu saja juga berdampak pada 80 juta anak di Indonesia. Mereka berpotensi mengalami dampak serius akibat beragam dampak sekunder yang timbul, baik jangka pendek maupun jangka panjang,” ungkap Johny di acara webinar Health Talk Siloam Hospitals Manado, Jumat (17/7/2020).

Menurut Johny, anak memiliki dampak terhadap kesehatan, kesejahteraan, perkembangan dan masa depannya. Tidak hanya itu, dampak sosio-ekonomi terhadap anak, seperti kemiskinan anak, pendidikan, gizi, pengasuhan, dan keamanan. Hal ini sehubungan dengan terjadinya pelemahan ekonomi, pendapatan orang tua mereka pun mengalami penurunan drastis.

"Akibatnya, konsumsi rumah tangga atau daya beli jauh menurun. Alhasil, kemampuan untuk menyediakan asupan nutrisi anak dan kemampuan masyarakat untuk memberikan pengobatan kepada anak mereka juga terkendala," tegasnya.

Baca Juga: Budaya Komunikatif Pererat Ikatan Keluarga

Johny menambahkan, malnutrisi dapat mempengaruhi pertumbuhan anak, sekaligus juga mempengaruhi perkembangan anak dan performa di sekolah. Dampak jangka panjang, krisis Covid-19 dikhawatirkan meningkatkan prevalensi stunting dan obesitas akibat terbatasnya aktivitas fisik dan meningkatnya konsumsi makanan olahan yang mengandung kadar gula, garam dan lemak yang tinggi.

"Kedua hal ini harus diwaspadai dan akan membahayakan masa depan mereka. Terutama akan meningkatkan resiko penyakit degeneratif yang akan mereka dapatkan di saat anak-anak ini masuk pada usia remaja dan dewasa muda,” paparnya.

Tidak hanya terhadap fisik, tambah Johny, pandemi Covid-19 juga berdampak terhadap mental anak. Hal ini terjadi karena keterbatasan interaksi dan banyaknya aturan baru juga dapat memberikan dampak stres pada anak. Misalnya saja tentang tidak boleh bermain di luar bersama teman, dan penggunaan masker. Bahkan pada remaja akan mengalami perasaan terisolasi dan kesepian.

"Pandemi ini juga berpotensi menjadi kenangan traumatis yang permanen pada anak. Terutama pada anak-anak yang mengalami kehilangan atau meninggalnya anggota keluarga karena Covid-19," jelasnya.

Baca Juga: Karakter Resilien Tingkatkan Kemampuan Anak

Selain itu, lanjut Johny, pandemi ini juga memberikan dampak terhadap rasa aman kepada anak. Itu sejalan dengan survei Komnas Perempuan yang dilakukan April-Mei 2020 menunjukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terjadi pada 80 persen keluarga dengan penghasilan di bawah Rp 5 juta perbulan.

"Bahkan, anak menjadi objek pelampiasan orang tua terhadap permasalahan yang dihadapinya. Tak kalah mengkhawatirkan adalah selama pandemi ini, anak juga mengalami keterlambatan imunisasi. Sebab, selama pandemi orang tua hanya menganggap bahwa membawa anak ke pusat kesehatan hanya benar-benar mendesak saja. Hal ini tentu saja berpotensi adanya lonjakan penyakit yang sebelumnya berhasil diminimalkan dengan imunisasi," tegasnya.

Johny mengatakan, selama masa pandemi ini, orang tua disarankan untuk memenuhi kebutuhan dasar anak sesuai usia, dan melakukan modifikasi pada asupan makanan. Anak juga butuh penjelasan mengenai kondisi pandemi. Penjelasan ini, harus disesuaikan dengan usia anak, usahakan menggunakan kata-kata yang bersifat tidak menyalahkan orang lain.

"Batasi paparan berita mengenai pandemi kepada anak atau tidak terlalu banyak berita dapat menyebabkan anak mengalami ansietas atau gangguan kecemasan. Usahakan anak memiliki rutinitas yang saat setiap hari, seperti bangun tidur makan, bermain, belajar dan tidur malam. Buat aktivitas belajar rumah bagi anak sesuai usia dan gunakan aplikasi teknologi untuk tetap berinteraksi sosial dengan orang lain," jelasnya.

Baca Juga: Stimulasi Optimalkan Tumbuh Kembang Anak

Sedangkan prinsip imunisasi masa Covid-19, Johny menjelaskan, prioritaskan imunisasi dasar dan ulangan sampai dengan usia 18 bulan, pertimbangkan juga melakukan vaksin multipel atau dua vaksin pada saat bersamaan. Terutama pada mereka yang sudah mengalami keterlambatan imunisasi.

"Selain itu, pisahkan anak sehat dan anak sakit. Bila tempat tidak mungkin dipisahkan, waktu dipisah anak sehat didahulukan, penjadwalan agar tidak bertumpuk. Saat menunggu akan melakukan imunisasi lakukan protokol kesehatan. Seperti cuci tangan, menggunakan masker, dan menerapkan social distancing,” tutupnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Kasus Baru Covid-19 di Jatim Kembali Alami Peningkatan

Setelah Jatim, kasus baru Covid-19 terbanyak hari ini adalah DKI Jakarta dan Jawa Tengah.

KESEHATAN | 17 Juli 2020

Update Covid-19: Tambah 1.462, Kasus Positif Jadi 83.130

Penambahan 1.462 kasus baru Covid-19 didapat dari pemeriksaan spesimen sebanyak 29.176.

KESEHATAN | 17 Juli 2020

AVN Dukung Pembatasan Usia Pengguna Vape

Menurut Johan, kode etik itu meliputi produk vape tidak untuk digunakan, dijual dan diberikan kepada anak di bawah umur 18 tahun.

KESEHATAN | 17 Juli 2020

Kemkes Bantah Tujuh Pejabat Eselon Mundur

Kemkes membantah kabar pengunduran diri tujuh pejabat eselon 1 dan eselon 2 di lingkup kementerian tersebut.

KESEHATAN | 16 Juli 2020

Tetap Waspada, Penambahan Kasus Positif Covid-19 Masih Tinggi

Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan, penambahan kasus baru Covid-19 akhir-akhir ini sangat signifikan.

KESEHATAN | 16 Juli 2020

Tips Menjaga Kebugaran di Masa Pandemi Covid-19

Menjaga kebugaran tubuh sangat penting di masa pandemi.

KESEHATAN | 16 Juli 2020

Tambah 1.574, Ini Sebaran Kasus Baru Covid-19

Penambahan kasus baru covid-19 terbanyak ada di DKI Jakarta dengan jumlah 312.

KESEHATAN | 16 Juli 2020

Update Covid-19: Tambah 1.574, Kasus Positif Jadi 81.668

Penambahan 1.574 kasus baru Covid-19 didapat dari hasil pemeriksaan spesimen sebanyak 23.947.

KESEHATAN | 16 Juli 2020

Alasan Pentingnya Vaksinasi di Era Adaptasi Kebiasaan Baru

Vaksinasi merupakan salah satu cara untuk meningkatkan imunitas.

KESEHATAN | 16 Juli 2020

PMI Ingatkan Pencegahan Klaster Baru Covid-19 di Sekolah

PMI punya langkah antisipasi untuk meminimalisir risiko klaster baru Covid-19 di sektor pendidikan.

KESEHATAN | 16 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS