Malaysia Buka Pintu Pasien Mancanegara untuk Berobat
INDEX

BISNIS-27 434.176 (-7.64)   |   COMPOSITE 4917.96 (-75.2)   |   DBX 928.196 (-4.7)   |   I-GRADE 130.286 (-2.42)   |   IDX30 412.166 (-7.85)   |   IDX80 107.727 (-2.08)   |   IDXBUMN20 269.265 (-5.95)   |   IDXG30 115.773 (-2.53)   |   IDXHIDIV20 368.481 (-6.65)   |   IDXQ30 120.761 (-2.3)   |   IDXSMC-COM 210.292 (-3.36)   |   IDXSMC-LIQ 235.988 (-6.09)   |   IDXV30 101.893 (-2.12)   |   INFOBANK15 773.605 (-13.29)   |   Investor33 359.92 (-6.34)   |   ISSI 144.524 (-2.29)   |   JII 524.265 (-9.92)   |   JII70 177.451 (-3.41)   |   KOMPAS100 962.885 (-17.72)   |   LQ45 754.177 (-14.18)   |   MBX 1360.94 (-22.87)   |   MNC36 269.191 (-4.78)   |   PEFINDO25 256.961 (-5.33)   |   SMInfra18 232.003 (-3.35)   |   SRI-KEHATI 302.863 (-5.05)   |  

Malaysia Buka Pintu Pasien Mancanegara untuk Berobat

Jumat, 17 Juli 2020 | 17:07 WIB
Oleh : Indah Handayani / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah Malaysia telah mengumumkan dibukanya kembali perbatasan internasional bagi wisatawan kesehatan dari luar negeri pada 19 Juni 2020 lalu. Hal ini berarti, negeri Jiran itu telah membuka pintu pasien mancanegara untuk berobat.

Baca Juga: 50% Pasien Asing di Malaysia Berasal dari Indonesia

Sejalan dengan kebijakan pemerintah, Malaysia Healthcare Travel Council (MHTC) menyampaikan sejumlah prosedur operasi standar (SOP) yang telah disetujui oleh pemerintah terkait perawatan kesehatan di Malaysia.

Chief Commercial Officer Malaysia Healthcare Travel Council, Yazmin Azman menjelaskan, kesehatan dan keselamatan pasien serta pengunjung merupakan prioritas utama, terutama saat melakukan perawatan kesehatan di Malaysia. Inisiatif ini memungkinkan wisatawan kesehatan untuk kembali mendapatkan akses pelayanan kesehatan di negara dimana Covid-19 ditangani dengan baik.

"Kami menyambut baik keputusan pemerintah untuk kembali membuka perbatasan internasional bagi wisatawan kesehatan, yang diikuti dengan kontrol dan protokol kesehatan yang sangat ketat. Hal ini menandai kemajuan yang sangat positif untuk perekonomian Malaysia serta bangkitnya industri wisata kesehatan kami," ungkap Yazmin di sela webinar Malaysia Healthcare, Jumat (17/7/2020).

Baca Juga: Lebih Murah, Alasan Malaysia Jadi Tujuan Wisata Medis

Yazmin menambahkan pada periode Perintah Kawalan Pergerakan Pemulihan (PKPP) ini, pintu masuk internasional masih ditutup dan belum menerima kedatangan wisatawan luar negeri. Namun, pariwisata domestik secara bertahap telah dibuka. Selama periode pemulihan menuju new normal ini beberapa kegiatan dan sektor akan dilonggarkan atau dibuka berdasarkan SOP yang ditetapkan. Perizinan perawatan kesehatan diberikan dengan sejumlah SOP yang ketat dan hanya berlaku kepada pasien dengan kategori khusus.

Vice President Facilitation Malaysia Healthcare Travel Council, Norhaslina Othman menjelaskan, saat ini Malaysia Healthcare memasuki tahap satu, dimana hanya wisatawan kesehatan yang membutuhkan perawatan khusus dan intensif, termasuk pasien dari Indonesia, dapat mengajukan permohonan masuk ke Malaysia selama periode PKPP.

"Pasien wajib membuat appointment letter dengan rumah sakit anggota dari MHTC, rumah sakit kemudian akan mengajukan izin masuk Malaysia untuk perawatan medis melalui MHTC atas nama pasien dan efektif sejak tanggal 1 Juli 2020," jelas Norhaslina.

Baca Juga: Alasan Pasien Indonesia Minati Layanan MCU di Malaysia

Pasien yang akan menjalankan perawatan kesehatan wajib mematuhi peraturan imigrasi yang difasilitasi oleh MHTC. Pasien harus menjalankan isolasi selama 14 hari di Rumah Sakit anggota MHTC sesuai dengan protokol isolasi yang berlaku di setiap rumah sakit tersebut.

SOP ini tidak hanya berlaku kepada pasien yang sudah pernah berobat ke rumah sakit dibawah naungan MHTC saja, namun SOP ini berlaku pula pada semua calon wisatawan kesehatan yang mendaftar melalui MHTC untuk tujuan perawatan.

"Apabila pengobatan sudah selesai, pasien dan pendamping diwajibkan melakukan tes PCR kembali, jika hasil tes Covid-19 negatif, pasien dan pendamping akan diperbolehkan kembali ke negara asal," tutupnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Pandemi Pengaruhi Tumbuh Kembang 80 Juta Anak di Indonesia

Pandemi Covid-19 memberikan dampak terhadap tumbuh kembang 80 juta anak di Indonesia.

KESEHATAN | 17 Juli 2020

Kasus Baru Covid-19 di Jatim Kembali Alami Peningkatan

Setelah Jatim, kasus baru Covid-19 terbanyak hari ini adalah DKI Jakarta dan Jawa Tengah.

KESEHATAN | 17 Juli 2020

Update Covid-19: Tambah 1.462, Kasus Positif Jadi 83.130

Penambahan 1.462 kasus baru Covid-19 didapat dari pemeriksaan spesimen sebanyak 29.176.

KESEHATAN | 17 Juli 2020

AVN Dukung Pembatasan Usia Pengguna Vape

Menurut Johan, kode etik itu meliputi produk vape tidak untuk digunakan, dijual dan diberikan kepada anak di bawah umur 18 tahun.

KESEHATAN | 17 Juli 2020

Kemkes Bantah Tujuh Pejabat Eselon Mundur

Kemkes membantah kabar pengunduran diri tujuh pejabat eselon 1 dan eselon 2 di lingkup kementerian tersebut.

KESEHATAN | 16 Juli 2020

Tetap Waspada, Penambahan Kasus Positif Covid-19 Masih Tinggi

Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan, penambahan kasus baru Covid-19 akhir-akhir ini sangat signifikan.

KESEHATAN | 16 Juli 2020

Tips Menjaga Kebugaran di Masa Pandemi Covid-19

Menjaga kebugaran tubuh sangat penting di masa pandemi.

KESEHATAN | 16 Juli 2020

Tambah 1.574, Ini Sebaran Kasus Baru Covid-19

Penambahan kasus baru covid-19 terbanyak ada di DKI Jakarta dengan jumlah 312.

KESEHATAN | 16 Juli 2020

Update Covid-19: Tambah 1.574, Kasus Positif Jadi 81.668

Penambahan 1.574 kasus baru Covid-19 didapat dari hasil pemeriksaan spesimen sebanyak 23.947.

KESEHATAN | 16 Juli 2020

Alasan Pentingnya Vaksinasi di Era Adaptasi Kebiasaan Baru

Vaksinasi merupakan salah satu cara untuk meningkatkan imunitas.

KESEHATAN | 16 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS