SHKJ Hadirkan Penanganan Komprehensif Otot dan Tulang
INDEX

BISNIS-27 425.322 (12.08)   |   COMPOSITE 4870.04 (100.06)   |   DBX 940.805 (3.04)   |   I-GRADE 127.855 (4.56)   |   IDX30 401.317 (13.58)   |   IDX80 105.56 (3.19)   |   IDXBUMN20 265.398 (11.16)   |   IDXG30 112.997 (3.48)   |   IDXHIDIV20 357.483 (12.54)   |   IDXQ30 117.699 (3.88)   |   IDXSMC-COM 210.149 (2.59)   |   IDXSMC-LIQ 234.599 (5.6)   |   IDXV30 100.238 (2.07)   |   INFOBANK15 757.481 (24.48)   |   Investor33 352.266 (10.05)   |   ISSI 143.81 (2.89)   |   JII 518.901 (12.87)   |   JII70 176.231 (4.44)   |   KOMPAS100 949.983 (26.08)   |   LQ45 737.154 (23.9)   |   MBX 1342.99 (31.12)   |   MNC36 264.429 (7.79)   |   PEFINDO25 260.033 (3.99)   |   SMInfra18 229.972 (7.95)   |   SRI-KEHATI 296.897 (9.06)   |  

SHKJ Hadirkan Penanganan Komprehensif Otot dan Tulang

Senin, 20 Juli 2020 | 16:53 WIB
Oleh : Indah Handayani / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Kesehatan tulang dan otot sangatlah penting untuk dijaga. Sebab, tulang berperan untuk menopang dan menyeimbangkan beban tubuh. Serta dengan bantuan pergerakan otot, tulang pun dapat bergerak untuk melakukan aktivitas sehari-hari.

Baca Juga: Layanan Pasien Stroke Di Era New Normal

Ketua Sports, Shoulder, Spine, & Foot & Ankle Clinic Siloam Hospitals Kebon Jeruk (SHKJ), dr Henry Suhendra SpOT menjelaskan, bergerak dengan bebas merupakan keinginan semua orang dari segala usia. Sayangnya, fakta menunjukkan setelah melewati usia 45 tahun tulang berisiko mengalami gangguan yang akan membatasi aktivitas.

"Hal itu karena setiap tahunya setelah manusia berusia 35 tahun akan mengalami penurunan massa otot sebesar 2 persen. Jika hal tersebut terus berlanjut akan berpotensi membuat otot yang tipis dan hal sama pun terjadi pada tulang. Sehingga tulang bisa mudah patah. Tidak hanya itu, akan ada banyak masalah kesehatan lainnya yang akan dialami,” ungkap Henry di sela webinar media gathering SHKJ, Senin (20/7/2020).

Henry mengatakan, sebagian besar dari berbagai masalah tersebut dapat diatasi jika pasien mendapatkan penanganan ortopedi yang tepat. Untuk menjawab kebutuhan akan penanganan ortopedi, khususnya gangguan dan perawatan sistem otot dan tulang, SHKJ mengembangkan klinik komprehensif dengan fokus khusus yaitu Sports, Shoulder, Spine, & Foot & Ankle Clinic.

"Kami sungguh berharap dengan hadirnya klinik khusus yang didukung oleh dokter- dokter spesialis dan subspesialis yang berpengalaman di bidang ortopedi, dapat membantu pasien kembali melakukan aktivitas yang biasa mereka jalani," jelasnya.

Baca Juga: SHPR Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Menurut Henry, Sports, Shoulder, Spine, & Foot & Ankle Clinic SHKJ memiliki fokus pada otot dan tulang yang berhubungan dengan cedera olahraga, kaki, pergelangan kaki, bahu, dan tulang belakang.

"Penanganan cedera pada area tersebut diantaranya cedera ligamen, cedera bantalan sendi lutut, dislokasi sendi, maupun patah tulang dapat dilakukan melalui pemberian obat, fisioterapi, radiofrekuensi (prosedur untuk mengurangi nyeri dengan gelombang radio), hingga tindakan operasi yang kompleks," tegasnya.

Dokter spesialis ortopedi SHKJ, dr Langga Sintong SpOT mengatakan, seiring dengan perkembangan teknologi dan ilmu kedokteran, saat ini SHKJ menyediakan prosedur minimal invasif atau dikenal dengan teknik bedah laparoskopi yang diterapkan untuk menangani kasus-kasus yang berhubungan dengan masalah foot and ankle.

"Salah satunya, artroskopi yang merupakan prosedur untuk mendiagnosa dan menangani sejumlah gangguan sendi," jelasnya.

Baca Juga: SHKJ Siapkan Perawatan Intensif Bayi

Menurut Langga, teknik bedah ini dilakukan oleh tim dokter spesialis dengan menggunakan peralatan laparoskopi canggih yang dimasukkan melalui 2-3 sayatan kecil seukuran pena.

"Sehingga risiko infeksi lebih kecil dan penyembuhan lebih baik. Tidak hanya kasus operasi, metode lain seperti custom insole juga tersedia untuk kasus non operatif," tandas Langga.

Penanganan di Masa Pandemi

Dokter spesialis ortopedi SHKJ, dr Erick Wonggokusuma SpOT menegaskan, SHKJ tetap memastikan pasien mendapatkan penanganan cedera olahraga, kaki, pergelangan kaki, bahu, dan tulang belakang di masa pandemi ini secara maksimal.

"Di masa pandemi Covid-19 ini, SHKJ tetap mengerjakan ratusan tindakan bedah sejak bulan Maret hingga saat ini," kata Erick.

Menurut Erick, tindakan bedah dilaksanakan dengan menjalankan protokol-protokol kesehatan secara aman dan tepat. Sebelum jadwal bedah diberikan kepada pasien, proses pemeriksaan Covid-19 akan dilakukan terlebih dahulu.

"Hingga kini, tidak ada pasien terinfeksi Covid-19 selama menjalani perawatan atau pascatindakan bedah di SHKJ. Selain pasien dan dokter, petugas kesehatan dan staf lainnya di SHKJ juga mendapatkan pemeriksaan Covid-19 secara berkala untuk memastikan keamanan bersama," tegas Erick.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Kasus Baru Covid-19 Tambah 1.693, DKI Kembali Terbanyak

DKI Jakarta kembali tercatat sebagai provinsi dengan penambahan kasus Covid-19 terbanyak hari ini, Senin (20/7/2020) yaitu 361.

KESEHATAN | 20 Juli 2020

Cegah Covid-19, Assure Rilis Disinfectant Maker dan Thermo Meter Pintar

BNPT mensinyalir bahwa pada saat ini kelompok radikal sudah memasuki banyak ranah pendidikan.

KESEHATAN | 25 Juli 2020

Update Covid-19: Tambah 1.693, Kasus Positif Jadi 88.214

Pada Senin (20/7/2020) terdapat penambahan kasus positif Covid-19 sebanyak 1.693. Sehingga total kasus positif Covid-19 di Indonesia menjadi 88.214.

KESEHATAN | 20 Juli 2020

Pertama di RI, Daewoong Uji Klinis Penyedia Perawatan Covid-19 Berbasis Stem Cell

Perusahaan akan mendistribusikan dengan cepat perawatan ini setelah mendapatkan izin resmi melalui kerja sama dengan otoritas kesehatan.

KESEHATAN | 20 Juli 2020

Pekan Depan, Covid-19 di Indonesia Bakal Tembus 100.000 Kasus

Saat ini Indonesia berada di urutan ke-25 secara global dan peringkat 9 di Asia atau berada di bawah Irak.

KESEHATAN | 20 Juli 2020

Begini Kiat Makan di Restoran Selama Pandemi

Kalau makanan bisa dibawa pulang (take away) maka sebaiknya dibawa pulang.

KESEHATAN | 19 Juli 2020

Cegah Penularan Covid-19, Dilarang Makan dan Minum Saat Rapat Kantor

Diupayakan tidak ada makan dan minum selama rapat di kantor. Pasalnya, ruang rapat dengan kapasitas terbatas di kantor memungkinkan untuk tidak menjaga jarak.

KESEHATAN | 19 Juli 2020

Kasus Positif Tambah 1.639, DKI Jakarta Terbanyak

Kasus positif Covid-19 di Indonesia mengalami penambahan 1.639 kasus pada Minggu (19/7/2020). Penambahan kasus ini terbanyak di DKI Jakarta dengan 313.

KESEHATAN | 19 Juli 2020

Jumlah Sembuh dari Covid-19 di Indonesia Catat Rekor 2.133

Jumlah pasien sembuh dari Covid-19 di Indonesia pada Minggu (19/7/2020) menorehkan rekor terbanyak 2.133. Rekor sembuh sebelumnya 1.414 pada Rabu (15/7/2020.)

KESEHATAN | 19 Juli 2020

Update Covid-19: Tambah 1.639, Kasus Positif Jadi 86.521

Dalam 24 jam sampai Minggu (19/7/2020) pukul 12.00 WIB, terdapat penambahan kasus positif Covid-19 yakni 1.639. Total kasus positif di Indonesia jadi 86.521.

KESEHATAN | 19 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS