Tiga Penyebab Utama Henti Jantung Mendadak
INDEX

BISNIS-27 431.53 (2.99)   |   COMPOSITE 4906.55 (19.82)   |   DBX 934.495 (0.89)   |   I-GRADE 129.531 (0.72)   |   IDX30 408.573 (2.45)   |   IDX80 107.231 (0.54)   |   IDXBUMN20 271.434 (1.2)   |   IDXG30 114.42 (0.57)   |   IDXHIDIV20 364.598 (2.43)   |   IDXQ30 119.596 (0.74)   |   IDXSMC-COM 210.435 (0.42)   |   IDXSMC-LIQ 236.069 (1.25)   |   IDXV30 101.606 (0.9)   |   INFOBANK15 772.076 (7.03)   |   Investor33 357.854 (2.54)   |   ISSI 144.258 (0.31)   |   JII 521.112 (2.16)   |   JII70 177.199 (0.53)   |   KOMPAS100 960.444 (5.61)   |   LQ45 749.999 (4.19)   |   MBX 1355.95 (6.1)   |   MNC36 267.764 (1.73)   |   PEFINDO25 261.843 (-0.47)   |   SMInfra18 232.762 (1.02)   |   SRI-KEHATI 301.662 (2.31)   |  

Tiga Penyebab Utama Henti Jantung Mendadak

Jumat, 24 Juli 2020 | 15:43 WIB
Oleh : Indah Handayani / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Angka kejadian henti jantung mendadak atau Sudden Cardiac Arrest (SCA) di Indonesia tergolong tinggi. Data Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (Perki) pada 2016 menyebutkan, angka kejadian henti jantung mendadak berkisar antara 300.000 hingga 350.000 kasus.

Baca Juga: Tips Tetap Sehat di Era Adaptasi Kebiasaan Baru

Kejadian henti jantung mendadak angka keselamatannya sangat rendah. Tak heran, apabila sebagian besar berujung pada kematian. Meski demikian, henti jantung mendadak ini dapat dicegah dengan mengetahui penyebab dan faktor resikonya.

Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah Siloam Hospitals Manado, dr Benny Mulyanto Setiadi SpJP(K) FIHA mengatakan, sebuah laporan di Inggris menyebutkan tingkat keselamatan akibat henti jantung mendadak yang dikarenakan masalah elektrik pada jantung sangatlah kecil, yaitu hanya sekitar 8 persen. Bahkan, jika dibandingkan serangan jantung yang merupakan masalah saluran jantung angka keselamatannya mampu mencapai 80 persen.

"Ini menunjukan, kejadian henti jantung itu lebih berbahaya dibandingkan serangan jantung. Mengingat tingkat keselamatannya hanya sepersepuluh dari serangan jantung,” ungkap Benny di sela Health Talk Siloam Hospitals Manado, Jumat (24/7/2020).

Benny menjelaskan, henti jantung mendadak bisa terjadi pada orang tua maupun orang muda. Meski demikian, ada sedikit perbedaan henti jantung mendadak pada orang tua dan orang muda.

Baca Juga: Penderita Penyakit Tidak Menular Harus Waspada di Masa Pandemi

Pada orang tua, jelas Benny, penyakit jantung koroner merupakan penyebab utama dan sering kali disertai faktor risiko penyakit jantung, seperti hipertensi, diabetes, dan kegemukan. "Henti jantung pada orang tua terjadi pada saat mereka beraktivitas, misalnya saat berolahraga," jelasnya.

Sedangkan pada orang muda, lanjut Benny, gangguan irama dan kelainan struktural merupakan penyebab utama. Seringkali tanpa faktor risiko penyakit jantung. "Pada orang muda, henti jantung mendadak terjadi saat beristirahat dan tidur," tambahnya.

Menurut Benny, penyebab pertama dan terbanyak henti jantung mendadak adalah kelainan irama jantung atau disebut aritmia yang merupakan kondisi dimana detak jantung tidak teratur. Ada tiga kemungkinan membuat jantung tidak teratur, bisa terlalu lambat maupun terlalu cepat dari detak jantung normal sebesar 60-100 detak per menit pada saat istirahat.

Jika terlalu lambat itu, di bawah dari 60 detak per menit, sedangkan terlalu tinggi diatas 100 per menit. Ada pula irama tambahan yang terjadi pada 1 persen hingga 4 persen populasi. Pada detak jantung terlalu lambat angka kejadiannya satu setiap 1.000 orang per tahun, terlalu cepat terjadi pada 3 persen populasi.

Baca Juga: Menaikkan Cukai Rokok Dinilai Jadi Solusi di Era New Normal

"Sedangkan penyebab henti jantung kedua adalah penyakit jantung koroner. Ketiga, kelainan struktural pada jantung, dan terakhir genetika. Dengan demikian, yang harus dilakukan adalah pencegahan dan skrining atau pemeriksaan awal merupakan tatalaksana paling penting, kenali tanda dan gejala awal, kenali individu yang termasuk risiko tinggi,” tegasnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Usai "Pensiun" di Konferensi Pers Covid-19, Ini yang Dilakukan Dokter Reisa

Video pendek tersebut akan menjawab semua pertanyan yang muncul dari publik.

KESEHATAN | 24 Juli 2020

Pemerintah Beri Pendampingan Teknis untuk Kendalikan Covid-19 di 8 Provinsi

Pendampingan bertujuan untuk mencari tahu apa persoalan atau penyebab mengapa pertambahan jumlah kasus di daerah tersebut masih banyak.

KESEHATAN | 23 Juli 2020

Ini Dia Alasan Kenapa Pria Malas Ber-KB

Masih banyak keluarga yang beranggapan bahwa KB adalah urusan perempuan.

KESEHATAN | 23 Juli 2020

Kenali Pencegahan dan Penanganan Katarak Sejak Awal

Penyakit katarak dapat menyerang semua kalangan dari manusia lanjut usia (manula) hingga bayi sejak di dalam kandungan.

KESEHATAN | 23 Juli 2020

Ini Strategi Cerdas Bio Farma Hadirkan Vaksin Covid-19

Vaksin yang datang beberapa waktu lalu ini, masih memerlukan beberapa tahapan lagi sebelum bisa dilakukan uji klinis pada Agustus 2020 mendatang.

KESEHATAN | 23 Juli 2020

Pasien Covid-19 Bisa Klaim Biaya Perawatan, Ini Syaratnya

Kriteria pasien rawat jalan dan rawat inap berlaku bagi warga negara Indonesia dan warga negara asing yang dirawat pada RS di wilayah NKRI.

KESEHATAN | 23 Juli 2020

Tips Tetap Sehat di Era Adaptasi Kebiasaan Baru

Ada lima kebiasaan khusus yang harus diperhatikan agar tetap kuat dan sehat menghadapi era kebiasaan baru.

KESEHATAN | 23 Juli 2020

Cukupi Hidrasi Anak untuk Perkembangan Kognitif

Hidrasi sehat atau asupan air minum yang cukup dan berkualitas, merupakan salah satu faktor penting untuk perkembangan kognitif yang optimal pada anak.

KESEHATAN | 23 Juli 2020

6 Hari Beruntun, DKI Jakarta Tertinggi Kasus Harian Covid-19

DKI Jakarta telah enam hari secara beruntun berstatus provinsi dengan penambahan kasus positif Covid-19 tertinggi atau sejak 18 Juli 2020.

KESEHATAN | 23 Juli 2020

Update Covid-19: Tambah 1.906, Kasus Covid-19 Jadi 93.657

Pada Kamis (23/7/2020) terdapat penambahan kasus positif Covid-19 sebanyak 1.906. Total kasus positif Covid-19 di Indonesia menjadi 93.657.

KESEHATAN | 23 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS