Kenali Gejala Henti Jantung Mendadak
INDEX

BISNIS-27 506.098 (-2.99)   |   COMPOSITE 5701.03 (-21.78)   |   DBX 1035.29 (4.23)   |   I-GRADE 166.318 (-0.13)   |   IDX30 494.279 (-1.96)   |   IDX80 129.716 (-0.63)   |   IDXBUMN20 362.653 (1.11)   |   IDXG30 134.441 (-1.2)   |   IDXHIDIV20 440.988 (-0.91)   |   IDXQ30 143.821 (-0.06)   |   IDXSMC-COM 242.747 (-0.62)   |   IDXSMC-LIQ 296.284 (-2.64)   |   IDXV30 122.829 (0.78)   |   INFOBANK15 978.195 (1.48)   |   Investor33 426.909 (-3.32)   |   ISSI 166.986 (-1.24)   |   JII 611.564 (-6.71)   |   JII70 209.726 (-1.98)   |   KOMPAS100 1161.89 (-6.87)   |   LQ45 907.882 (-4.42)   |   MBX 1586.58 (-7.86)   |   MNC36 318.65 (-2.24)   |   PEFINDO25 310.515 (-0.4)   |   SMInfra18 285.156 (1.39)   |   SRI-KEHATI 364.469 (-1.96)   |  

Kenali Gejala Henti Jantung Mendadak

Jumat, 24 Juli 2020 | 17:59 WIB
Oleh : Indah Handayani / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Angka kejadian henti jantung mendadak atau Sudden Cardiac Arrest (SCA) di Indonesia tergolong tinggi. Data Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (Perki) pada 2016 menyebutkan, angka kejadian henti jantung mendadak berkisar antara 300.000 hingga 350.000 kasus.

Baca Juga: Tiga Penyebab Utama Henti Jantung Mendadak

Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah Siloam Hospitals Manado, dr Benny Mulyanto Setiadi SpJP(K) FIHA mengatakan, sebuah laporan di Inggris menyebutkan tingkat keselamatan akibat henti jantung mendadak yang dikarenakan masalah elektrik pada jantung sangatlah kecil, yaitu hanya sekitar 8 persen. Bahkan, jika dibandingkan serangan jantung yang merupakan masalah saluran jantung angka keselamatannya mampu mencapai 80 persen.

"Ini menunjukan, kejadian henti jantung itu lebih berbahaya dibandingkan serangan jantung. Mengingat tingkat keselamatannya hanya sepersepuluh dari serangan jantung,” ungkap Benny di sela Health Talk Siloam Hospitals Manado, Jumat (24/7/2020).

Dalam mengenali adanya risiko henti jantung, Benny mengatakan, biasanya seseorang akan mengalami beberapa gejala, yaitu pingsan atau hampir pingsan, sesak nafas atau mudah lelah, nyeri dada, dada berdebar, rasa melayang atau sempoyongan, riwayat keluarga meninggal tiba-tiba di bawah usia 50 tahun. "Namun, kadang-kadang keluhan pertama adalah kematian," jelas Benny.

Baca Juga: Begini Cara Mengetahui Gejala Palsu Covid-19

Untuk mendiagnosanya, lanjut Benny, biasanya akan dilakukan pemeriksaan rekam jantung atau Elektrokardiografi (EKG) adalah pemeriksaan baku emas untuk diagnosis gangguan irama jantung. Pemeriksaan ini dilakukan kepada mereka yang menunjukan gejala nyeri di dada, pusing, melayang, dada berdebar, detak jantung cepat, sesak nafas, lemah badan, mudah lelah, penurunan kapasitas fisik.

"Pemeriksaan ini juga harus dilakukan pada mereka yang akan melakukan olahraga kompetitif atau olahraga intensitas tinggi. Juga pada mereka yang biasanya tidak pernah melakukan olahraga dan ingin berolahraga,” jelas Benny.

Selain itu, tambah Benny, ada juga pemeriksaan Holter yaitu alat portabel untuk merekam irama jantung dalam rangka waktu panjang, umumnya dipasang selama 1-2 hari. Ada pula implantable loop recorder, implan untuk memonitor irama jantung, dapat memonitor selama tiga tahun, terutama untuk mendiagnosa aritmia yang sangat jarang muncul tapi diduga berbahaya. Sayangnya, pemeriksaan ini sangatlah mahal.

Baca Juga: Kenali Lima Gejala Umum Sindrom Metabolik

"Meski demikian, ada cara mudah dan murah mendeteksi gangguan irama jantung, yaitu dengan Menari, yaitu Meraba Nadi Sendiri. Yang dinilai adalah berapa kali detak jantung dalam 1 menit normal, yaitu 60-100 kali /menit. Serta mengetahui teratur atau tidak normal,” tambahnya.

Benny menegaskan, sebagian henti jantung mendadak disebabkan pola hidup. Dengan demikian, disarankan untuk melakukan pencegahan. Paling utama adalah melakukan hidup sehat. Mulai dari makan tinggi serat, rendah lemak jenuh, nutrisi tinggi termasuk buah dan sayuran.

"Hindari makanan dan minuman yang memicu seperti alkohol, MSG, dan olahraga rutin. Setop merokok, dan periksakan diri secara teratur, terutama jika memiliki riwayat keluarga," kata Benny.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

PMI Ingatkan Masyarakat Jangan Lengah Protokol Kesehatan

PMI juga telah berpartisipasi dalam pengembangan vaksin dan obat Covid-19.

KESEHATAN | 24 Juli 2020

Ini Manfaat Pijat Refleksi dan Relaksasi Bagi Kesehatan

Relaksasi dan pijat bagi sebagian orang merupakan kebutuhan yang menunjang kesehatan.

KESEHATAN | 24 Juli 2020

Gugus Tugas Daerah Tetap Berfungsi Jadi Satgas Penanganan Covid-19

Seluruh tugas dari gugus tugas dilanjutkan dan diteruskan oleh Satgas Penanganan Covid-19.

KESEHATAN | 24 Juli 2020

Indonesia Terima Bantuan 100 Ventilator Noninvasif dari Australia

Bantuan 100 ventilator noninvasif tersebut sangat dibutuhkan untuk perawatan pasien Covid-19.

KESEHATAN | 24 Juli 2020

Pemerintah Siapkan Vaksin Covid-19

Pemerintah tengah memersiapkan vaksin Covid-19 yang aman, tepat, dan cepat.

KESEHATAN | 24 Juli 2020

Update Covid-19: Tambah 1.761, Jumlah Kasus Positif Jadi 95.418

Pada Jumat (24/7/2020) pukul 12.00 WIB, terdapat penambahan kasus positif Covid-19 sebanyak 1.761. Total kasus positif Covid-19 di Indonesia menjadi 95.418.

KESEHATAN | 24 Juli 2020

Persentase Kesembuhan Pasien Covid-19 Terus Meningkat

Tingkat kesembuhan pasien Covid-19 secara nasional cenderung mengalami peningkatan per harinya.

KESEHATAN | 24 Juli 2020

Kenali Dampak Kekurangan Vitamin D pada Anak

Faktor risiko terjadinya defisiensi vitamin D karena kadar paparan ultraviolet yang rendah.

KESEHATAN | 24 Juli 2020

Tiga Penyebab Utama Henti Jantung Mendadak

Penyebab terbanyak henti jantung mendadak adalah kelainan irama jantung atau disebut aritmia.

KESEHATAN | 24 Juli 2020

Usai "Pensiun" di Konferensi Pers Covid-19, Ini yang Dilakukan Dokter Reisa

Video pendek tersebut akan menjawab semua pertanyan yang muncul dari publik.

KESEHATAN | 24 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS