Literasi Gizi Dorong Upaya Pencegahan Stunting
INDEX

BISNIS-27 447.922 (0.22)   |   COMPOSITE 5096.45 (-4.63)   |   DBX 966.383 (0.26)   |   I-GRADE 139.404 (0.54)   |   IDX30 427.333 (0.82)   |   IDX80 113.424 (-0.07)   |   IDXBUMN20 292.954 (-1.76)   |   IDXG30 119.109 (0.49)   |   IDXHIDIV20 379.033 (0.39)   |   IDXQ30 124.381 (0.25)   |   IDXSMC-COM 220.154 (-1.19)   |   IDXSMC-LIQ 258.539 (-0.54)   |   IDXV30 108.161 (-0.91)   |   INFOBANK15 830.634 (2.07)   |   Investor33 372.738 (0.67)   |   ISSI 150.924 (0.03)   |   JII 548.46 (1.53)   |   JII70 187.38 (0.16)   |   KOMPAS100 1019.47 (0.03)   |   LQ45 787.196 (1.37)   |   MBX 1409.36 (-1.53)   |   MNC36 279.413 (0.25)   |   PEFINDO25 280.307 (-3.18)   |   SMInfra18 241.86 (0.29)   |   SRI-KEHATI 315.824 (0.31)   |  

Literasi Gizi Dorong Upaya Pencegahan Stunting

Selasa, 4 Agustus 2020 | 13:26 WIB
Oleh : Indah Handayani / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Masalah stunting masih membelit Indonesia, mengingat angka penderita yang masih sangat tinggi. Adapun salah satu cara pencegahan stunting dapat dilakukan melalui peningkatan literasi gizi, yang tidak hanya diterapkan kepada kalangan ibu semata namun juga keluarga dan lingkungan.

Baca Juga: FKM UI Luncurkan Buku Pencegahan Stunting

Wakil Gubernur Jawa Timur (Jatim), Emil Dardak, mengatakan, permasalahan gizi memang erat kaitannya dengan ekonomi masyarakat. Namun, stunting tidak melulu terjadi karena kemiskinan, melainkan karena ketidakdisiplinan masyarakat.

"Stunting tidak hanya terjadi di kalangan masyarakat ekonomi rendah, karena penerapan disiplin gizi bukan hanya berkaitan dengan kemampuan membeli makanan, tapi juga pilihan pangannya,” jelas Emil dalam acara webinar yang diselenggarakan Yayasan Abhipraya Insan Cendekia Indonesia (YAICI) dan Majelis Kesehatan PP Aisyiyah.

Emil Dardak mengatakan, sebaiknya target dari literasi gizi tidak hanya menyasar ibu dan anak, namun lingkungan sekitar yang mempengaruhi. Pasalnya, kalangan ibu muda saat ini merupakan generasi milenial yang melek teknologi dan informasi.

Baca Juga: Perubahan Perilaku Kunci Utama Pencegahan Stunting

"Namun terkadang, pengambilan keputusan juga dipengaruhi oleh orang-orang disekitarnya, orang tua, mertua atau nenek. Karena itu, edukasi mengenai gizi dan kental manis juga harus diberikan kepada generasi yang lebih tua ini," tegas Emil Dardak.

Anggota Komisi IX DPR, Netty Prasetiyani, menambahkan, literasi gizi anak harus berawal dari keluarga. Oleh karena itu, tingkat edukasi orang tua sangat mempengaruhi kualitas anak dan keluarga tersebut. Sayangnya, berdasarkan profil keluarga BKKBN, sebanyak 16,95 persen atau kurang lebih 10 juta keluarga Indonesia masuk kategori prasejahtera.

"Sementara, berdasarkan tingkat pendidikan kepada keluarga,terdapat 51,5 persen kepala keluarga yang menginjak pendidikan hanya sampai jenjang SD. Bisa dibayangkan dengan situasi seperti ini, bagaimana tumbuh kembang anak-anak kita, belum lagi saat ini kita memasuki masa pandemi,” ungkap Netty.

Baca Juga: Cegah Stunting Lewat Program Berbasis Keluarga

Menurut Netty, dibutuhkan kerja sama multi stakeholder untuk melakukan advokasi keluarga keluarga prasejahtera, dan keluarga rentan miskin agar kebutuhan gizi anak dan keluarga tetap tercukupi. Salah satunya, pemberian susu kepada anak-anak, dimana masih banyak orang tua yang sering salah memahaminya.

"Masih banyak para orang tua, utamanya dari masyarakat tidak mampu, menganggap susu kental manis (SKM) sebagai pilihan tepat bagi anaknya. Pertimbangan mereka memilih SKM kebanyakan karena alasan harga yang relatif lebih murah, mudah disimpan dan tidak cepat basi dibandingkan susu formula," tegas Netty.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Jokowi Buka Masker Saat Pimpin Rapat, Ini Klarifikasi Istana

Di hadapan presiden maupun para menteri telah dipasang pembatas dari akrilik.

KESEHATAN | 4 Agustus 2020

Epidemiolog: Tekan Angka Kematian dengan Perbanyak Tes Covid-19

Saat ini, angka kematian di Indonesia berada di angka 4,7%, lebih tinggi 0,8% dari angka kematian global.

KESEHATAN | 3 Agustus 2020

IDI Minta Pemerintah Bentuk Komite Keselamatan Nakes

Ini penting dalam upaya melakukan perlindungan sistem informasi dalam mitigasi tenaga kesehatan.

KESEHATAN | 3 Agustus 2020

Inilah Empat Tahap Cara Uji Ilmiah Obat dan Vaksin Covid-19

Ada empat tahap yang dilakukan untuk menguji obat atau vaksin Covid-19.

KESEHATAN | 3 Agustus 2020

Kemkes: Belum Ada Satu Negara yang Menemukan Obat Covid-19

Kementerian Kesehatan menyatakan sampai saat ini belum ada obat untuk Covid-19 di dunia.

KESEHATAN | 3 Agustus 2020

Hari Ini, Kasus Baru Covid-19 Terbanyak Ada di Jatim dan Jakarta

Dari sebarannya, jumlah kasus baru Covid-19 terbanyak ada di provinsi Jawa Timur sebanyak 478, sedangkan DKI Jakarta sebanyak 472.

KESEHATAN | 3 Agustus 2020

Update Covid-19: Tambah 1.679, Kasus Covid-19 di Indonesia Jadi 113.134

Adapun pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh bertambah 1.262 sehingga total menjadi 70,237 (62,1% dari terkonfirmasi).

KESEHATAN | 3 Agustus 2020

Presiden Minta Dukungan PKK Tangani Penularan Covid-19

“Saya ingin melibatkan PKK. Istri Menteri Dalam Negeri yang nanti akan menanganinya,” kata Presiden Jokowi.

KESEHATAN | 3 Agustus 2020

Oky Pratama, Kian Optimistis dengan Bening's Clinic

Dari sekian banyak pengusaha yang bergerak di bisnis kecantikan terdapat nama yang kian populer yaitu Oky Pratama, sosok di balik nama Bening’s Clinic.

KESEHATAN | 3 Agustus 2020

Kasus Positif Covid-19 di AS Dekati 5 Juta

Amerika juga memegang rekor jumlah kematian terbanyak akibat terinfeksi Covid-19 yang mencapai 158.365 orang.

KESEHATAN | 3 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS