Khofifah Sebut Peran Ibu Jauh Lebih Besar Selama Pandemi
INDEX

BISNIS-27 447.461 (-6.35)   |   COMPOSITE 5059.22 (-59.86)   |   DBX 933.73 (-7.01)   |   I-GRADE 135.366 (-2.1)   |   IDX30 427.201 (-7.13)   |   IDX80 111.513 (-1.85)   |   IDXBUMN20 284.629 (-6.37)   |   IDXG30 118.405 (-1.6)   |   IDXHIDIV20 382.903 (-6.43)   |   IDXQ30 125.347 (-2.16)   |   IDXSMC-COM 215.54 (-2.56)   |   IDXSMC-LIQ 243.745 (-4.83)   |   IDXV30 105.043 (-1.69)   |   INFOBANK15 803.622 (-8.33)   |   Investor33 371.182 (-4.92)   |   ISSI 148.056 (-1.95)   |   JII 539.107 (-10.07)   |   JII70 182.679 (-3.16)   |   KOMPAS100 996.599 (-14.96)   |   LQ45 780.316 (-12.34)   |   MBX 1404.61 (-17.5)   |   MNC36 278.843 (-3.77)   |   PEFINDO25 265.576 (-5.11)   |   SMInfra18 242.356 (-5.25)   |   SRI-KEHATI 313.434 (-3.93)   |  

Khofifah Sebut Peran Ibu Jauh Lebih Besar Selama Pandemi

Selasa, 11 Agustus 2020 | 20:55 WIB
Oleh : Indah Handayani / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Umum PP Muslimat NU yang juga menjabat sebagai Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa, mengatakan, pandemi virus corona (Covid-19) telah banyak mengubah sendi kehidupan, termasuk dalam keluarga.

Menurut Khofifah, perubahan itu juga melanda sektor pendidikan yang membuat proses belajar mengajar harus dilakukan secara daring. Kondisi ini menjadikan keluarga terutama kalangan ibu rumah tangga memiliki peran yang jauh lebih besar, dan harus mampu beradaptasi di berbagai situasi.

"Ibu menjadi suri tauladan bagi anak-anaknya. Ibu sebagai wanita, tentunya dituntut untuk mampu mendampingi anak-anaknya sesuai dengan kondisi pandemi saat ini," kata Khofifah di sela webinar YAICI dan Muslimat NU bertajuk 'Mencetak Ibu Milenial Pembangun Generasi Emas 2045 di Era Pandemi Covid-19', Selasa (11/8/2020).

Untuk itu, lanjut Khofifah, ibu harus paham dan bisa membimbing, menuntut, dan memonitor anak-anak dalam menggunakan gadgetnya. Sekaligus mencarikan peluang baru di dunia digital yang semakin banyak di era pandemi ini.

"Kalangan ibu juga bisa mengimplementasikan pola asuh yang arif, positif, efektif, konstruktif, dan transformatif. Pahami bahwa generasi sekarang cenderung berpikir praktis, ingin kebebasan, dan butuh pengakuan,” paparnya.

Khofifah menambahkan, kalangan ibu bisa memanfaatkan masa pandemi ini untuk meningkatkan bonding dan kedekatan emosional dengan anak, serta memberikan keteladanan. Tak lupa pula sabar dan terus belajar. Hal ini mengingat mendidik anak yang bosan di rumah akan penuh tantangan.

"Pandemi ini juga merupakan kesempatanbagi kalangan ibu untuk bisa lebih kreatif memahami metode pembelajaran yang efektif bagi anak. Berikanlah anak-anak kita akar yang kuat untuk tumbuh, serta sayap yang kokoh untuk terbang di kemudian hari," tandas Khofifah.

Asisten Deputi Ketahanan Gizi, KIA dan Kesling, Kemenko Kesra/PMK (2010-2019), Meida Octarina MCN, menambahkan, ibu juga berperan penting dalam pemenuhan gizi keluarga, terutama di saat pandemi. Terlebih, banyak hal yang perlu diketahui agar keluarga mendapatkan gizi yang tepat dan imunitas meningkat. Terutama mengenai batasi gula, garam, dan lemak jenuh.

"Ketiganya sangat berpengaruh pada kondisi imunitas tubuh. Misalnya saja asupan gula berlebih ini akan menghalangi masuknya vitamin C ke dalam sel. Pada akhirnya, meningkatkan jumlah mikroba negatif, menurunkan jumlah mikroba positif hingga melemahkan kerja sel darah putih dalam fagostosis yang berperan dalam fungsi kekebalan tubuh,” jelas Meida.

Meida pun menyarankan untuk memodifikasi kandungan gula pada makanan sehari. Dengan memperhatikan batasan asupan kandungan gula per harinya, yaitu kurang dari 50 gram. Dengan demikian, para ibu harus memperhatikan beberapa asupan yang tinggi gula. "Contohnya kental manis. Untuk 1/3 gelas saja sudah setara dengan kurang lebih 54 gram. Angka itu bahkan sudah melebihi dari batasan kandungan gula seharinya,” tambah Meida.

Ketua Harian YAICI, Arif Hidayat, mengatakan penggunaan kental manis yang masih tinggi di keluarga Indonesia terjadi karena adanya persepsi yang salah di tengah masyarakat.

"Mereka beranggapan kental manis adalah susu yang bisa dikonsumsi layaknya minuman susu untuk anak. Padahal, kental manis hanya boleh diberikan kepada anak diatas usia 5 tahun. Untuk itu, diperlukan kerjasama seluruh pihak untuk memutus mata rantai salah persepsi masyarakat terhadap kental manis," tegas Arif.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Satgas Covid-19 Minta Sekolah Tatap Muka di Zona Kuning dan Hijau Jangan Dipaksakan

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menegaskan rencana pembelajaran di sekolah dengan tatap muka jangan dipaksakan.

KESEHATAN | 11 Agustus 2020

Satgas Covid-19 Sebut Kasus Aktif Indonesia di Bawah Rata-rata Dunia

Menurut Wiku Adisasmito Jumlah kasus aktif pasien Covid-19 di Indonesia lebih rendah jika dibandingkan jumlah kasus aktif dunia.

KESEHATAN | 11 Agustus 2020

BPOM Pastikan Uji Klinis Vaksin Covid-19 Sesuai Protokol

BPOM memastikan uji klinis vaksin produksi Sinovac Tiongkok itu dilaksanakan sesuai protokol.

KESEHATAN | 11 Agustus 2020

Kasus Covid-19 Tambah 1.693, Ini Sebarannya

Terdapat tambahan 1.693 kasus baru Covid-19 dalam 24 jam terakhir sampai Selasa (11/8/2020). DKI Jakarta kembali menjadi penyumbang terbanyak dengan 462.

KESEHATAN | 11 Agustus 2020

Erick Thohir: Belum Banyak Negara Uji Klinis Vaksin Covid-19 Sampai Tahap 3

Menurut Erick Thohir tidak banyak negara atau lembaga penelitian yang sudah mencapai uji klinis hingga tahap ketiga.

KESEHATAN | 11 Agustus 2020

Update Covid-19: Tambah 1.693, Kasus Positif di Indonesia Jadi 128.776

Terdapat tambahan 1.693 kasus baru Covid-19 dalam 24 jam terakhir sampai Selasa (11/8/2020) pukul 12.00 WIB. Total kasus Covid-19 di Indonesia kini 128.776.

KESEHATAN | 11 Agustus 2020

Distribusi Vaksin Covid-19, Bio Farma Prioritaskan Dalam Negeri

Bio Farma akan memprioritaskan distribusi vaksin Covid-19 untuk dalam negeri saat vaksin tersebut siap untuk diproduksi.

KESEHATAN | 11 Agustus 2020

Ingin Tes Covid-19 di Jabar Ditingkatkan, Ridwan Kamil Minta Dukungan Presiden

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meminta dukungan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait peningkatan kapasitas tes Covid-19.

KESEHATAN | 11 Agustus 2020

Jokowi Tinjau Penyuntikan Perdana Vaksin Covid-19

Penyuntikan kepada 1.620 relawan tersebut merupakan pelaksanaan uji klinis tahap ketiga untuk calon vaksin Covid-19 yang diberi nama Vaksin Merah Putih.

KESEHATAN | 11 Agustus 2020

Jokowi Minta Jabar Pertahankan Zona Kuning dan Hijau Covid-19

Jokowi mengharapkan daerah yang berada di zona kuning bisa ditingkatkan sehingga masuk ke dalam zona hijau Covid-19.

KESEHATAN | 11 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS