Pandemi Covid-19 Pengaruhi Kesehatan Mental Masyarakat
INDEX

BISNIS-27 450.793 (-2.26)   |   COMPOSITE 5144.05 (-15.82)   |   DBX 982.653 (2.46)   |   I-GRADE 141.194 (-0.62)   |   IDX30 430.883 (-2.17)   |   IDX80 114.327 (-0.59)   |   IDXBUMN20 295.098 (-2.05)   |   IDXG30 119.385 (-0.73)   |   IDXHIDIV20 382.257 (-1.97)   |   IDXQ30 125.574 (-0.78)   |   IDXSMC-COM 221.901 (-0.43)   |   IDXSMC-LIQ 259.068 (-1.66)   |   IDXV30 107.621 (-1.14)   |   INFOBANK15 842.759 (-2.22)   |   Investor33 376.322 (-1.83)   |   ISSI 151.265 (-0.8)   |   JII 550.5 (-4.84)   |   JII70 187.95 (-1.54)   |   KOMPAS100 1026.39 (-5.14)   |   LQ45 794.213 (-3.71)   |   MBX 1420.94 (-5.57)   |   MNC36 281.737 (-1.36)   |   PEFINDO25 284.937 (-1.16)   |   SMInfra18 242.709 (-2.12)   |   SRI-KEHATI 318.969 (-1.57)   |  

Pandemi Covid-19 Pengaruhi Kesehatan Mental Masyarakat

Jumat, 4 September 2020 | 23:38 WIB
Oleh : Indah Handayani / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Pandemi Covid-19 yang telah berlangsung sejak awal tahun 2020, telah membuat banyak perubahan dalam semua aspek kehidupan masyarakat di Indonesia.

Sayangnya, tidak semua individu siap dan dapat beradaptasi dengan situasi ini. Hal itu, tentu saja akan mempengaruhi mental ataupun kejiwaan seseorang. Untuk itu, menjaga kesehatan jiwa juga sama pentingnya dengan menjaga kesehatan fisik di masa pandemi ini.

Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa Siloam Hospitals Palangkaraya, dr Etty Christina Baboe SpKJ mengatakan, secara tidak langsung pandemi Covid-19 juga berdampak pada kesehatan mental. Hal itu ditandai dengan gejala psikiatrik berupa cemas akan sesuatu yang buruk akan terjadi, kuatir berlebih, mudah marah, dan sulit rileks.

"Ada pula yang merasa sedih sehingga mengalami gangguan tidur, kurang percaya diri, mudah lelah, dan kurang minat. Hingga timbul perasaan takut," ujar dr Etty di sela Health Talk Siloam Hospitals Palangkaraya, Jumat (4/9/2020).

Bahayanya, lanjut Etty, efek stres ini juga akan mempengaruhi tubuh. Mulai dari otak dan sistem saraf berupa nyeri kepala dan tidak bertenaga, kardiovaskuler dengan peningkatan denyut jantung dan tekanan darah, pencernaan mengalami mual, nyeri perut, dan gangguan nafsu makan. "Bisa juga akan mempengaruhi pankreas sehingga peningkatan risiko diabetes hingga organ produksi dapat berupa gangguan siklus menstruasi,” ungkapnya.

Lebih lanjut, dr Etty memaparkan, menjaga kesehatan jiwa tak kalah pentingnya dengan kesehatan fisik selama masa pandemi ini. Caranya, dengan jaga gizi seimbang, makan dan minum yang sehat dan teratur, istirahat dan tidur yang cukup, dan tetaplah sibuk dengan menjalankan hobi serta minat.

"Jika diperlukan buat daftar kegiatan yang membuat suasana hati menjadi senang dan nyaman. Lakukan me time, dan jangan ragu-ragu untuk menyampaikan perasaan kepada orang yang dipercayai," jelasnya.

Tidak hanya itu, kata dr Etty, lakukan kegiatan dan kebiasaan baik selama di rumah. Misalnya lakukan kegiatan harian secara teratur, olahraga ringan dan gerak tubuh seperti senam ringan. "Bisa juga menonton film kesukaan. Serta, selalu terhubung dengan teman atau sebaya secara daring. Tak lupa beribadah dan berdoa,” paparnya.

Kondisi pandemi ini, kata dr Etty, juga mempengaruhi kejiwaan anak-anak. Untuk itu, bantu anak-anak menemukan cara positif untuk mengekspresikan perasaan seperti ketakutan dan kesedihan. Tetap lakukan rutinitas yang sudah biasa dilakukan dalam kehidupan sehari-hari sebanyak mungkin atau ciptakan rutinitas baru.

"Hindari memisahkan anak-anak dari pengasuhnya sedapat mungkin. Bisa juga mengajak anak mendiskusikan Covid-19 secara jujur dan disesuaikan dengan usianya," tandasnya.

Sedangkan bagi lanjut usia atau lansia, lanjut dr Etty, terutama yang diisolasi dan mereka dengan penurunan kognitif atau demensia dapat menjadi lebih cemas, marah, stres, gelisah, dan menarik diri selama wabah atau saat di karantina.

"Berikan dukungan praktis dan emosional melalui jejaring informasi seperti keluarga dan profesional kesehatan. Bagikan fakta sederhana dengan bahasa yang mudah dipahami tentang apa yang sedang terjadi dan berikan informasi yang jelas tentang cara mengurangi risiko infeksi. Bantulah atau berikan akses ke pusat layanan kesehatan terutama pada lansia dengan komorbid penyakit fisik," tegasnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

71 Perawat Gugur Akibat Covid-19, Ketua PPNI: Banyak yang Enggan Melapor

Banyak perawat yang enggan melapor karena takut terjadi stigma negatif terhadap mereka.

KESEHATAN | 4 September 2020

75% Faskes Tidak Melakukan Pemeriksaan Swab Rutin

Masih ada tenaga kesehatan (2 persen) yang tidak mendapatkan alat pelindung diri (APD) dari fasilitas kesehatannya.

KESEHATAN | 4 September 2020

Hadapi Pandemi, 82% Nakes Alami Burnout Syndrome

Tingginya risiko nakes menderita burnout syndrome akibat pajanan stres yang luar biasa berat di fasilitas kesehatan selama pandemi.

KESEHATAN | 4 September 2020

Sebaran Kasus Harian Covid-19: DKI Jakarta Masih Terbanyak, Jabar Kedua

DKI Jakarta masih tercatat memiliki penambahan kasus Covid-19 tertinggi di Indonesia hari ini, Jumat (4/9/2020). Jabar di posisi kedua.

KESEHATAN | 4 September 2020

Update Covid-19: Tambah 3.269, Kasus Positif di Indonesia Jadi 187.537

Pada Jumat (4/9/2020), terdapat penambahan kasus baru sebanyak 3.269. Total kasus Covid-19 di Indonesia mencapai 187.537.

KESEHATAN | 4 September 2020

Sosiolog: Perlu Edukasi tentang Standarisasi Masker

Apakah pemerintah sudah memastikan bahwa masker yang dijual di jalanan sudah terstandarisasi?

KESEHATAN | 3 September 2020

Sosiolog: Masyarakat Butuh Testimoni Pasien Covid-19 yang Sembuh

Sebab, saat ini masih ada public distrust kepada pemerintah.

KESEHATAN | 3 September 2020

Epidemiolog Dukung Peningkatan Tes Swab PCR

Tes swab PCR memang wajib diperbanyak dilakukan terlebih di Indonesia yang memiliki jumlah penduduk besar.

KESEHATAN | 4 September 2020

Merck Dukung Eijkman Percepat Penelitian Vaksin Covid-19

Merck mendukung Lembaga Eijkman untuk mempercepat penelitian vaksin di Indonesia, melalui donasi peralatan dan material riset senilai Rp1,2 miliar.

KESEHATAN | 3 September 2020

Tips Menjaga Diri Tetap Sehat Mental Saat WFH

Menjalani WFH di tengah pandemi Covid-19 memiliki resiko bagi kesehatan mental seseorang.

KESEHATAN | 3 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS