Pelayanan Rehabilitasi Medik Gunakan Pendekatan One Gate System
INDEX

BISNIS-27 510.175 (-19.05)   |   COMPOSITE 5783.33 (-170.92)   |   DBX 1064.04 (-1.68)   |   I-GRADE 168.858 (-6.97)   |   IDX30 499.932 (-21.14)   |   IDX80 131.904 (-5.19)   |   IDXBUMN20 373.781 (-18.36)   |   IDXG30 136.463 (-5.44)   |   IDXHIDIV20 450.262 (-18.14)   |   IDXQ30 146.101 (-6.28)   |   IDXSMC-COM 248.411 (-4.72)   |   IDXSMC-LIQ 303.864 (-9.61)   |   IDXV30 127.988 (-5.5)   |   INFOBANK15 983.467 (-36.67)   |   Investor33 429.105 (-16.64)   |   ISSI 169.797 (-4.69)   |   JII 620.069 (-22.27)   |   JII70 213.196 (-7.01)   |   KOMPAS100 1177.3 (-42.41)   |   LQ45 920.112 (-37.05)   |   MBX 1606.46 (-54)   |   MNC36 321.125 (-12.61)   |   PEFINDO25 316.867 (-8.64)   |   SMInfra18 295.49 (-13.73)   |   SRI-KEHATI 366.206 (-13.72)   |  

Pelayanan Rehabilitasi Medik Gunakan Pendekatan One Gate System

Selasa, 22 September 2020 | 21:18 WIB
Oleh : Feriawan Hidayat / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), pelayanan rehabilitasi medik juga dijamin oleh BPJS Kesehatan berdasarkan indikasi medis dan sesuai dengan standar pelayanan.

Pelayanan rehabilitasi medik merupakan pelayanan kesehatan terhadap gangguan fisik dan fungsional yang diakibatkan oleh keadaan atau kondisi sakit, penyakit atau cedera melalui paduan intervensi medis, keterapian fisik, dan atau rehabilitatif untuk mencapai kemampuan fungsi yang optimal.

Pelayanan rehabilitasi medik ini diberikan oleh tim rehabilitasi medik yang terdiri dari Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi (SpKFR) sebagai dokter penanggung jawab pasien (DPJP) rehabilitasi medik, fisioterapis, terapis wicara, terapis okupasi, psikolog, perawat rehabilitasi medis, orthotic prosthetic, hingga petugas sosial medik.

Ada berbagai macam terapi pengobatan yang diberikan oleh tim rehabilitasi medik. Regimen terapi mengacu pada hasil assessment kebutuhan rehabilitasi medik sesuai indikasi medis dari dokter Sp.KFR.

Ketua Umum Perhimpunan Besar Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi Indonesia (PB Perdosri), Dr dr Tirza Z Tamin SpKFR (K) menyampaikan, pelayanan rehabilitasi medis ini dilaksanakan melalui pendekatan sistem pelayanan satu pintu (one gate system).

"Artinya setiap pasien yang memerlukan pelayanan rehabilitasi medik harus mendapatkan pengkajian, penegakan, diagnosis medis dan fungsional, prognosis, penetapan goal atau tujuan, serta penetapan tatalaksana rehabilitasi medik oleh SpKFR sesuai dengan regulasi yang mengatur tentang pelayanan rehabilitasi medik di Rumah Sakit (Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 378 tahun 2008)," kata dr Tirza di Jakarta, Selasa (22/9/2020).

Pendekatan ini, menurut dr Tirza, sangat penting. Sebab, pelayanan rehabilitasi medik merupakan tindakan yang membutuhkan waktu cukup panjang. Sehingga apabila tidak dilakukan dengan tepat, akan membuat pasien menghabiskan waktu yang lama tanpa hasil terapi yang jelas.

Di sisi lain, pengelolaan tindakan rehabilitasi medik yang tidak tepat dapat menyebabkan risiko terhadap keselamatan pasien, misalnya pemberian modalitas terapi diatermi (terapi panas dalam) yang memiliki risiko luka bakar atau tidak boleh pada kasus tumor/keganasan akan berakibat buruk pada pasien bila diberikan tidak sesuai dengan indikasi dan kontraindikasi pemberiannya.

"Assessment kebutuhan rehabilitasi medik harus diberikan oleh SpKFR sebagai DPJP. Adapun DPJP ini merupakan dokter yang memang kompeten di bidangnya," jelasnya.

Bila memang rumah sakit tidak memiliki SpKFR, menurut dr Tirza, solusinya adalah dengan meminta tenaga dokter SpKFR kepada Perdosri. Saat ini, Perdosri juga tengah berupaya memenuhi ketersediaan dokter SpKFR di setiap rumah sakit, khususnya rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.

Sejak dikeluarkannya Peraturan BPJS Kesehatan Nomor 1 Tahun 2020 tentang Prosedur Penjaminan Operasi Katarak dan Rehabilitasi Medik dalam Program Jaminan Kesehatan, Perdosri juga telah aktif mengisi tenaga dokter SpKFR di rumah sakit yang sebelumnya tidak memiliki SpKFR.

"Fokus Perdosri saat ini adalah pemerataan SpKFR. Sekarang ini kan dibilangnya tidak ada SpKFR di sebagian rumah sakit. Terkait hal ini, kita juga melakukan optimalisasi. Misalnya melalui SIP (Surat Izin Praktik Dokter), ini kan bisa menjadi 3. Kemudian melalui Surat Tugas, setiap dua minggu kita bisa datang ke sana. Tugas Belajar (Tubel) yang dari PPSDM juga akan ke sana," jelas dr Tirza.

"Kemudian untuk lulusan baru, ada 40 sampai 50 lulusan baru per enam bulan sudah kita buat untuk penetapan SIP-nya. Jadi kita lihat kelas rumah sakitnya. Misalkan di rumah sakit kelas C sudah ada dua orang SpKFR, kita minta ketua cabang Perdosri untuk disebar ke tempat yang belum ada SpKFR. Lalu, center pendidikan juga sudah ditambah 6 menjadi 11," tambahnya.

Permasalahan yang terjadi di lapangan, kata dr Tirza, banyak rumah sakit yang tidak memiliki SpKFR, namun tidak meminta ke Perdosri. Saat ini ada sekitar 100 rumah sakit yang tidak memiliki SpKFR dan belum meminta kepada Perdosri.

"Dengan keluarnya Peraturan BPJS Kesehatan tentang pelayanan rehabilitasi medik, sudah banyak rumah sakit yang meminta dokter SpKFR dan sudah kita isi. Jumlahnya ada sekitar 150 rumah sakit yang kita isi. Tetapi saat ini masih ada sekitar 100 rumah sakit yang belum meminta kepada kami, padahal sebetulnya dokter SpKFR ini sudah siap kalau diminta," paparnya.

Untuk daerah-daerah yang sulit diakses karena pertimbangan geografis dan belum memungkinkan dipenuhinya SpKFR, Perdosri juga memiliki wacana untuk melatih Dokter Umum Terlatih yang disupervisi oleh SpKFR. Hal ini memungkinkan untuk dilakukan karena dibenarkan secara regulasi di KMK 378/2008.

"Jadi kami imbau kepada rumah sakit yang belum mempunyai SpKFR untuk meminta kepada Perdosri, nanti akan langsung kita turunkan," kata dr Tirza.

"Melalui koordinasi yang optimal tersebut, harapannya pelayanan rehabilitasi medik untuk peserta JKN-KIS menjadi lebih baik dan sesuai dengan tata kelola pelayanan kesehatan yang bermutu dan mengutamakan keselamatan pasien," pungkasnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

IDI Harap Tes PCR Gratis untuk Tenaga Kesehatan di 10 Provinsi

Daerah tersebut, di antaranya DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatera Utara, dan Sulawesi Selatan.

KESEHATAN | 22 September 2020

Kasus Positif Covid-19 Naik Selama Sepekan, Jawa Barat Tertinggi

Kenaikan kasus positif Covid-19 tertinggi terjadi di lima provinsi, dimana Jawa Barat berada ditempat pertama yakni sebanyak 594 orang.

KESEHATAN | 22 September 2020

Satgas Covid-19: Kasus Positif 4.000 Adalah Puncak di Tiga Hari

Hari ini terjadi penambahan kasus Covid-19 sejumlah 4.071.

KESEHATAN | 22 September 2020

Bio Farma Berpeluang Jadi Salah Satu Produsen Vaksin Covid-19 Dunia

Bio Farma masuk dalam daftar tujuh kandidat yang dipercaya CEPI untuk memroduksi vaksin Covid-19 untuk memenuhi kebutuhan dunia.

KESEHATAN | 22 September 2020

Sebelum Vaksin Ditemukan, Pandemi Covid-19 Masih Terus Berlanjut

Kasus Covid-19 di Indonesia, masih akan terus naik sebelum vaksin ditemukan dan bisa disuntikkan.

KESEHATAN | 22 September 2020

Ini Sebaran 4.071 Kasus Baru Covid-19

DKI Jakarta menjadi provinsi terbanyak penyumbang kasus baru Covid-19 sebanyak 1.236.

KESEHATAN | 22 September 2020

117 Dokter Wafat, IDI Minta Fasilitas Layanan Covid-19 Ditambah

Jika tidak, sebagian pasien tidak mendapatkan layanan dan tenaga kesehatan semakin berisiko terpapar Covid-19.

KESEHATAN | 22 September 2020

VitaminDiskon Optimistis Rebut Pasar Online Produk Kesehatan

PT Samudra Retail Indonesia menghadirkan layanan e-commerce di segmen produk kesehatan dan kecantikan dengan nama VitaminDiskon.

KESEHATAN | 22 September 2020

Pasien Isolasi Mandiri Tower 4 dan 5 Wisma Altet Berkurang 112 Orang

Saat ini jumlah pasien di tower 4 dan 5 berjumlah 1.664 orang.

KESEHATAN | 22 September 2020

Aido Health Bantu Tingkatkan Komunikasi Dokter dan Pasien

Aido Health berharap para tenaga medis mendapatkan pengetahuan mengenai tata cara komunikasi yang efektif di dunia serba digital ini.

KESEHATAN | 22 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS