Pengetahuan Ibu Pengaruhi Asupan Gizi Keluarga
INDEX

BISNIS-27 450.657 (-0.17)   |   COMPOSITE 5126.33 (-0.48)   |   DBX 964.304 (2.12)   |   I-GRADE 140.573 (0.13)   |   IDX30 429.149 (0.46)   |   IDX80 113.629 (0.19)   |   IDXBUMN20 294.159 (0.12)   |   IDXG30 119.586 (-0.02)   |   IDXHIDIV20 382.889 (0.21)   |   IDXQ30 125.935 (-0.19)   |   IDXSMC-COM 219.954 (0.48)   |   IDXSMC-LIQ 256.971 (-0.36)   |   IDXV30 106.718 (0.26)   |   INFOBANK15 842.264 (-0.64)   |   Investor33 375.573 (0.11)   |   ISSI 150.643 (0.48)   |   JII 545.954 (2.75)   |   JII70 186.804 (0.86)   |   KOMPAS100 1025.81 (-0.05)   |   LQ45 790.454 (0.49)   |   MBX 1419.3 (-0.61)   |   MNC36 282.56 (-0.55)   |   PEFINDO25 281.129 (-0.09)   |   SMInfra18 242.071 (0.05)   |   SRI-KEHATI 317.648 (0.34)   |  

Pengetahuan Ibu Pengaruhi Asupan Gizi Keluarga

Kamis, 24 September 2020 | 20:35 WIB
Oleh : Indah Handayani / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Ibu memegang peranan penting dalam kesehatan keluarga, terutama asupan gizi yang seimbang. Sayangnya, hingga saat ini masih banyak ibu-ibu di Indonesia yang belum teredukasi dengan baik mengenai pemenuhan asupan gizi keluarga.

Salah satunya, rendahnya pengetahuan ibu mengenai kental manis bukanlah susu dan bukan untuk konsumsi anak di bawah lima tahun (Balita). Padahal, kental manis memberikan dampak buruk bagi Balita. Mulai stunting, obesitas, perkembangan dan pertumbuhan otak serta sarafnya terganggu, hingga tingkat kecerdasannya sangat rendah.

Ketua Harian Yayasan Abhipraya Insan Cendekia Indonesia (YAICI), Arif Hidayat mengatakan, pihaknya bersama PP Aisyiyah dan PP Muslimat NU telah melakukan penelitian di beberapa kota dan kabupaten di Indonesia pada 2018-2019. Penelitian tersebut dilakukan terhadap ibu mengingat ibu memiliki peran dalam asupan pangan anak dan keluarga.

"Tingkat pengetahuan dan kesadaran ibu sangat menentukan dalam pemilihan jenis pangan anak dan keluarga. Pengetahuan ibu, serta paparan informasi terhadap ibu sangat mempengaruhi persepsi ibu tentang asupan gizi keluarga,” ungkap Arif dalam keterangan pers diterima Kamis (24/9/2020).

Menurut Arif, pada penelitian 2018 bekerjasama dengan Yayasan Peduli Negeri dan Universitas Haluoleo untuk di wilayah Kendari dan dengan Stikes Ibnu Sina di Batam, penelitian tersebut menunjukan sebanyak 97 persen ibu di Kendari dan 78 persen ibu di Batam memiliki persepsi kental manis adalah susu yang bisa dikonsumsi layaknya minuman susu untuk anak.

Pada 2019, lanjut dia, YAICI bersama PP Aisyiyah juga telah melakukan penelitian yang sama dengan melibatkan responden di Provinsi Aceh, Kalimantan Tengah dan Sulawesi Utara. Hasilnya menyebutkan, iklan produk pangan pada media massa khususnya televisi sangat mempengaruhi keputusan orang tua terhadap pemberian asupan gizi untuk anak.

Sebanyak 37 persen responden meyatakan, kental manis adalah susu, bukan topping, dan 73 persen responden mengetahui informasi kental manis sebagai susu dari iklan televisi.

"Betapa televisi menjadi konsumsi harian masyarakat yang berpengaruh terhadap pembentukan persepsi. Iklan sebagai promosi produk yang ditayangkan berulang yang akhirnya akan mempengaruhi persepsi masyarakat terhadap produk yang diiklankan. Salah satu contohnya adalah kental manis, selama ini diiklankan sebagai susu, maka hingga hari ini masih ada masyarakat yang mengkonsumsi kental manis sebagai susu, meskipun BPOM telah melarang,” jelas Arif.

Arif menegaskan, hasil penelitian tersebut nantinya akan menjadi materi yang disampaikan kepada pemerintah, baik DPR, BPOM, Kementerian Kesehatan (Kemkes) serta produsen agar ikut serta bertanggung jawab mengedukasi masyarakat.

Tidak hanya tu, penelitian ini juga diharapkan dapat menjadi pertimbangan pihak terkait terutama BPOM untuk dapat meningkatkan pengawasan terhadap pelaksanaan aturan mengenai label dan promosi kental manis oleh produsen.

Terhadap Kemkes, Arif berharap institusi ini dapat mengoptimalkan segala saluran untuk memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat.

"Kemkes harusnya bisa mengedukasi masyarakat melalui iklan layanan masyarakat atau mengoptimalkan sosial media untuk secara rutin mengedukasi masyarakat mengenai penggunaan kental manis,” tutupnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Lacak Covid-19, Kemristek BRIN Kembangkan Health Passport

Sesuai target WHO, testing minimal 1:1000 penduduk per minggu. Indonesia sudah berhasil mencapai 62 persen dan menuju 267.000 orang per minggunya.

KESEHATAN | 24 September 2020

Untuk Tingkatkan Kesembuhan, Satgas Covid-19: Belajar dari Inovasi Tiga Provinsi Ini

Wiku Adisasmito mengatakan provinsi-provinsi yang ada di Indonesia perlu belajar daritiga provinsi ini untuk meningkatkan persentase kesembuhan.

KESEHATAN | 24 September 2020

KPCPEN: Farmasi Dalam Negeri dalam Proses Produksi Antivirus Lokal

Dua perusahaan farmasi nasional, Indofarma dan Kimia Farma tengah berupaya memproduksi obat antiviral lokal

KESEHATAN | 24 September 2020

Satgas Buat Pedoman Cegah Penyebaran Covid-19 di Apotek

Satgas Covid-19 menilai, apotek merupakan fasilitas kesehatan yang perannya sangat krusial dalam penanganan Covid-19.

KESEHATAN | 24 September 2020

Sepekan, Tingkat Kesembuhan Covid-19 Naik 35,8 %

Selama sepekan ini, tingkat kesembuhan pasien Covid-19 mengalami kenaikan cukup besar, yakni 35,8 persen dibandingkan pekan sebelumnya.

KESEHATAN | 24 September 2020

IAI Sebut Ratusan Apoteker Terpapar Covid-19

IAI sudah membuat sejumlah pedoman atau standar operasional prosedur (SOP) untuk layanan kefarmasian selama pandemi Covid-19.

KESEHATAN | 24 September 2020

Ini Sebaran 4.634 Kasus Baru Covid-19

Dari jumlah 4.634 kasus baru Covid-19 secara nasional, DKI Jakarta masih menjadi penyumbang terbanyak dengan 1.044 kasus baru.

KESEHATAN | 24 September 2020

Satgas Covid-19: Disiplin Jalankan Protokol Kesehatan, Jangan Sampai 5.000 Kasus!

Sudah selama empat hari berturut-turut penambahan kasus positif harian tembus angka 4.000 lebih, bahkan hampir mendekati angka 5.000 kasus.

KESEHATAN | 24 September 2020

Penanaman PHBS Sejak Dini Cegah Penyebaran Covid-19

Indonesia menduduki peringkat pertama terkait proporsi angka kejadian Covid-19 pada anak.

KESEHATAN | 24 September 2020

Lagi, Kasus Baru Covid-19 Catat Rekor Baru 4.634

Berarti dalam waktu lima hari sudah terjadi empat kali rekor kasus baru Covid-19 atau keempat kalinya secara beruntun terjadi penambahan di atas 4.000.

KESEHATAN | 24 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS