Tips Menghindari Emotional Eating di Masa Pandemi
INDEX

BISNIS-27 509.396 (-2.72)   |   COMPOSITE 5822.94 (-12.46)   |   DBX 1088.19 (9.8)   |   I-GRADE 169.852 (-1.35)   |   IDX30 498.88 (-2.76)   |   IDX80 132.065 (-0.41)   |   IDXBUMN20 376.263 (-3.13)   |   IDXG30 135.508 (-0.99)   |   IDXHIDIV20 449.517 (-1.84)   |   IDXQ30 145.713 (-1.14)   |   IDXSMC-COM 252.052 (0.88)   |   IDXSMC-LIQ 309.347 (0.24)   |   IDXV30 130.911 (1.46)   |   INFOBANK15 993.498 (-9.24)   |   Investor33 428.541 (-2.51)   |   ISSI 170.173 (-0.26)   |   JII 616.286 (-0.48)   |   JII70 212.951 (-0.33)   |   KOMPAS100 1185.6 (-4.97)   |   LQ45 921.176 (-4.93)   |   MBX 1613.76 (-6.11)   |   MNC36 320.851 (-1.83)   |   PEFINDO25 318.369 (-4.14)   |   SMInfra18 296.861 (-1.08)   |   SRI-KEHATI 366.856 (-2.5)   |  

Tips Menghindari Emotional Eating di Masa Pandemi

Senin, 28 September 2020 | 21:41 WIB
Oleh : Indah Handayani / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Banyak orang merasa stres dalam menghadapi proses adaptasi kebiasaan baru (AKB) di masa pandemi Covid-19. Padahal, stres dapat memicu kebiasaan makan yang kurang sehat dan akhirnya berdampak kurang baik pada tubuh atau sering disebut dengan emotional eating.

Senior Director Worldwide Nutrition Education and Training Herbalife Nutrition, Susan Bowerman mengatakan, respon alami tubuh terhadap stres membuat lebih aktif dan waspada. Namun, ketika respon terhadap stres diaktifkan secara terus menerus, hal tersebut dapat membebani kekebalan tubuh, sehingga lebih sulit bagi tubuh untuk menangkal penyakit.

"Sistem kekebalan tubuh yang baik bergantung pada pola makan kaya nutrisi. Sehingga, menjamin terpenuhinya kecukupan nutrisi tubuh menjadi salah satu pertahanan terbaik melawan penyakit, terutama menghadapi masa-masa ketidakpastian seperti saat ini,” ungkapnya dalam keterangan Senin (28/9/2020).

Menurut Susan, hal itu lebih mudah untuk diucapkan dibanding dilakukan. Pasalnya, stres juga dapat menyebabkan kelelahan dan depresi. Jika demikian, pelarian yang mudah adalah dengan makan.

"Ada baiknya anda mulai memikirkan untuk mengganti pola makan yang cepat dan nyaman yang seringkali sarat dengan lemak, garam dan gula, menjadi makanan sehat. Jika Anda beralih ke kafein untuk menangkal kelelahan, itu juga bisa menjadi bumerang, dengan mengganggu tidur," jelasnya.

Menurut Susan, jika makanan yang sering dikonsumsi berkalori tinggi, hal tersebut dapat menstimulasi pelepasan zat kimia tertentu di otak yang membuat tubuh merasa lebih baik. Setidaknya, hal itu terjadi untuk jangka pendek dan membuat ingin makan terus.

"Namun, makan berlebihan dapat menyebabkan pertambahan berat badan yang dapat berujung pada tekanan psikologis dan berakhir dengan makan lebih banyak," katanya.

Jika tidak dapat mengusir stres dari pikiran, lanjut Susan, makanan seimbang dapat membantu untuk mengatur cara merespon stres. Cobalah untuk memasukkan beberapa protein tanpa lemak pada daftar menu.

"Produk seperti unggas, telur, produk susu rendah lemak, daging tanpa lemak, ikan, kacang-kacangan atau produk kedelai. Protein juga memuaskan rasa lapar dan membantu tetap waspada secara mental. Selanjutnya, lengkapi makanan dengan buah-buahan segar, sayuran, dan biji-bijian," pungkasnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pentingnya Konsumsi Vitamin di Masa Pandemi Covid-19

Asupan vitamin dapat membantu daya tahan tubuh secara optimal di tengah pandemi Covid-19.

KESEHATAN | 28 September 2020

Angka Harapan Hidup Pasien Gagal Jantung Rendah

Penyebab terbanyak pasien gagal jantung adalah hipertensi, penyakit jantung koroner, dan diabetes.

KESEHATAN | 28 September 2020

Kenali Beda Sesak Napas Akibat Covid-19 dengan Serangan Jantung

Kejadian sesak napas yang dialami oleh penderita Covid-19 dan serangan jantung berbeda.

KESEHATAN | 28 September 2020

Survei BPS: 17% Responden Yakin Tak Akan Tertular Covid-19

Responden dengan tingkat pendidikan rendah lebih yakin tidak akan tertular Covid-19.

KESEHATAN | 28 September 2020

Survei BPS: Kesadaran Masyarakat untuk Cuci Tangan Menurun

Perempuan lebih patuh menjalankan protokol kesehatan dibandingkan laki-laki.

KESEHATAN | 28 September 2020

Menlu Retno Tegaskan Uji Klinis Vaksin Covid-19 Berjalan Lancar

Relawan yang sudah mendapatkan suntikan vaksin Covid-19 belum ada yang terkena efek samping berat.

KESEHATAN | 28 September 2020

Doni Monardo: Angka Kesembuhan Pasien Covid-19 Meningkat Pesat

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemkes) hingga 27 September 2020, pasien sembuh mencapai 203.014 orang.

KESEHATAN | 28 September 2020

Ruang Isolasi di DKI Masih Tersedia 3.546 Tempat Tidur

Menurut Doni, tempat tidur untuk ruang isolasi yang tersedia di DKI Jakarta termasuk rumah sakit rujukan Covid-19 dan Wisma Atlet, masih ada 3.546 bed.

KESEHATAN | 28 September 2020

Update Covid-19: Tambah 3.509, Kasus Positif di Indonesia Jadi 278.772

Penambahan kasus baru Covid-19 sebanyak 3.509 tersebut didapat dari pemeriksaan spesimen sebanyak 32.189.

KESEHATAN | 28 September 2020

Pemerintah Siapkan Roadmap Vaksinasi Covid-19

Pemerintah akan menyusun daftar prioritas penerima vaksin yang dapat digunakan untuk penguatan tracing.

KESEHATAN | 28 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS