Libur Panjang, Penerapan Protokol Kesehatan Jangan Kendor
INDEX

BISNIS-27 510.733 (0.16)   |   COMPOSITE 5813.99 (20.01)   |   DBX 1076.27 (6.37)   |   I-GRADE 169.305 (0.44)   |   IDX30 499.8 (0.69)   |   IDX80 132.38 (0.22)   |   IDXBUMN20 374.254 (2.75)   |   IDXG30 135.455 (0.01)   |   IDXHIDIV20 450.5 (0.72)   |   IDXQ30 146.053 (0.06)   |   IDXSMC-COM 250.881 (1.26)   |   IDXSMC-LIQ 309.077 (1.56)   |   IDXV30 131.098 (1.1)   |   INFOBANK15 988.482 (3.83)   |   Investor33 429.242 (0.48)   |   ISSI 170.543 (0.21)   |   JII 620.021 (0.07)   |   JII70 214.017 (0.2)   |   KOMPAS100 1185.8 (3.91)   |   LQ45 922.358 (1.42)   |   MBX 1613.53 (4.97)   |   MNC36 321.576 (0.67)   |   PEFINDO25 321.335 (-1.62)   |   SMInfra18 295.407 (1.2)   |   SRI-KEHATI 367.139 (0.9)   |  

Libur Panjang, Penerapan Protokol Kesehatan Jangan Kendor

Selasa, 27 Oktober 2020 | 15:07 WIB
Oleh : Indah Handayani / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi, meminta semua pihak, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, pengelola wisata, pusat belanja, dan restoran, untuk mewaspadai lonjakan angka kasus positif Covid-19 seusai masa libur panjang.

"Momentum libur panjang, tentu akan mendulang efek positif dari sisi perputaran arus ekonomi. Namun di sisi lain, momen libur panjang juga high risk, karena berpotensi mendulang penularan Covid-19 yang lebih masif," kata Tulus melalui pesan singkat, Selasa (27/10/2020).

Menurut Tulus, semua pihak harus konsisten dan tanpa kompromi dalam menerapkan protokol kesehatan secara ketat. "Jangan pertaruhkan kesehatan dan keselamatan masyarakat, hanya karena gelembung ekonomi sesaat," tegasnya.

Untuk itu, kata Tulus, pemerintah baik pusat dan daerah serta aparatus negara harus tegas menegur dan memberikan sanksi bagi pihak yang tidak patuh pada protokol kesehatan, khususnya di pusat keramaian dan kerumunan yang melibatkan banyak orang.

"Masyarakat juga jangan kendor dengan penerapan protokol kesehatan. Apalagi saat perjalanan ke kampung halaman dan atau tempat wisata berpotensi menguras energi dan kemudian mereduksi imunitas," tandasnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Imunomodulator Alami Efektif Tingkatkan Daya Tahan Tubuh

Imugard mengandung 100% ekstrak meniran, daun kelor, dan kunyit yang telah mendapatkan izin edar BPOM.

KESEHATAN | 27 Oktober 2020

Jelang Libur Panjang, Menkes Imbau Pemda Tingkatkan Kewaspadaan

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto meminta seluruh Gubernur, Bupati dan Walikota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penularan Covid-19.

KESEHATAN | 27 Oktober 2020

Satgas Covid-19 Beri Tips Terhindar Covid-19 Saat Libur Panjang

Beberapa kesiapsiagaan harus dilakukan secara mandiri agar masyarakat aman dari terpapar virus Covid-19.

KESEHATAN | 27 Oktober 2020

Satgas Covid-19 Sebut Recovery Rate Terus Meningkat Jadi 80,51%

Tingkat kesembuhan pasien Covid-19 di Indonesia jauh di atas rata-rata dunia.

KESEHATAN | 27 Oktober 2020

Jika Patuhi Protokol Kesehatan, UMKM Bisa Bantu Cegah Penularan Covid-19

Ketika ekonomi berjalan dan ada kasus baru artinya protokol kesehatan belum dilakukan dengan disiplin.

KESEHATAN | 26 Oktober 2020

Sebaran Kasus Baru Covid-19 Hari Ini

DKI masih menjadi provinsi terbanyak kasus baru yakni sebanyak 906 per hari ini.

KESEHATAN | 26 Oktober 2020

Update Covid-19: Tambah 3.222, Kasus Positif di Indonesia Jadi 392.934

Untuk kasus sembuh Covid-19 bertambah 3.908 sehingga total menjadi 317.672 dan kasus meninggal bertambah 112, total menjadi 13.299.

KESEHATAN | 26 Oktober 2020

Presiden Meminta Proses Vaksinasi Harus Dijelaskan Transparan

Proses vaksinasi harus dijelaskan secara transparan dan jelas kepada masyarakat Indonesia.

KESEHATAN | 26 Oktober 2020

Presiden Pastikan Vaksinasi Covid-19 Dilakukan Bertahap

Menurut Presiden masyarakat wajib mengetahui dan mendapat penjelasan secara gamblang mengenai kelompok mana saja yang mendapatkan prioritas vaksinasi lebih awal

KESEHATAN | 26 Oktober 2020

Jokowi: Pelaksanaan Vaksinasi Harus Dipastikan Keamanannya

Presiden Joko Widodo meminta pengadaan dan pelaksanaan vaksinasi betul-betul dipastikan keamanan dan efektivitasnya.

KESEHATAN | 26 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS