Tenaga Kesehatan Ujung Tombak Edukasi Vaksin Covid-19
INDEX

BISNIS-27 511.575 (-1.4)   |   COMPOSITE 5759.92 (23.42)   |   DBX 1054.23 (9.81)   |   I-GRADE 169.662 (-0.8)   |   IDX30 501.412 (-1.48)   |   IDX80 131.739 (0.17)   |   IDXBUMN20 371.622 (2.16)   |   IDXG30 135.832 (0.63)   |   IDXHIDIV20 450.213 (0.05)   |   IDXQ30 146.619 (-0.52)   |   IDXSMC-COM 244.641 (3.77)   |   IDXSMC-LIQ 299.216 (4.65)   |   IDXV30 126.958 (1.03)   |   INFOBANK15 989.895 (-6.43)   |   Investor33 430.473 (-1.37)   |   ISSI 168.725 (1.07)   |   JII 619.114 (0.96)   |   JII70 212.184 (1.01)   |   KOMPAS100 1175.82 (1.47)   |   LQ45 920.779 (-0.67)   |   MBX 1601.16 (5.3)   |   MNC36 321.923 (-0.8)   |   PEFINDO25 313.689 (3.18)   |   SMInfra18 292.004 (3.49)   |   SRI-KEHATI 368.014 (-1.81)   |  

Tenaga Kesehatan Ujung Tombak Edukasi Vaksin Covid-19

Minggu, 22 November 2020 | 17:29 WIB
Oleh : Feriawan Hidayat / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Sebagai upaya penanganan pandemi virus corona atau Covid-19 yang tak kunjung reda, banyak lembaga penelitian dan produsen vaksin di seluruh dunia berlomba-lomba mengembangkan vaksin Covid-19.

Berdasarkan data WHO Landscape on Covid-19 Vaccine per tanggal 12 November 2020, saat ini telah terdapat 212 kandidat vaksin Covid-19 dari 8 jenis platform yang berbeda. Vaksin tersebut, saat ini sedang diteliti, baik yang masih dalam tahap uji pra-klinik maupun uji klinik (atau uji pada manusia).

Advisor Yayasan Bersatu Sehatkan Indonesia sekaligus founder InHarmony Clinics, dr Kristoforus Hendra Djaya SpPD MBA mengatakan, sebanyak 48 kandidat vaksin yang telah memasuki tahap uji klinik, 11 diantaranya telah memasuki tahap uji klinik fase 3, yaitu uji klinik tahap akhir sebagai persyaratan mendapatkan izin edar.

"Salah satunya, vaksin Coronavac produksi Sinovac Biotech dari Tiongkok yang saat ini sedang melakukan uji klinik fase 3 di lima negara, termasuk di Indonesia,” kata Kristoforus Hendra Djaya dalam keterangan pers yang diterima Beritasatu.com, Minggu (22/11/2020).

Menurut Kristoforus, vaksinasi memang telah dinobatkan oleh WHO dan CDC sebagai salah satu upaya pencegahan terbaik dalam bidang kesehatan masyarakat.

Vaksinasi telah mendapat perhatian publik dan diperbincangkan banyak orang, terutama sejak viralnya kabar terkait vaksin Covid-19. Kesadaran dan pengetahuan masyarakat akan pentingnya vaksinasi juga semakin meningkat.

Namun, kata Kristoforus, berbagai organisasi global dan nasional, termasuk Unicef, WHO, Immunization Action Coalition (IAC), dan Kementerian Kesehatan (Kemkes) telah mendata adanya penurunan yang drastis terhadap pengguna layanan imunisasi bayi dan anak hingga dewasa di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

"Walaupun layanan imunisasi bayi sudah mulai meningkat kembali, jumlah permintaannya belum kembali ke semula. Sedangkan vaksinasi dewasa masih sangat terpuruk hingga saat ini. Belum lagi, ditambah masih adanya berbagai tantangan telah berdatangan dari berbagai pihak dan golongan kepentingan,” jelasnya.

Kristoforus memaparkan, antivaksinasi dan vaksin hesitansi telah ada sejak lama, yang menyebabkan berbagai penyakit belum berhasil dikendalikan apalagi dieradikasi sesuai target dari WHO.

"Politisasi terhadap vaksinasi pun sudah mulai ramai dipergunjingkan masyarakat terhadap vaksin Covid-19 yang akan segera diluncurkan. Nah disinilah peran dokter dan tenaga kesehatan (nakes) sebagai ujung tombak dalam mengedukasi masyarakat menjadi sangat penting,” paparnya.

Menurut Kristoforus, para dokter harus bisa mengembalikan keyakinan masyarakat akan pentingnya vaksinasi dan imunisasi, meningkatkan cakupan imunisasi, hingga pada akhirnya dapat menyelamatkan lebih banyak nyawa dan mencegah terjadinya Twindemics, suatu epidemi di dalam pandemi akibat menurunnya cakupan imunisasi.

“Termasuk meningkatkan penerimaan masyarakat terhadap vaksinasi Covid-19 yang akan diluncurkan tahun depan. Oleh karena itu, diperlukan adanya update informasi mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan vaksinasi dan imunisasi di era pandemi bagi para dokter se-Indonesia,” tegasnya.

Saat ini, kata Kristoforus, merupakan waktu yang paling tepat untuk menambah dan menyegarkan kembali pengetahuan para tenaga medis, terutama para dokter mengenai vaksinasi, pentingnya edukasi, dan mencegah hesitansi.

"Para dokter harus bisa menjadi frontline educators dan trusted source of information demi masyarakat Indonesia yang sehat. Bersama para dokter dan rekan sejawat di Indonesia, kami percaya pesan-pesan positif akan mampu menjangkau masyarakat secara lebih luas,” demi menuju Indonesia yang lebih sehat,” pungkasnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Ketua MPR Dorong Pemerintah Penuhi Standar WHO soal Pemeriksaan Spesimen Covid-19

Ketua MPR Bambang Soesatyo meminta agar pemerintah segera bertindak cepat agar bisa memenuhi standar pemeriksaan spesimen Covid-19 yang ditetapkan WHO.

KESEHATAN | 22 November 2020

Update Covid-19: Tambah 4.360 Kasus Positif di Indonesia Jadi 497.668

Kasus baru Covid-19 di Indonesia bertambah 4.360 dalam 24 jam sampai Minggu (22/11/2020) siang WIB. Total kasus Covid-19 di Indonesia menjadi 497.668.

KESEHATAN | 22 November 2020

Doni Monardo: Lacak Kontak Kerja Kemanusiaan, Mengapa Ditolak?

Titik paling krusial saat ini dalam menekan risiko kematian akibat Covid-19 dengan menjaga agar pasien tidak berpindah fase atau kategori sakit.

KESEHATAN | 22 November 2020

Lewat Zumba Kids, Denada Bangkitkan Semangat Anak Pengidap Kanker

Melalui kelas virtual Zumba Kids, Denada berharap dapat memberikan anak-anak pengidap kanker kebahagiaan dan alasan untuk tersenyum.

KESEHATAN | 21 November 2020

Update Covid-19: Tambah 4.998, Kasus Positif di Indonesia Jadi 493.308

Kasus baru Covid-19 di Indonesia bertambah 4.998 selama 24 jam terakhir sampai Sabtu (21/11/2020) siang WIB. Total kasus Covid-19 di Indonesia menjadi 493.308.

KESEHATAN | 21 November 2020

Penelitian Temukan 1 dari 4 Balita Minum Kental Manis Setiap Hari

PP Aisyiyah dan PP Muslimat NU menemukan 1 dari 4 anak bayi di bawah lima tahun (balita) masih meminum kental manis setiap hari.

KESEHATAN | 21 November 2020

Testing Covid-19 Massal Masih Dibutuhkan untuk Memutus Pandemi

Per 17 November 2020, Indonesia telah menguji 0,12 orang per 1.000 setiap harinya selama rata-rata 7 hari. Angka ini jauh di bawah negara-negara lain di Asia.

KESEHATAN | 20 November 2020

IUIGA Bagikan Vitamin C ke Seluruh Pelanggan

IUIGA membagikan vitamin C di setiap pembelian produk IUIGA tanpa minimum pembelanjaan baik pembelian "online" maupun "offline".

KESEHATAN | 20 November 2020

Siloam Hadirkan Tes Molekuler Covid-19 dengan Hasil Singkat

Hasilnya bisa diketahui hanya dalam waktu lima menit.

KESEHATAN | 20 November 2020

Total Ada 77 Orang Positif Covid-19 dari Kegiatan di Petamburan, Tebet dan Mega Mendung

Rinciannya dari kegiatan di Petamburan ada 15 orang positif Covid-19, lalu dari Megamendung ada 20 orang positif dan 55 orang positif dari kegiatan di Tebet.

KESEHATAN | 20 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS