Pencari Suaka Ditolak Masyarakat, Lurah dan Camat Diminta Lakukan Pendekatan
INDEX

BISNIS-27 431.53 (3.3)   |   COMPOSITE 4906.55 (23.32)   |   DBX 934.495 (0.17)   |   I-GRADE 129.531 (0.89)   |   IDX30 408.573 (2.68)   |   IDX80 107.231 (0.62)   |   IDXBUMN20 271.434 (0.91)   |   IDXG30 114.42 (0.71)   |   IDXHIDIV20 364.598 (2.32)   |   IDXQ30 119.596 (0.79)   |   IDXSMC-COM 210.435 (0.47)   |   IDXSMC-LIQ 236.069 (1.13)   |   IDXV30 101.606 (0.73)   |   INFOBANK15 772.076 (7.67)   |   Investor33 357.854 (2.91)   |   ISSI 144.258 (0.4)   |   JII 521.112 (2.59)   |   JII70 177.199 (0.72)   |   KOMPAS100 960.444 (6.64)   |   LQ45 749.999 (4.66)   |   MBX 1355.95 (7.37)   |   MNC36 267.764 (1.9)   |   PEFINDO25 261.843 (-0.09)   |   SMInfra18 232.762 (0.72)   |   SRI-KEHATI 301.662 (2.59)   |  

Pencari Suaka Ditolak Masyarakat, Lurah dan Camat Diminta Lakukan Pendekatan

Senin, 15 Juli 2019 | 16:59 WIB
Oleh : Lenny Tristia Tambun / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) DKI meminta lurah dan camat melakukan pendekatan kepada warga, terkait adanya spanduk berisi penolakan terhadap keberadaan tempat penampungan sementara bagi para pencari suaka terpasang di bangunan eks Kodim, Kalideres, Jakarta Barat, Minggu (14/7/2019).

Kepala Badan Kesbangpol DKI, Taufan Bakri, mengakui, banyak masyarakat menolak para pencari suaka yang diberikan lokasi pengungsian sementara di sekitar permukiman warga. Namun, ada juga warga yang mendukung para pencari suaka diberikan tempat tinggal sementara.

Bagi warga yang menolak, Taufan meminta lurah dan camat melakukan pendekatan kepada warganya. Pasalnya, Pemprov DKI memberikan bantuan sesuai ketentuan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 125 Tahun 2016 tentang Penanganan Pengungsi dari Luar Negeri.

"Yang paling pasti pendekatan Pak Lurah dan Camat. Diinfokan kepada warga yang tidak mendukung bahwa ini menjalankan Perpres Nomor 125/2016. Pemerintah harus membantu pengungsi. Kalau ada yang terganggu diinformasikan, maaf kenyamanan terganggu sementara karena ada saudara kita mengungsi," kata Taufan Bakri di Balai Kota DKI, Jakarta, Senin (15/7/2019).

Tindakan menolong para pencari suaka ini akan mendapat simpati dari dunia internasional. Bahwa pemerintah pusat dan darah bersama-sama membantu pengungsi. Sehingga, bila suatu saat, Jakarta atau Indonesia mengalami bencana, juga akan dibantu dunia internasional.

"Karena itu, bantulah pemerintah dalam membantu saudara anda yang kesusahan di tempat lain. UNHCR (United Nations High Commissioner for Refugees) adalah badan internasional yang meminta bantuan ke Indonesia," ujar Taufan Bakri.

Taufan mengharapkan, masalah penolakan akan selesai dan spanduk akan diturunkan. "Insyaallah dalam waktu dekat, spanduk selesai," tutur Taufan Bakri.

Ditegaskannya, lokasi saat ini hanya sementara saja. Kalau nanti akan dipindahkan, keputusan ada di tangan pemerintah pusat. "Iya (akan segera ditentukan lokasi baru). Itu urusan pemerintahan pusat. Saya nggak bisa tentukan,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) DKI, Irmansyah meminta warga berempati. Warga diimbau dapat memaklumi kondisi yang terjadi dan dapat melihat dari sisi kemanusiaan.

"Saya mengimbau atas dasar kemanusiaan. Mereka-mereka sebenarnya juga tidak mau berada disini dengan keadaan tidak nyaman. Jadi ada suatu keterpaksaan bagi mereka. Makanya, kita berempati membantu mereka,” kata Irmansyah.

Terkait spanduk penolakan yang muncul akhir-akhir ini, Irmansyah menegaskan tindakan tersebut merupakan hak warga dalam menyampaikan pendapat mereka.

"Wewenang Dinsos saat ini sebatas membantu pelayanan dasar para pencari suaka, sementara penanganan nasib para pencari suaka berada pada pemerintah pusat dan UNHCR," pungkas Irmansyah.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Hari Pertama Sekolah, 360 Siswa Baru SMAN 13 Ikuti MPLS

Kakak kelas dilarang memberikan tugas membawa sesuatu atau melakukan kegiatan fisik berlebihan kepada adik kelas.

MEGAPOLITAN | 15 Juli 2019

Ada 898 PNS DKI Izin Antar Anak Sekolah Hari Pertama

Bagi PNS yang mengantarkan sekolah pada hari pertama masuk, diberikan keringanan untuk masuk kerja yakni masuk kerja pada pukul 10.00-11.00 WIB.

MEGAPOLITAN | 15 Juli 2019

Pemprov DKI Tertibkan Bangunan Liar di Marunda Cilincing

Dalam penertiban tersebut tidak terjadi kericuhan karena pihaknya sudah melakukan sosialisasi dan memberikan peringatan.

MEGAPOLITAN | 15 Juli 2019

Penerapan Sistem ETLE, Pelanggaran Sabuk Pengaman Paling Tinggi

Tujuan penerapan sistem ETLE adalah menciptakan budaya tertib berlalu lintas bagi seluruh pengguna jalan.

MEGAPOLITAN | 15 Juli 2019

Hari Pertama Sekolah di Depok, Orangtua Antarkan Anaknya

Dengan ditemani selama satu hari, anak merasa nyaman.

MEGAPOLITAN | 15 Juli 2019

Renovasi Planetarium Masuk Dalam Revitalisasi TIM Tahap Dua

Revitalisasi kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM) rencananya akan dilakukan dalam dua tahap.

MEGAPOLITAN | 15 Juli 2019

Penerapan Masuk UI Berbayar Munculkan Kemacetan Panjang

Kemacetan panjang dipicu antrean motor yang mengantre untuk dapat masuk ke UI. Kemacetan dimulai sejak pukul 07.00 hingga siang tadi.

MEGAPOLITAN | 15 Juli 2019

Kehadiran Depok City Operation Room Mudahkan Pelayanan Warga

Depok City Operation Room dilengkapi 12 petugas yang memiliki tanggungjawab berbeda.

MEGAPOLITAN | 15 Juli 2019

Polisi Cari Pengemudi Jeep Rubicon Masuk Area Lomba Lari

Polisi sedang mencari pengendara mobil yang masuk dalam lintasan lomba lari 10K di Jakarta, Minggu (14/7/2019).

MEGAPOLITAN | 15 Juli 2019

Hari Pertama Sekolah, Lalu Lintas Terpantau Ramai Lancar

Hari pertama sekolah tidak berpengaruh besar terhadap arus lalu lintas di Ibu Kota DKI Jakarta, Senin (15/7/2019).

MEGAPOLITAN | 15 Juli 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS