Organda DKI: Hanya 5% Angkutan Umum yang Beroperasi
INDEX

BISNIS-27 510.175 (-19.05)   |   COMPOSITE 5783.33 (-170.92)   |   DBX 1064.04 (-1.68)   |   I-GRADE 168.858 (-6.97)   |   IDX30 499.932 (-21.14)   |   IDX80 131.904 (-5.19)   |   IDXBUMN20 373.781 (-18.36)   |   IDXG30 136.463 (-5.44)   |   IDXHIDIV20 450.262 (-18.14)   |   IDXQ30 146.101 (-6.28)   |   IDXSMC-COM 248.411 (-4.72)   |   IDXSMC-LIQ 303.864 (-9.61)   |   IDXV30 127.988 (-5.5)   |   INFOBANK15 983.467 (-36.67)   |   Investor33 429.105 (-16.64)   |   ISSI 169.797 (-4.69)   |   JII 620.069 (-22.27)   |   JII70 213.196 (-7.01)   |   KOMPAS100 1177.3 (-42.41)   |   LQ45 920.112 (-37.05)   |   MBX 1606.46 (-54)   |   MNC36 321.125 (-12.61)   |   PEFINDO25 316.867 (-8.64)   |   SMInfra18 295.49 (-13.73)   |   SRI-KEHATI 366.206 (-13.72)   |  

Organda DKI: Hanya 5% Angkutan Umum yang Beroperasi

Selasa, 26 Mei 2020 | 20:40 WIB
Oleh : Hotman Siregar / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Total jumlah angkutan umum di Jakarta yang beroperasi selama ini sekitar 62.000 unit. Jenis angkutan itu meliputi taksi, mikrolet, angkutan sewa, parwisata, angkutan lingkungan (angling), angkutan antar kota antar provinsi (AKAP) dan lainnya.

Baca Juga: Pengusaha Angkutan Umum di DKI Terancam Bangkrut

Selama wabah virus corona (Covid-19), dari 62.000 unit angkutan umum yang ada di Jakarta, hanya 5 persen yang beroperasi. Artinya, hanya sekitar 3.100 unit angkutan umum yang beroperasi di Jakarta sejak Maret 2020.

"Sejak bulan Maret, angkutan umum di Jakarta sudah tidur. Kalau bus parwisata dan bus sewa sudah zero dari Februari 2020. Adapun yang masih beroperasi sekarang ini enggak banyak, hanya 5 persen dari total angkutan yang ada,” ujar Ketua Organda DKI Jakarta, Shafruhan Sinungan, di Jakarta, Selasa (26/5/2020).

Shafruhan menyebutkan, taksi di Jakarta saat ini sekitar 14.000 unit tinggal 5 persen yang beroperasi. Kemudian, mikrolet yang berjumlah sekitar 12.000 unit, juga tinggal 5 peren beroperasi. Bila melihat sampai dengan akhir Mei ini, belum ada pergerakan armada angkutan umum.

"Angkutan yang beroperasi berkaitan dengan mudik, biasanya menjadi rezeki bus AKAP ataupun bus wisata yang disewa. Namun, saat program mudik dihapus, otomatis berarti semua armada angkutan dan bus sewa 100 persen tidak beroperasi," jelasnya.

Baca Juga: Omzet Pengusaha Bus Anjlok 85-100%

Terkait dengan stimulus pemerintah ke pengusaha angkutan umum, Shafruhan mengatakan, bantuan pemerintah tidak langsung ke pengusaha. Bantuan tersebut, sifatnya stimulus dimana pemerintah melalui imbauan kepada lembaga keuangan agar memberikan kelonggaran dan relaksasi terhadap kreditur ataupun rescheduling terhadap kredit angkutan umum.

"Namun, rescheduling juga punya problem dan tidak bisa membebaskan bunga, walaupun dilakukan beberapa bulan atau beberapa tahun. Ini kan setiap bulan tetap bayar juga bunganya. Nah, saya kasih gambaran sama problemnya. Kalau yang besar problemnya kreditnya bisa ratusan mililiar. Anggap misalnya kreditnya Rp 100 miliar, bunganya saja sudah ratusan juta juga. Darimana pengusaha bayar bunganya kalau armadanya tidak berperasi,” kata Shafruhan.

Shafruhan mengibaratkan kalangan pengusaha angkutan umum sama seperti usaha retail. "Dia everyday working. Maka, not warking no money. Sama dengan buka warung, kalau tak buka warung maka tak dapat duit. Kondisi ini, sama dengan yang dialami pengusaha angkutan dengan awaknya,” tegasnya.

Shafruhan juga menyoroti kondisi pengusaha angkutan umum yang armadanya terintegrasi dengan JakLinko. Pasalnya, alokasi dana PSO dikabarkan akan dipotong 50 persen.

Baca Juga: Anies Perpanjang PSBB Jakarta sampai 4 Juni

"Kalau dipotong 50 persen, bagaimana dengan nasib pengusaha yang sudah kontrak dengan Transjakarta dan JakLinko. Pengusaha sudah mengambil uang pembelian kendaraan dengan mengambil kredit ke bank. Bagaimana nasib mereka bayar angsuran kalau seandainya operasionalnya dibatasi. Ini juga masalah," tegasnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

PSBB Bogor Diperpanjang Hingga 4 Juni

Selama perpanjangan satu pekan masa PSBB. Pemkot Bogor akan merumuskan formulasi penerapan pascaPSBB berkaitan dengan fase tatanan baru (new normal).

MEGAPOLITAN | 26 Mei 2020

APPBI Ungkap Alasan Mal Harus Dibuka Lagi pada 5 Juni

Dengan kembali dibukanya mal maka akan dapat membantu menggerakkan roda perekonomian nasional dan meningkatkan ketahanan bangsa Indonesia.

MEGAPOLITAN | 26 Mei 2020

Pemkot Bogor Tindak 1.502 Pelanggar PSSB dan Setor Rp 22 Juta ke Kas Daerah

Dari 1.502 pelanggar PSBB tahap I sampai III di Kota Bogor, diantaranya 819 pelanggar tidak menggunakan masker, berboncengan beda alamat 56 orang.

MEGAPOLITAN | 26 Mei 2020

Kota Bekasi Jadi Contoh Penerapan New Normal

Pembukaan mal di Kota Bekasi dilakukan secara bertahap setelah PSBB di DKI Jakarta telah berakhir.

MEGAPOLITAN | 26 Mei 2020

5 Juni, 67 Mal di Jakarta Kembali Buka

Jumlah anggota APPBI DKI mencapai 80 pusat belanja yang tersebar di lima wilayah DKI, yaitu Jakarta Utara, Timur, Barat, Selatan dan Pusat.

MEGAPOLITAN | 26 Mei 2020

Ridwan Kamil: Adaptasi Baru di Ruang Publik Bukan Pelonggaran Protokol Kesehatan

Adaptasi baru adalah pendisiplinan protokol kesehatan ditambah dengan aturan-aturan baru.

MEGAPOLITAN | 26 Mei 2020

696 PKL Jalan Pedati dan Lawang Saketeng Bogor Ditertibkan

Kedua ruas jalan tersebut menjadi salah satu lokasi penumpukan manusia.

MEGAPOLITAN | 26 Mei 2020

Arus Balik, Wali Kota Tangerang Intensifkan Pemeriksaan Pendatang

Mereka wajib menjalani karantina selama 14 hari.

MEGAPOLITAN | 26 Mei 2020

PSBB Depok Diperpanjang Hingga 29 Mei 2020

PSBB Kota Depok otomatis diperpanjang 3 hari atau sampai 29 Mei 2020.

MEGAPOLITAN | 26 Mei 2020

2 Bulan PSBB, Penumpang Angkot di Depok Turun 20%

Penumpang angkutan umum di Kota Depok mengalami penurunan sejak pemberlakuan PSBB.

MEGAPOLITAN | 26 Mei 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS