Perluasan Ancol Diharapkan Sediakan Akses Pantai Publik
INDEX

BISNIS-27 426.538 (11.39)   |   COMPOSITE 4842.76 (103.04)   |   DBX 923.5 (7.76)   |   I-GRADE 127.867 (3.45)   |   IDX30 404.318 (11.17)   |   IDX80 105.647 (2.92)   |   IDXBUMN20 263.312 (10.37)   |   IDXG30 113.239 (2.36)   |   IDXHIDIV20 361.834 (9.72)   |   IDXQ30 118.461 (3.18)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.97)   |   IDXV30 99.778 (3.02)   |   INFOBANK15 760.318 (27.06)   |   Investor33 353.585 (10.19)   |   ISSI 142.238 (2.46)   |   JII 514.346 (9.5)   |   JII70 174.038 (3.75)   |   KOMPAS100 945.162 (25.96)   |   LQ45 740.002 (20.32)   |   MBX 1338.07 (31.05)   |   MNC36 264.409 (7.18)   |   PEFINDO25 251.635 (8.18)   |   SMInfra18 228.656 (4.87)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.93)   |  

Perluasan Ancol Diharapkan Sediakan Akses Pantai Publik

Sabtu, 8 Agustus 2020 | 18:05 WIB
Oleh : Carlos Roy Fajarta / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Sejumlah aktivis dari berbagai elemen di ibu kota Jakarta melaksanakan kegiatan diskusi 'Reklamasi Ancol, Antara Kebijakan Anies & Penolakan' di Hotel D'Arcici Sunter, Jakarta Utara,Sabtu (8/8/2020).

Baca Juga: Ini Penjelasan Lengkap Anies Soal Reklamasi Ancol

Sejumlah tokoh narasumber seperti praktisi hukum Ali Lubis, pengamat kebijakan publik Amir Hamzah, dan pemerhati sosial dan lingkungan dalam kegiatan yang dilaksanakan Lingkar Aktivis Jakarta.

"Harapan kita dengan mempertemukan kelompok aktivis baik yang pro dan kontra terhadap kebijakan reklamasi Ancol ini dapat memberikan masukan kepada pemerintah daerah agar kebijakan yang dikeluarkan berpihak pada masyarakat DKI Jakarta," ujar Ketua panitia diskusi, Agung Nugroho.

Agung menyebutkan, kegiatan reklamasi atau perluasan kawasan Ancol harus diimbangi dengan manfaat yang bisa dirasakan oleh masyarakat banyak yakni akses pantai publik di Jakarta.

"Untuk itu perlu ada kajian ilmiah terkait perluasan Ancol ini, bukan sekedar menyerang subyektif saja namun sebaiknya berujung pada masyarakat Jakarta bisa memiliki akses pantai publik yang terjangkau," tambahnya.

Baca Juga: Raperda Reklamasi Ancol Sudah di DPRD

Sementara itu, Amir Hamzah salah satu narasumber dalam diskusi tersebut menyebutkan reklamasi di Jakarta sudah muncul di era Gubernur DKI Jakarta, Suryadi Sudirja, pada tahun 1992.

"Saat itu, beliau menetapkan rencana pembangunan strategi daerah, ada dua proyek unggulan, Jakarta Water Front City dan Terminal Terpadu Manggarai. Konsep reklamasi saat itu dibuat Jakarta Front City, jadi orang yang datang ke Jakarta dari laut melihat kota Jakarta yang megah," kata Amir Hamzah.

Gagasan di masa pemerintahan Suryadi Sudirja kemudian diakomodir pemerintah pusat dengan munculnya Keputusan Presiden (Kepres) Nomor 52 Tahun 1995 sebagai landasan atau payung hukum Reklamasi Jakarta.

"Reklamasi (di Ancol) itu sudah mulai berjalan dari 2009. Sedotan lumpur dari 13 sungai dan waduk serta galian tanah dari berbagai proyek Pemprov DKI untuk itu dibiayai APBD DKI Jakarta. Jadi, sudah seharusnya Ancol memberikan kontribusi ke pemerintah daerah dan masyarakat Jakarta," tambahnya.

Baca Juga: Anies Ingin Ancol Jadi Kawasan Rekreasi Terbesar di Asia

Amir Hamzah menyebutkan, apabila nantinya pantai Ancol bisa menjadi pantai publik masyarakat Jakarta maka tetap harus di pungut biaya retribusi untuk pemeliharaan pantai bagi masyarakat Jakarta.

"Misalkan retribusi masuk ke pantai Rp 2.500 per orang masih masuk akal dan terjangkau serta bisa digunakan untuk perawatan area pantai publik," tandas Amir Hamzah.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Ganjil Genap Dinilai Tak Efektif Kurangi Mobilitas Warga

Pengamat perkotaaan Nirwono Joga menilai sebelum pandemi virus corona atau Covid-19 merebak, penerapan ganjil genap tidak efektif mengurangi kemacetan.

MEGAPOLITAN | 8 Agustus 2020

Tiga Sektor Ini Paling Diminati Investor Asing

DKI Jakarta kembali meraih pencapaian dalam bidang penanaman modal asing (PMA)

MEGAPOLITAN | 8 Agustus 2020

RSUD Depok Berlakukan Screening Ketat Pasien Rawat Inap Non Covid-19

Sebelum dirawat, RSUD akan melakukan screening kepada pasien non Covid-19.

MEGAPOLITAN | 8 Agustus 2020

Gagal Menjambret, Sejoli Dikeroyok Massa

Tersangka KI (28) dan pasangannya TA (21), babak belur dikeroyok massa setelah gagal melakukan aksi penjambretan, di Cengkareng, Jakarta Barat.

MEGAPOLITAN | 8 Agustus 2020

Kasus Covid-19 Tinggi, Wagub DKI Minta Gugus Tugas RW Tingkatkan Kinerja

Gugus Tugas juga perlu mempertimbangkan permasalahan sosial dan keamanan.

MEGAPOLITAN | 8 Agustus 2020

DKI Catat Realisasi Investasi Tertinggi Nasional

DKI Jakarta mencatatkan realisasi investasi tertinggi secara nasional pada triwulan II 2020 (April-Juni), dengan total nilai investasi Rp 30,1 triliun.

MEGAPOLITAN | 8 Agustus 2020

Petugas Gulkarmat Tolong Pemuda Jarinya Terjepit Cincin

Eko bersama orang tuanya datang ke kantor Pemadam Kebakaran Sektor Cengkareng untuk meminta bantuan melepaskan cincin yang menjepit jari tangannya.

MEGAPOLITAN | 8 Agustus 2020

Pegawai Reaktif Covid-19, Lantai 7 Blok G Balai Kota DKI Ditutup Sementara

Lantai tujuh Blok G Gedung Balai Kota DKI Jakarta ditutup sementara karena terdapat sejumlah pegawai di lokasi tersebut dinyatakan reaktif Covid-19.

MEGAPOLITAN | 8 Agustus 2020

Satpol PP DKI Perluas Jangkauan Operasi Pelanggar Protokol Kesehatan

OK Prend akan berubah menjadi Operasi Tertib Masker (Tibmask) dengan tujuan agar dapat menjangkau permukiman.

MEGAPOLITAN | 8 Agustus 2020

Dua Kebakaran Landa Penjaringan Jakarta Utara Hari Ini

Dua kejadian kebakaran melanda wilayah Kecamatan Penjaringan, Kota Jakarta Utara pada Sabtu (8/8/2020) dini hari tadi.

MEGAPOLITAN | 8 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS