Yusril: Pemimpin Pencitraan Nihil Prestasi
INDEX

BISNIS-27 447.461 (-6.35)   |   COMPOSITE 5059.22 (-59.86)   |   DBX 933.73 (-7.01)   |   I-GRADE 135.366 (-2.1)   |   IDX30 427.201 (-7.13)   |   IDX80 111.513 (-1.85)   |   IDXBUMN20 284.629 (-6.37)   |   IDXG30 118.405 (-1.6)   |   IDXHIDIV20 382.903 (-6.43)   |   IDXQ30 125.347 (-2.16)   |   IDXSMC-COM 215.54 (-2.56)   |   IDXSMC-LIQ 243.745 (-4.83)   |   IDXV30 105.043 (-1.69)   |   INFOBANK15 803.622 (-8.33)   |   Investor33 371.182 (-4.92)   |   ISSI 148.056 (-1.95)   |   JII 539.107 (-10.07)   |   JII70 182.679 (-3.16)   |   KOMPAS100 996.599 (-14.96)   |   LQ45 780.316 (-12.34)   |   MBX 1404.61 (-17.5)   |   MNC36 278.843 (-3.77)   |   PEFINDO25 265.576 (-5.11)   |   SMInfra18 242.356 (-5.25)   |   SRI-KEHATI 313.434 (-3.93)   |  

Yusril: Pemimpin Pencitraan Nihil Prestasi

Sabtu, 19 September 2015 | 16:18 WIB
Oleh : Erwin C Sihombing / FER

Umum (ketum) Partai Bulan Bintang (PBB), Yusril Ihza Mahendra berharap, masyarakat dapat lebih cerdas dalam memilih calon pemimpin bangsa dengan tidak memilih sosok yang hanya bermodal pencitraan.

Menurutnya, sosok yang akhirnya terpilih menjadi pemimpin hanya karena pencitraan tidak dapat menjawab persoalan bangsa seperti sekarang ini yaitu, keterpurukan ekonomi.

"‎Saya pikir tak bisa lagi seperti kemarin, pencitraan-pencitraan begitu yang tidak menyelesaikan apa-apa. Ketika terjadi situasi seperti sekarang, ekonomi mengalami perlambatan, paceklik, dolar naik, tambang tak bisa dibuka, (kalau) presiden (hanya) datang terus bagi-bagi (sembako) ya tak akan menyelesaikan masalah," ungkap Yusril di sela-sela acara pembukaan kegiatan Orientasi Kepengurusan Partai (OKP) PBB di Jakarta, Sabtu (19/9).

Yusril mengatakan, pemimpin ideal adalah sosok yang mampu membawa perubahan dan tidak cukup mengandalkan pencitraan. Perubahan dapat terjadi, lanjut dia, jika pemimpin memiliki wawasan yang luas dan mampu mengeluarkan kebijakan yang tepat guna sebagai solusi.

"Mudah-mudahan masyarakat lebih cerdas, tak bisa lagi pemimpin seperti sekarang arahnya tak jelas begini, tidak menimbulkan kepercayaan baik di dalam maupun di luar negeri," katanya.

Dirinya menyadari situasi sekarang sangat sulit khususnya bagi masyarakat daerah seperti Belitung yang merupakan kampung mantan Mensesneg dan Menkumham itu. Di Belitung, masyarakat tak bisa menikmati hasil laut karena kehilangan pembeli. Kebun kelapa sawit juga kedodoran untuk produksi.

"Padahal (Belitung) itu daerah yang cukup kuat sebenarnya tapi untuk melaut angin kencang, kalaupun melaut dapat ikan siapa yang beli? karena daya beli masyarakat menurun luar biasa. Begitu juga kelapa sawit yang dibanggakan, harganya anjlok. Maka harus ada solusinya, jangan jadi presiden kalau hanya datang bagi-bagi beras lima kilogram," kata Yusril.

Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Ganjar Pranowo: Lulusan IPDN Terbaik Ditunggu Masyarakat

Praja IPDN dibentuk untuk menjadi birokrat yang profesional, bersih sekaligus sebagai agen perubahan bagi Indonesia.

NASIONAL | 19 September 2015

Jelang Idul Adha, Pemerintah Jamin Harga Daging Stabil

Pasokan untuk Jabodetabek berasal dari Jawa Timur dan Jawa Tengah.

NASIONAL | 19 September 2015

Tiga Menteri Datangi Tambang Freeport Indonesia

"Kita ajak BUMN untuk melihat dan mencari peluang apa saja yang bisa dikerjasamakan."

NASIONAL | 19 September 2015

Warga Pangkalpinang Diminta Kurangi Aktivitas Luar Rumah

Perbanyak juga minum air putih dan konsumsi buah untuk menjaga vitalitas tubuh.

NASIONAL | 19 September 2015

BPBD: Dua Desa di Agam Rawan Tsunami

"Kedua nagari ini berada disepanjang garis pantai sekitar 43 kilometer dengan jumlah penduduk sekitar 10.000 orang."

NASIONAL | 19 September 2015

Pasukan Brimob Diperbantukan untuk Padamkan Api

Penyidik juga dikirim dar Polda Jatim untuk menggungkap kasus kebakaran hutan.

NASIONAL | 19 September 2015

Indonesia Selenggarakan IFYC 2015 di Bandung

IFYC 2015 dihadiri oleh 100 peserta pemuda dari 29 negara anggota forum tersebut.

NASIONAL | 19 September 2015

Potensi Panas Bumi di Bengkulu Belum Digarap Maksimal

Hampir seluruh kabupaten di Bengkulu terdapat geothermal yang dapat dijadikan sumber energi listrik.

NASIONAL | 19 September 2015

Harga Ayam Potong di Bengkulu Turun

Harga semula Rp 40.000/kg menjadi Rp 24.000/kg.

NASIONAL | 19 September 2015

Begal Merajalela, Warga Makassar Resah

Pelaku umumnya adalah remaja di bawah usia 16 tahun, hanya 30 persen pelaku dewasa.

NASIONAL | 19 September 2015


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS