Pentingnya Kolaborasi Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha
INDEX

BISNIS-27 428.182 (-2.86)   |   COMPOSITE 4879.1 (-9.06)   |   DBX 933.193 (7.61)   |   I-GRADE 128.434 (-0.58)   |   IDX30 404.523 (-3.21)   |   IDX80 106.174 (-0.61)   |   IDXBUMN20 268.239 (-2.84)   |   IDXG30 113.341 (-0.34)   |   IDXHIDIV20 361.328 (-3.85)   |   IDXQ30 118.527 (-0.83)   |   IDXSMC-COM 209.874 (0.28)   |   IDXSMC-LIQ 234.117 (0.48)   |   IDXV30 100.803 (-0.57)   |   INFOBANK15 767.134 (-9.65)   |   Investor33 355.071 (-2.81)   |   ISSI 143.565 (0.25)   |   JII 517.566 (1.34)   |   JII70 175.828 (0.4)   |   KOMPAS100 953.068 (-3.09)   |   LQ45 742.375 (-5.22)   |   MBX 1347.52 (-4.53)   |   MNC36 265.633 (-1.2)   |   PEFINDO25 258.006 (2.03)   |   SMInfra18 230.699 (-0.73)   |   SRI-KEHATI 299.246 (-2.35)   |  

Pentingnya Kolaborasi Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha

Kamis, 31 Agustus 2017 | 18:59 WIB
Oleh : Chairul Fikri / FER

Jakarta - Dunia pendidikan di Indonesia belakangan makin jarang menelurkan enterpreneur muda sebagai penggerak roda bisnis yang ada di Indonesia. Hasilnya, para mahasiswa yang lulus dari berbagai universitas di negeri ini lebih banyak menjadi pekerja ketimbang pengusaha.

Menjawab tantangan itu, Universitas Prasetiya Mulya berusaha menjembatani dunia pendidikan dan dunia usaha, dengan menggandeng beberapa pengusaha dan pebinsis untuk kemudian mencetak pengusaha muda yang mampu bersaing di kancah global.

Rektor Universitas Prasetya Mulya, Prof Dr Djisman S Simandjuntak, mengatakan, sebagai lembaga pendidikan pihaknya berusaha memfokuskan diri terhadap masa depan dengan mencoba membuka pola pikir mahasiswa kami untuk tidak gentar memasuki dunia bisnis.

"Dengan kolaboarasi yang baik antara dunia pendidikan dan dunia usaha membuat generasi muda di Indonesia tidak hanya jadi pekerja saja, tapi berani untuk memulai usaha sesuai dengan bakat dan keinginannya masing-masing," ungkap Prof Djisman S Simandjuntak, di Jakarta, Rabu (30/8).

Dengan tantangan ke depan yang lebih komplek, lanjut dia, dunia pendidikan di Indonesia harus berani keluar dari kebiasaannya untuk mencetak pekerja.

"Kita sebagai sebuah perguruan tinggi harus berani mendatangkan orang-orang yang berpengalaman dalam bidang bisnis untuk mendidik mahasiswa kita untuk jadi pengusaha. Jadi, jangan sampai setelah lulus nanti, mahasiswa kebingungan ingin mengerjakan apa lantaran makin sedikitnya peluang kerja," paparnya.

Menurut Prof Djisman, pihaknya berusaha menggandeng perusahaan-perusahaan besar untuk berani menerima mahasiswa dan membimbing mereka mengembangkan talentanya.

"Istilahnya, 50 persen mahasiswa disini akan dapat pelajaran dari segi teori, dan 50 persennya mereka akan dapatkan dari pengalaman kerja saat mereka praktek. Dari situ, kami berharap mahasiswa akan siap bersaing menjadi enterprenuer muda yang membangun perekonomian Indonesia," tambahnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

DPR Bawa Resolusi soal Rohingya ke Forum Parlemen Dunia

Kejahatan terhadap Rohingya bukan sebagai masalah internal.

NASIONAL | 31 Agustus 2017

Di Sukabumi, Jokowi Ingatkan Warga Tidak Mudah Termakan Fitnah

Masyarakat mengklarifikasi suatu isu tanpa mengutamakan emosi.

NASIONAL | 31 Agustus 2017

Sanksi Dievaluasi, 2 Praja IPDN Diberhentikan

Yang merencanakan dan yang pertama menggerakkan harus diberi sanksi lebih.

NASIONAL | 31 Agustus 2017

Pengurusan Sekuritisasi Lama, Jokowi Panggil Dirut Jasa Marga Bicara Blak-blakan

Jokowi meminta penjelasan Direktur Jasa Marga Desi Arryani tentang hambatan pengurusan sekuritisasi

NASIONAL | 31 Agustus 2017

Nursholeh Resmi Pelaksana Tugas Wali Kota Tegal

Surat penunjukkan diserahkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

NASIONAL | 31 Agustus 2017

Pasukan Khusus Siliwangi Bebaskan Dedi dari Sekapan "Teroris"

Latihan ini merupakan simulasi pembebasan tawanan dan operasi penangkalan serangan teroris yang dilakukan oleh pasukan khusus dari Kodam III Siliwangi.

NASIONAL | 31 Agustus 2017

Pimpinan KPK Harap Laporan Aris ke Novel Tak Sampai ke Pengadilan

Akan menyelesaikan persoalan ini antara pimpinan KPK dan Polri.

NASIONAL | 31 Agustus 2017

Catatan Pansus Hak Angket: Diduga Ada Potensi Penyalahgunaan Kekuasaan oleh Penyidik Senior

Ada konflik internal yang tajam antara penyidik senior tertentu bersama kelompoknya yang selama ini mendominasi di KPK dengan penyidik lainnya.

NASIONAL | 31 Agustus 2017

Kempupera Terus Realisasikan Proyek Strategis Nasional

151 proyek strategis nasional menjadi tanggung jawab Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

NASIONAL | 31 Agustus 2017

Jokowi: Momentum Investasi Bagus, tetapi Senangnya Saracen

Jokowi menegaskan bahwa Indonesia sedang mendapatkan momentum dalam hal pengembangan investasi.

NASIONAL | 31 Agustus 2017


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS