Kemkes: Kasus Campak Meningkat 5 Tahun Terakhir
INDEX

BISNIS-27 510.175 (-19.05)   |   COMPOSITE 5783.33 (-170.92)   |   DBX 1064.04 (-1.68)   |   I-GRADE 168.858 (-6.97)   |   IDX30 499.932 (-21.14)   |   IDX80 131.904 (-5.19)   |   IDXBUMN20 373.781 (-18.36)   |   IDXG30 136.463 (-5.44)   |   IDXHIDIV20 450.262 (-18.14)   |   IDXQ30 146.101 (-6.28)   |   IDXSMC-COM 248.411 (-4.72)   |   IDXSMC-LIQ 303.864 (-9.61)   |   IDXV30 127.988 (-5.5)   |   INFOBANK15 983.467 (-36.67)   |   Investor33 429.105 (-16.64)   |   ISSI 169.797 (-4.69)   |   JII 620.069 (-22.27)   |   JII70 213.196 (-7.01)   |   KOMPAS100 1177.3 (-42.41)   |   LQ45 920.112 (-37.05)   |   MBX 1606.46 (-54)   |   MNC36 321.125 (-12.61)   |   PEFINDO25 316.867 (-8.64)   |   SMInfra18 295.49 (-13.73)   |   SRI-KEHATI 366.206 (-13.72)   |  

Kemkes: Kasus Campak Meningkat 5 Tahun Terakhir

Kamis, 23 Agustus 2018 | 21:59 WIB
Oleh : Dina Manafe / FER

Jakarta - Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan fatwa haram untuk vaksin campak dan rubella (Measles Rubella/MR) melalui Fatwa Nomor 33/2018 beberapa hari lalu. Namun, MUI tetap membolehkan penggunaan vaksin produksi Serum Institute of India (SII) ini karena alasan adanya kondisi mendesak dan berbahaya.

Jika tidak dilakukan imunisasi MR, maka dampak dari kedua penyakit akan menjadi ancaman dan beban berat bagi Indonesia. Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2015, Indonesia termasuk 10 negara dengan jumlah kasus campak terbesar di dunia. Kementerian Kesehatan mencatat jumlah kasus campak dan rubella di Indonesia sangat banyak dan cenderung meningkat dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Adapun jumlah kasus suspek campak-rubella yang dilaporkan antara 2014 sampai dengan Juli 2018 sebanyak 57.056 kasus, di mana 8.964 di antaranya positif campak dan 5.737 positif rubella.

Tahun 2014 tercatat ada 12.943 kasus suspek, terdiri dari 2.241 positif campak dan 906 rubella. Jumlah ini bertambah mencapai 15.104 kasus suspek di 2017, di mana 2.949 di antaranya positif campak, dan 1.341 positif rubella. Hingga Juli 2018 ini sudah tercatat 2.389 kasus suspek, terdiri dari 383 positif campak dan 732 positif rubella.

"Lebih dari tiga per empat dari total kasus yang dilaporkan, baik campak 88 persen maupun rubella 77 persen, diderita oleh anak usia di bawah 15 tahun," kata Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemkes), Anung Sugihantono, di Jakarta, Kamis (23/8).

Anung mengatakan, campak adalah penyakit yang sangat mudah menular melalui batuk dan bersin. Ketika seorang terkena campak, 90 persen orang yang berinteraksi erat denganya dapat tertular jika mereka belum memiliki kekebalan terhadap campak. Karena itu imunisasi vaksin MR ini penting untuk memberikan kekebalan terhadap penyakit yang disebabkan oleh virus ini.

Campak menimbulkan komplikasi berat, seperti pneumonia atau radang paru dan ensefalitis atau radang otak. Akibat fatalnya adalah kematian. Sekitar 1 dari 20 penderita campak akan mengalami komplikasi radang paru, dan 1 dari 1000 penderita akan mengalami radang otak.

"Komplikasi lainnya adalah infeksi telinga yang berujung tuli. Satu dari 10 penderita berakhir tuli, 1 dari 10 penderita akan diare yang membuat mereka harus dirawat di rumah sakit," kata Anung.

Tak kalah bahayanya penyakit rubella. Penyakit ini suka menginfeksi anak-anak. Ketika terinfeksi, anak-anak ini akan menularkan ke ibu hamil di dekatnya. Virus ini terutama menularkan pada masa awal kehamilan atau pada saat pembentukan janin. Akibatnya, bisa terjadi keguguran atau kecacatan permanen pada bayi yang dilahirkan atau dikenal dengan Congenital Rubella Syndrome (CRS), berupa ketulian, gangguan penglihatan, kebutaan hingga kelainan jantung.

"Data dari 12 rumah sakit yang menjadi sentinel pemantauan kasus CRS selama lima tahun terakhir sampai Juli 2018 telah menemukan 1.660 kasus suspek CRS," kata Anung.

Penyakit campak dan rubella bisa menyerang siapa saja baik laki-laki maupun perempuan. Hingga saat ini belum ada satu pun pengobatan yang dapat mematikan virus rubella yang masuk ke dalam tubuh seseorang. Imunisasi merupakan satu-satunya upaya yang bisa dilakukan dan paling efektif untuk mencegah penyakit ini.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

BPOM Tak Perlu Merevisi Aturan Iklan SKM

Kesimpangsiuran informasi mengenai produk SKM belakangan ini justru sangat merugikan masyarakat.

NASIONAL | 23 Agustus 2018

Jaring Penyidik Nakal, Kabareskrim Buka Akun Medsos

Irjen Arief membuka jalur komunikasi via media sosial yang langsung dia tangani.

NASIONAL | 23 Agustus 2018

Taiwan Bantu Korban Gempa di Lombok

Taiwan selalu hadir menemani bangsa dan rakyat Indonesia dalam menghadapi bencana besar.

NASIONAL | 23 Agustus 2018

AHY Dipastikan Berkampanye untuk Menangkan Prabowo

Hingga kini jajaran anggota tim pemenangan Prabowo-Sandiaga masih digodok partai-partai koalisi.

NASIONAL | 23 Agustus 2018

MUI Minta Masyarakat Tidak Perlu Ragu Imunisasi MR

Fatwa MUI bisa dijadikan pijakan dan panduan dalam imunisasi MR

NASIONAL | 23 Agustus 2018

Presiden Teken Inpres Penanganan Gempa Lombok

Menurut Kepala Negara, dengan adanya Inpres itu maka pihak-pihak yang melakukan penanganan di lapangan sudah memiliki payung hukum.

NASIONAL | 23 Agustus 2018

Menpupera: Rekonstruksi Bangunan Pascagempa Mulai Awal September

Pembangunan rumah dipercepat dengan cara swakelola masyarakat.

NASIONAL | 23 Agustus 2018

Fadli Zon dan Fahri Hamzah Bertemu Ma'ruf Amin di Mina

Ma'ruf Amin tidak hanya bertemu dengan Fadli Zon namun juga dengan sejumlah politikus lainnya dalam penyelenggaraan ibadah haji tersebut.

NASIONAL | 23 Agustus 2018

Ganjar Kucurkan Beasiswa Pendidikan Rp 10 Miliar

Beasiswa ditujukan untuk membantu kalangan siswa miskin di Jateng.

NASIONAL | 23 Agustus 2018

Kemhub Beri Izin LRT Jakarta Beroperasi Terbatas

LRT Jakarta koridor 1 fase 1 dinilai sudah layak untuk dioperasionalkan.

NASIONAL | 23 Agustus 2018


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS