Ini Alasan Pemprov NTT Bersikeras Tutup Pulau Komodo
INDEX

BISNIS-27 503.107 (3.67)   |   COMPOSITE 5679.25 (41.62)   |   DBX 1039.52 (6.82)   |   I-GRADE 166.189 (1.49)   |   IDX30 492.322 (3.83)   |   IDX80 129.082 (1.22)   |   IDXBUMN20 363.759 (2.7)   |   IDXG30 133.243 (1.11)   |   IDXHIDIV20 440.08 (4.64)   |   IDXQ30 143.762 (1.29)   |   IDXSMC-COM 242.127 (1.55)   |   IDXSMC-LIQ 293.644 (2.99)   |   IDXV30 123.61 (1.68)   |   INFOBANK15 979.67 (3.16)   |   Investor33 423.592 (3.03)   |   ISSI 165.745 (1.59)   |   JII 604.859 (7.67)   |   JII70 207.745 (2.49)   |   KOMPAS100 1155.02 (9.96)   |   LQ45 903.46 (7.43)   |   MBX 1578.72 (11.74)   |   MNC36 316.411 (2.62)   |   PEFINDO25 310.113 (2.75)   |   SMInfra18 286.549 (1.67)   |   SRI-KEHATI 362.507 (2.46)   |  

Ini Alasan Pemprov NTT Bersikeras Tutup Pulau Komodo

Sabtu, 9 Maret 2019 | 21:52 WIB
Oleh : Hotman Siregar / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Timur (NTT) tetap pada keyakinannya untuk menutup Pulau Komodo. Hal itu untuk memastikan binatang komodo yang ada di pulau tersebut bisa atraktif.

"Kemarin ada ribut-ribut, kami akan tutup komodo itu melanggar Undang-undang (UU). No, kami tidak melanggar UU karena hukum tertinggi adalah kesejahteraan umum. UU boleh ditempa, sekarang boleh tidak berlaku karena demi apa? Ya demi kesejahteraan umum," tegas Wakil Gubernur Provinsi NTT, Josef Nae Soi, dalam acara Pisah-Sambut Kepala Badan Perhubungam Provinsi NTT dan bincang bersama Diaspora NTT Jabodetabek di Anjungan NTT Taman Mini Indonesia Indah, Sabtu (9/3/2019) malam.

Josef mengaku tidak peduli terhadap pihak-pihak yang memprotes penutupan Pulau Komodo. "Kalau mau lawan dengan saya silahkan saja. Saya penasehat hukum Menkumham juga loh. Kami mau melakukan konservasi di Pulau Komodo," tambah Josef yang disambut tepuk tangan ratusan diaspora NTT Jabodetabek yang hadir dalam acara itu.

Josef menuturkan, kalau berbicara mengenai pariwisata di Pulau Komodo maka harus berbicara atraktif. Ia pun membandingkan melihat komodo yang ada di NTT dengan yang di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta.

"Kita mau lihat Komodo yang asli, yang begitu lihat kerbau atau rusa liar langsung diterkam. Komodo seperti itu yang kita inginkan. Bukan Komodo yang nongkrong, diam seperti yang di Ragunan. Makanya kita lepas, harus lepas," tutur Josef.

Josef menginginkan atraksi di Pulau Komodo sama seperti di Sun City, Afrika Selatan (Afsel). Di Sun City, kata Josef, pengunjung dan wisatawan bisa melihat bagaimana binatang buas seperti Harimau mengejar binatang lainnya secara atraktif. Terlebih, komodo merupakan hewan langka yang hanya ada di Indonesia.

"Kita punya komodo di seluruh dunia tidak ada, mengapa kita tidak jual mahal. Atraksi harus dijual. Kita jual ke dunia. Memang harus orang kaya yang datang ke Komodo. Dengan uang itu kita bisa membantu saudara-saudara kita di NTT," jelas Josef.

Josef mengaku tak habis pikir masuk ke Komodo dengan uang sebesar Rp 20.000 hingga Rp 30.000. "No way. Kita mau masuk komodo itu US$ 500 atau US$ 1.000. Oleh karena itu, kami akan melakukan penutupan terhadap komodo. Pemerintah pusat mohon maaf saja kami juga wakil resmi pemerintah yang dilantik oleh presiden," tegas Josef.

Josef menambahkan, tidak masalah bila wisata di Komodo harus dijual sedikit mahal. "Kita harus memberikan sesuatu untuk NTT ini," tandas Josef.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Ma'ruf Amin Bersafari di Sumut

Ma'ruf Amin juga akan berdialog dengan tokoh-tokoh non-NU.

NASIONAL | 9 Maret 2019

Sandiaga: OK OCE Solusi Penciptaan Lapangan Kerja

Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 02 Sandiaga Uno mengklaim program unggilannya OK OCE adalah solusi dalam menekan jumlah pengangguran

NASIONAL | 9 Maret 2019

PSI: Jangan Biarkan Kaum Intoleran dan Radikal Dominasi Wacana Publik

Sekjen PSI Raja Juli Antoni mendorong masyarakat Indonesia untuk tidak membiarkan kaum intoleran dan radikal menguasai ruang publik

NASIONAL | 9 Maret 2019

Wagub Minta Diaspora Berperan Bangun NTT

Pemprov NTT akan menerima segala bentuk dukungan dalam membangun wilayahnya.

NASIONAL | 9 Maret 2019

Pewaris Kesultanan Banten: Jaga Toleransi, Insya Allah Indonesia Tak Akan Bubar

Rombongan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menyambangi kediaman Ketua Kenadziran Kesultanan Banten, KH Tb. Abbas Wasseh, di Serang, Banten

NASIONAL | 9 Maret 2019

KKP Tangkap Kapal Penangkap Ikan Berbendera Vietnam

Selanjutnya, kapal dikawal menuju Stasiun PSDKP Pontianak Kalimantan Barat.

NASIONAL | 9 Maret 2019

Saat Wartawan Jadi Pengarah Gaya Presiden dan Ibu Negara

"Pak, pegang tangan ibunya, biar kayak pre-wedding," ujar salah seorang wartawan.

NASIONAL | 9 Maret 2019

Temui Nelayan di Manado, HT Bahas Akses Dana Murah

Nelayan juga perlu dilatih, salah satunya bagaimana mengolah hasil tangkapan agar nilai ekonomisnya lebih tinggi.

NASIONAL | 9 Maret 2019

PLN Gelar Employer Branding di ITB

PLN berniat menjaring bibit karir generasi unggul masa depan.

NASIONAL | 9 Maret 2019

Karawang Siapkan Rp 1,3 Miliar untuk Asuransi Usaha Tani

Jumlah areal sawah yang diasuransikan tersebut meningkat dibandingkan tahun lalu, yang hanya 20.000 hektare.

NASIONAL | 9 Maret 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS