Srikandi Indonesia Dukung Pembentukan Dewan Pengawas KPK
INDEX

BISNIS-27 447.461 (-2.3)   |   COMPOSITE 5059.22 (-13.2)   |   DBX 933.73 (-1.21)   |   I-GRADE 135.366 (-0.66)   |   IDX30 427.201 (-2.86)   |   IDX80 111.513 (-0.63)   |   IDXBUMN20 284.629 (-2.11)   |   IDXG30 118.405 (-0.62)   |   IDXHIDIV20 382.903 (-2.41)   |   IDXQ30 125.347 (-0.96)   |   IDXSMC-COM 215.54 (-0.45)   |   IDXSMC-LIQ 243.745 (-1.47)   |   IDXV30 105.043 (-0.32)   |   INFOBANK15 803.622 (-0.95)   |   Investor33 371.182 (-1.34)   |   ISSI 148.056 (-0.57)   |   JII 539.107 (-4.73)   |   JII70 182.679 (-1.3)   |   KOMPAS100 996.599 (-4.28)   |   LQ45 780.316 (-4.29)   |   MBX 1404.61 (-3.93)   |   MNC36 278.843 (-0.95)   |   PEFINDO25 265.576 (-2.98)   |   SMInfra18 242.356 (-2.35)   |   SRI-KEHATI 313.434 (-0.92)   |  

Srikandi Indonesia Dukung Pembentukan Dewan Pengawas KPK

Minggu, 15 September 2019 | 16:30 WIB
Oleh : Yustinus Paat / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Sekelompok perempuan menggelar aksi simpatik di kawasan car free day, Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Minggu (15/9/2019). Mereka yang menamakan diri Srikandi Cinta Tanah Air membagikan gantungan kunci sebagai simbol mendukung pembentukan dewan pengawas di KPK.

Koordinator aksi, Asogi Akbar, mengatakan, KPK semestinya tidak perlu alergi dengan adanya revisi UU KPK oleh DPR. Pasalnya, mereka terbentuk juga dari produk politik lembaga legislatif tersebut.

"Jika pada saat dilahirkannya mereka tidak menaruh kecurigaan lalu mengapa adanya rencana revisi terhadap UU KPK rasa curiga mereka bangun? Tidak perlu alergi lah," kata Asogi.

Jika dibentuknya dewan pengawas dianggap sebagai suatu ancaman dan pelemahan terhadap institusi KPK, menurut Asogi, hal tersebut hanya sebuah kekhawatiran yang terlalu berlebihan dan cenderung dibuat-buat.

"Tidak tepat jika KPK mempersoalkan adanya dewan pengawas, karena fungsi dan wewenang dewan pengawas sudah pasti akan di atur dengan sangat detail dalam revisi UU tersebut," ujarnya.

Pemerintah, lanjut Asogi, tidak boleh takut terhadap provokasi dan narasi-narasi kebencian yang di bangun oleh orang-orang KPK beserta jejaringnya baik LSM maupun lembaga lain yang selama ini mereka rajut.

"Atau mungkin, KPK merasa dirinya adalah Tuhan yang jauh dari kata salah. Bahkan sangat berlebihan jika ada salah satu orang dalam KPK yang mengatakan bahwa Revisi tersebut bertujuan untuk melemahkan KPK," tutup Asogi.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Kehadiran Dewan Pengawas KPK Dinilai Penting

Dewan Pengawas harus hadir untuk menciptakan kerja KPK yang efektif dan profesional.

NASIONAL | 15 September 2019

Penyerahan Mandat Pengelolaan KPK Dinilai Inkonstitusional

Pimpinan KPK dinilai telah melakukan manuver serta gerakan dengan menggunakan diksi menyerahkan mandat.

NASIONAL | 15 September 2019

92 Pemda Raih Penghargaan Wahana Tata Nugraha

Penghargaan WTN 2019 dapat menunjukkan peningkatan kinerja di setiap provinsi, kabupaten, dan kota.

NASIONAL | 15 September 2019

Kabut Asap Ganggu Penerbangan di Bandara Kapuas Hulu

Otoritas bandara menghentikan sementara kegiatan penerbangan demi keselamatan penumpang.

NASIONAL | 15 September 2019

Ratusan Penerbangan Lion Air Group Terdampak Kabut Asap

Sejumlah penerbangan Lion Air Group mengalami keterlambatan keberangkatan dan kedatangan.

NASIONAL | 15 September 2019

Kabut Asap, 15 Penerbangan Bandara Supadio Terganggu

Secara umum jelas dia pelayanan di Bandara Internasional Supadio Pontianak berstatus buka.

NASIONAL | 15 September 2019

Kepala BNPB: Asap Karhutla Rusak Generasi Mendatang

Karhutla sebagian besar disebabkan ulah manusia.

NASIONAL | 15 September 2019

Mahfud MD: KPK Tak Bisa Kembalikan Mandat

Pimpinan KPK tidak bisa mengembalikan mandat kepada presiden karena mereka bukanlah mandataris presiden.

NASIONAL | 15 September 2019

Menteri LHK: Penegakan Hukum Terhadap Perusahaan Pembakar Lahan Telah Dilakukan

PT ABT merupakan salah satu dari 42 konsesi yang telah disegel oleh KLHK.

NASIONAL | 15 September 2019

Rizal Ramli: Perlu Riset untuk Capai Swasembada

Ekonom senior Rizal Ramli mengatakan perlu adanya riset untuk mencapai swasemba pangan di Tanah Air.

NASIONAL | 15 September 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS