JIS Dukung Pemulihan Trauma Anak Korban Gempa di Lombok Timur
INDEX

BISNIS-27 434.176 (-7.64)   |   COMPOSITE 4917.96 (-75.2)   |   DBX 928.196 (-4.7)   |   I-GRADE 130.286 (-2.42)   |   IDX30 412.166 (-7.85)   |   IDX80 107.727 (-2.08)   |   IDXBUMN20 269.265 (-5.95)   |   IDXG30 115.773 (-2.53)   |   IDXHIDIV20 368.481 (-6.65)   |   IDXQ30 120.761 (-2.3)   |   IDXSMC-COM 210.292 (-3.36)   |   IDXSMC-LIQ 235.988 (-6.09)   |   IDXV30 101.893 (-2.12)   |   INFOBANK15 773.605 (-13.29)   |   Investor33 359.92 (-6.34)   |   ISSI 144.524 (-2.29)   |   JII 524.265 (-9.92)   |   JII70 177.451 (-3.41)   |   KOMPAS100 962.885 (-17.72)   |   LQ45 754.177 (-14.18)   |   MBX 1360.94 (-22.87)   |   MNC36 269.191 (-4.78)   |   PEFINDO25 256.961 (-5.33)   |   SMInfra18 232.003 (-3.35)   |   SRI-KEHATI 302.863 (-5.05)   |  

JIS Dukung Pemulihan Trauma Anak Korban Gempa di Lombok Timur

Rabu, 9 Oktober 2019 | 22:44 WIB
Oleh : Feriawan Hidayat / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Bencana gempa bumi pada Juli 2018 menyisakan trauma mendalam pada warga Lombok Timur, khususnya anak-anak usia di bawah 6 tahun. Sebagai wilayah terluas di Nusa Tenggara Barat (NTB), kawasan ini memiliki sekitar 400 lokasi Taman Kanak-Kanak (TK) dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang menangani sekitar 16.000 anak. Separuh dari jumlah seluruh sekolah itu mengalami kerusakan.

Baca Juga: Siapkan Guru Berkualitas, Kemdikbud Gandeng Sekolah Internasional

Kepala Balai Pengembangan PAUD dan Pendidikan Masyarakat Nusa Tenggara Barat, Drs Suka MPd, mengatakan, lebih dari 200 sekolah TK dan PAUD terdampak bencana tahun lalu.

"Walau masih ada trauma, anak-anak masih antusias untuk melakukan kegiatan belajar di bangunan sementara maupun tenda-tenda. Beberapa bangunan permanen juga sudah berdiri. Namun, anak-anak sempat mengeluh panas karena tidak ada kipas angin,” kata Suka dalam keterangan pers yang diterima Beritasatu.com, Rabu (9/10/2019).

Meski terdengar seperti keluhan sederhana, anak-anak di wilayah bencana sesungguhnya mengalami problem yang jauh lebih berat sehingga sulit menerima pelajaran.

Baca Juga: Siswa JIS Belajar Budaya Melalui Ajang Indonesia Week 2019

Head of School Jakarta Intercultural School, Tarek Razik, mengatakan, kondisi yang dialami oleh para anak korban bencana di Lombok merupakan panggilan agar tim Jakarta Intercultural School (JIS) dapat bertindak. Pihaknya mengirim Greg Zolkowski, Community Educational Outreach Coordinator JIS dan tim ke lokasi bencana di Selong, NTB, pada akhir September lalu.

"Periode TK dan PAUD merupakan masa kritis bagi anak-anak untuk mengembangkan ketrampilan kognitif, kompetensi sosial, emosi serta kesehatan mental. Ini adalah pondasi bagi mereka untuk meraih sukses saat dewasa,” kata Tarek Razik.

Menurut Tarek, JIS tergerak untuk membuat para murid kembali bersemangat dalam belajar melalui workshop bagi para guru. "Dalam misi ini, JIS membawa tim khusus yang mengajarkan para guru TK dan PAUD di Lombok Timur agar dapat memotivasi anak belajar melalui bermain atau learn through play," jelasnya.

Tarek menambahkan, bermain adalah salah satu cara penting bagi anak dalam menggali ketrampilan dan kemampuan berpikir. Anak pun dapat terlibat aktif secara fisik dan mental dalam pengalaman ini sehingga mereka dapat berekspresi, merasakan tantangan baru serta mencari tahu lebih jauh tentang lingkungan di sekitarnya. "Kegiatan ini, sekaligus juga merupakan rangkaian dari upaya JIS untuk membantu meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia," kata Tarek.

Community Educational Outreach Coordinator JIS, Greg Zolkowski, menambahkan, tantangan mengajak anak belajar sambil bermain di lokasi pasca-bencana cukup besar. Pasalnya, guru-guru di Lombok kesulitan menemukan alat bermain yang memadai.

"Karena itu, tim JIS menginspirasi para guru setempat agar lebih kreatif memanfaatkan benda maupun barang bekas dari lingkungan sekitar yang tetap bisa digunakan untuk menggali kemampuan anak dalam proses belajar. Mereka bisa menyentuh dan merasakan langsung benda-benda, seperti kayu, daun-daun kering, botol atau barang bekas lain. Workshop ini dilakukan dengan perspektif bahwa guru-guru di wilayah bencana ini tidak memiliki sumber daya apapun di lapangan," jelas Greg.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Pengusaha Minta Kepastian Hukum Pemindahan Ibu Kota

“Dari segi konsep pengembangan kotanya, kami harapkan juga harus lebih jelas dan memberikan peluang kita dari sisi swasta untuk berpartisipasi," kata Sany.

NASIONAL | 9 Oktober 2019

Wiranto: Situasi Papua Aman Terkendali

Menko Polhukam Wiranto menyatakan bahwa situasi Kamtibmas di Papua dalam kondisi aman terkendali meskipun harus tetap diwaspadai potensi aksi kekerasan.

NASIONAL | 9 Oktober 2019

Eksekutor Pengukuran Tanah di BPN Sebaiknya Dilakukan Swasta

Untuk bisa terlibat sebagai eksekutor pengukuran tanah tidak seperti membalikkan telapak tangan, karena ada aspek kultur di BPN.

NASIONAL | 9 Oktober 2019

Gunakan Kapal Laut, 650 Pengungsi Wamena Kembali ke Makassar

Sebanyak 650 pengungsi dari Wamena, Rabu (8/10/2019) dipulangkan ke daerah asal dengan menggunakan KM Sinabung dengan tujuan Makassar.

NASIONAL | 9 Oktober 2019

KPK Tetapkan Eks Pejabat Subang Tersangka Gratifikasi Rp 9,6 Miliar

Diduga sebagian besar dari uang yang diterima, digunakan untuk kepentingan Heri Tantan. Uang yang diberikan Heri Tantan pada Ojang Sohandi hanya Rp 1,65 miliar.

NASIONAL | 9 Oktober 2019

Pengadilan Tipikor Tolak Nota Keberatan Rommy

Majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta menolak nota keberatan (eksepsi) mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy, Rabu (9/10/2019).

NASIONAL | 9 Oktober 2019

Atasi Kemiskinan dengan Dua Cara, Ini Penjelasan Jusuf Kalla

“Ukuran kemiskinan itu peningkatannya dapat diukur daripada sama dengan suatu perusaaan,” kata Wapres Jusuf Kalla.

NASIONAL | 9 Oktober 2019

Kapolri Tegaskan Terus Kejar KNPB dan ULMWP

Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian menegaskan pihaknya terus mengejar anggota KNPB dan ULMWP, kemudian menangkap mereka.

NASIONAL | 9 Oktober 2019

Kementerian Sosial Salurkan Bantuan untuk Pengungsi Nduga

Kementerian Sosial menyalurkan bantuan sosial untuk pengungsi dari Kabupaten Nduga yang tersebar di Kabupaten Nduga, Lanijaya, Jayawijaya, dan Mimika.

NASIONAL | 9 Oktober 2019

Sidang Grab Indonesia, Hotman Paris: Tuduhan Diskriminasi Tidak Berdasar

Kuasa hukum Grab Indonesia dan PT TPI Hotman Paris mengatakan tuduhan terkait diskriminasi tidak berdasar.

NASIONAL | 9 Oktober 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS