Indonesia Berpeluang Kembangkan Budaya Populer
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

Indonesia Berpeluang Kembangkan Budaya Populer

Kamis, 24 Oktober 2019 | 18:32 WIB
Oleh : Yeremia Sukoyo / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Indonesia diharapkan tidak hanya menjadi bangsa pengkonsumsi budaya populer atau Pop Culture dunia. Saat ini, peluang pengembangan budaya populer Indonesia masih cukup besar dan diyakini bisa mengalahkan banyaknya budaya populer yang dikembangkan negara-negara lain di dunia.

"Padahal peluang pengembangan pop culture Indonesia di dunia sangat besar. Kalau tidak bisa dikembangkan, maka Indonesia hanya menjadi bangsa pengkonsumsi budaya populer," kata Wakil Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Ricky Joseph Pesik, dalam Focus Group Discussion (FGD) serial diskusi ke IV GBHP Nasdem Bidang Sosial dan Budaya "Pop Culture Nusantara", di Auditorium DPP Partai Nasdem, Jakarta, Kamis (24/10/2019).

Menurut Ricky, penggerak pop culture di dunia memang berasal dari para pekerja kreatif. Pop culture merupakancounter culture yang sudah menjadi konsumsi publik. Pop culture itu harus bisa dikonsumsi massal dan bisa menjadi selera baru di tengah masyarakat.

"Seharusnya kita harus bisa menjadi pemain utama pop culture di dunia. Kita memiliki cukup seniman atau pelaku kreatif. Tugas pemerintah adalah untuk mematangkan ekosistem budaya populer," ucap Ricky.

Kedepannya, kata Ricky, dirinya berharap agar Indonesia dapat menjadi pemain utama budaya populer di tataran global. Untuk mendukung ini, Bekraf pun menjadi pengusul kepada PBB agar 2021 menjadi tahun ekonomi kreatif dunia.

Menurutnya, industri ekonomi kreatif saat ini sudah menyumbang sekitar 30 persen perekonomian dunia. Tapi dalam kebijakan ekonomi banyak negara, industri kreatif justru masih termarginalkan, termasuk di Indonesia sendiri.

Salah satu budaya populer yang berhasil dikembangkan negara-negara di dunia adalah budaya populer Korea yang berhasil menguasai pasar Indonesia, serta memikat masyarakat luas dengan dramanya. Korea mengembangkan dengan penciptaan musik Korea. Korean Pop (Musik Pop Korea) disingkat K-pop, adalah jenis musik populer yang berasal dari Korea Selatan.

Pengembangan industri ekonomi kreatif bisa dilakukan dengan berbagai ragam cara. Mulai dari musik, film, kerajinan, gaya hidup, budaya dan lain sebagainya. Di Indonesia sendiri ada sejumlah aktor yang berhasil menembus budaya populer dunia, namun ironisnya justru budaya populer yang dimiliki dikembangkan di luar negeri.

Anggota DPR Fraksi Nasdem Periode 2019-2024, Muhammad Farhan, menjelaskan, saat ini sekitar 40,1 persen milenial memiliki akun instagram. Seharusnya, keberadaan media sosial tersebut bisa dimaksimalkan untuk mendorong pengembangan pop culture Indonesia.

"Karakter anak muda zaman sekarang ingin mencari anti mainstream. Pop culture mampu melintasi berbagai sekat kehidupan. Namun, pop culture juga harus melahirkan generasi yang kritis dan membangun," kata Farhan.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Prabowo Akui Diberi Tugas Perkuat TNI

Prabowo Subianto, menegaskan dirinya diberikan kepercayaan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk memperkuat TNI dan menjaga kedaulatan serta keutuhan bangsa.

NASIONAL | 24 Oktober 2019

Kelas Pintar Ajak Siswa Aktif Bertanya

Fitur Tanya dari Kelas Pintar didedikasikan untuk menjadi tempat bertanya bagi para siswa.

NASIONAL | 24 Oktober 2019

Penyumbang Dana Kelompok Berencana Rusuh Ditangkap

Penyumbang dana kelompok yang berencana membuat kerusuhan untuk mengagalkan pelantikan presiden berhasil ditangkap.

NASIONAL | 24 Oktober 2019

Kemdikbud Petakan 718 Bahasa Daerah

Kemdikbud melalui Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan berhasil memetakan sebanyak 718 bahasa daerah yang ada di Tanah Air.

NASIONAL | 24 Oktober 2019

Sertijab Menhan Prabowo Diisi Upacara Jajar Kehormatan

Sertijab ditandai dengan penandatanganan memorandum Sertijab Menhan yang dilakukan oleh Menhan periode 2014-2019 Ryamizard Ryacudu dan Menhan Prabowo Subianto.

NASIONAL | 24 Oktober 2019

Boni Hargens Sebut Pencalonan Idham Azis Sebagai Kapolri Tepat

Idham Azis memiliki pengalaman yang memadai dalam menangani terorisme dan berbagai kejahatan besar.

NASIONAL | 24 Oktober 2019

Dua Tersangka Kasus Bom Rakitan Ajukan Penangguhan Penahanan

Penangguhan penahanan dilakukan karena keduanya tidak terlibat secara langsung dalam merencanakan kerusuhan menggunakan bom rakitan.

NASIONAL | 24 Oktober 2019

433 Kilometer Jalan Negara di Kabupaten Tanjungjabung Timur Alami Kerusakan

Perbaikan jalan dan jembatan provinsi tersebut sangat mendesak agar pembukaan akses desa-desa terpencil ke perkotaan semakin cepat.

NASIONAL | 24 Oktober 2019

Tak Lagi Jadi Menteri, Mohamad Nasir Ingin Nikmati Kebebasan

Bagi Nasir, menjadi konsultan perusahaan bukanlah profesi yang asing karena ia telah jalankan sebelum menjabat Menristekdikti.

NASIONAL | 24 Oktober 2019

Pertamina Kenalkan Bisnis Hulu Migas kepada Awak Media

Pertamina memiliki tugas strategis untuk mengelola industri migas dari hulu hingga hilir.

NASIONAL | 24 Oktober 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS