Tim Khusus Polri Buru Harun Masiku
INDEX

BISNIS-27 448.028 (-0.11)   |   COMPOSITE 5099.84 (-3.39)   |   DBX 964.111 (2.27)   |   I-GRADE 139.821 (-0.42)   |   IDX30 426.948 (0.39)   |   IDX80 113.317 (0.11)   |   IDXBUMN20 291.67 (1.28)   |   IDXG30 118.931 (0.18)   |   IDXHIDIV20 379.8 (-0.77)   |   IDXQ30 124.715 (-0.33)   |   IDXSMC-COM 219.701 (0.45)   |   IDXSMC-LIQ 255.871 (2.67)   |   IDXV30 106.644 (1.52)   |   INFOBANK15 836.821 (-6.19)   |   Investor33 373.706 (-0.97)   |   ISSI 150.561 (0.36)   |   JII 547.285 (1.18)   |   JII70 187.054 (0.33)   |   KOMPAS100 1020.57 (-1.1)   |   LQ45 786.439 (0.76)   |   MBX 1410.93 (-1.57)   |   MNC36 280.006 (-0.59)   |   PEFINDO25 280.13 (0.18)   |   SMInfra18 241.99 (-0.13)   |   SRI-KEHATI 316.197 (-0.37)   |  

Tim Khusus Polri Buru Harun Masiku

Selasa, 28 Januari 2020 | 22:19 WIB
Oleh : Farouk Arnaz / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Polri membentuk tim khusus untuk mencari kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Harun Masiku, yang hilang bak ditelan bumi setelah ditetapkan tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Atas perintah kapolri yang sangat konsen membantu KPK untuk mencari HM sehingga ada tim khusus lidik dan kerja sama aktif dengan KPK. Sampai hari ini status pencarian HM masih penyelidikan dan segala daya upaya kita maksimalkan untuk ketahui keberadaannya,” kata Kabag Penum Polri, Kombes Asep Adi Saputra, di Mabes Polri Jakarta, Selasa (28/1/2020).

Seperti diberitakan, polisi mengaku pencarian telah dilakukan hingga ke rumah pribadi Harun di Gowa, Sulawesi Selatan namun yang bersangkutan tidak ada.

Harun awalnya diduga ada di Singapura namun kemudian diralat dia ada di Indonesia. Dia telah ditetapkan tersangka dalam kasus dugaan suap terhadap mantan komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan.

KPK menyebut Wahyu telah menerima uang senilai Rp 600 juta, dari Rp 900 juta yang diminta, dari Harun dan sumber dana lainnya yang belum diketahui identitasnya.

KPK menetapkan total empat tersangka dalam kasus ini. Selain Wahyu dan Harun, KPK juga menetapkan mantan anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) -yang juga orang kepercayaan Wahyu- Agustiani Tio Fridelina dan pihak swasta bernama Saeful.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Lembaga Eijkman: Virus Korona Wuhan Jenis Ketujuh yang Menginfeksi Manusia

Selain pola hidup sehat lanjutnya, menjaga stamina dan daya tahan tubuh sangat penting untuk melawan virus.

NASIONAL | 28 Januari 2020

Polisi Tetapkan 3 Petinggi Sunda Empire Tersangka

"Sunda Empire ini merupakan penyebaran berita bohong yang sengaja untuk membuat keonaran di masyarakat atau dengan sengaja menyebarkan berita yang tidak pasti."

NASIONAL | 28 Januari 2020

Antisipasi Virus Korona, RSUD Yunus Bengkulu Siapkan Ruang Isolasi Khusus

Meski demikian, tutur Ismi, potensi akan berjangkit virus korona di Bengkulu, sangat kecil kemungkinannya, karena orang asing yang keluar masuk ke sini sedikit.

NASIONAL | 28 Januari 2020

Periksa Ketua KPU, KPK Dalami Mekanisme PAW Caleg PDIP

Suap diduga diberikan Harun Masiku melalui kader PDIP Saeful Bahri kepada Wahyu Setiawan.

NASIONAL | 28 Januari 2020

Mahfud: Aliran Dana Teroris Masuk RI Ada yang Berbentuk Investasi

Salah satunya berupa pembangunan gedung.

NASIONAL | 28 Januari 2020

Kemunculan Romantisme Kejayaan Masa Lalu Bisa Picu Konflik Sosial

Fenomena belakangan ini landasannya mirip dengan yang terjadi beberapa tahun lalu.

NASIONAL | 27 Januari 2020

Pameran Garis Mahir, Upaya Memahami Tahapan Berpikir Anak

Rumah Perubahan Rhenald Kasali berkolaborasi dengan Yayasan Tegar menggelar pameran pendidikan bertajuk Garis Mahir.

NASIONAL | 28 Januari 2020

EcoNusa: Papua dan Maluku, Garda Terakhir Hutan Indonesia Bahkan Dunia

Yayasan EcoNusa didirikan pada tahun 2017 yang diprakarsai oleh Bustar Maitar, seorang tokoh penggiat lingkungan yang lahir dan besar di Papua.

NASIONAL | 28 Januari 2020

Polri Akui Tarik Penyidiknya dari KPK

Masa tugas dua penyidik KPK yang ditarik Polri telah berakhir.

NASIONAL | 28 Januari 2020

Warga Resah, Revitalisasi Monas Dinilai Tidak Ramah Lingkungan

Sejumlah warga resah terhadap proyek ini yang dianggap tak ramah lingkungan.

NASIONAL | 28 Januari 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS