Pandemi Corona, Ini Sentimen Warganet Terhadap Kabinet Jokowi-Ma'ruf
INDEX

BISNIS-27 447.922 (0.22)   |   COMPOSITE 5096.45 (-4.63)   |   DBX 966.383 (0.26)   |   I-GRADE 139.404 (0.54)   |   IDX30 427.333 (0.82)   |   IDX80 113.424 (-0.07)   |   IDXBUMN20 292.954 (-1.76)   |   IDXG30 119.109 (0.49)   |   IDXHIDIV20 379.033 (0.39)   |   IDXQ30 124.381 (0.25)   |   IDXSMC-COM 220.154 (-1.19)   |   IDXSMC-LIQ 258.539 (-0.54)   |   IDXV30 108.161 (-0.91)   |   INFOBANK15 830.634 (2.07)   |   Investor33 372.738 (0.67)   |   ISSI 150.924 (0.03)   |   JII 548.46 (1.53)   |   JII70 187.38 (0.16)   |   KOMPAS100 1019.47 (0.03)   |   LQ45 787.196 (1.37)   |   MBX 1409.36 (-1.53)   |   MNC36 279.413 (0.25)   |   PEFINDO25 280.307 (-3.18)   |   SMInfra18 241.86 (0.29)   |   SRI-KEHATI 315.824 (0.31)   |  

Pandemi Corona, Ini Sentimen Warganet Terhadap Kabinet Jokowi-Ma'ruf

Rabu, 1 April 2020 | 21:59 WIB
Oleh : Feriawan Hidayat / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Setelah tantangan 100 hari kerja, kabinet Jokowi-Ma’ruf ternyata memiliki tantangan berlipat ganda dan lebih dinamis. Sumbernya adalah pandemi virus corona (Covid-19). Kepemimpinan yang kuat di masa krisis tersebut menjadi sangat krusial.

Baca Juga: Lima Pasien Corona di Jatim Dinyatakan Sembuh

Lembaga Next Policy melakukan penelitian dengan melihat sentimen para menteri kabinet Jokowi-Ma’ruf lewat pengumpulan data teks di media sosial Twitter sejak 11 Desember 2019 hingga 2 Maret 2020. Penelitian ini menggunakan machine learning dengan metode Analisis Media Sosial Nusantara berbasis AI (Amena). Analisis Amena menghasilkan visualisasi data berupa peta sentimen positif, negatif, dan netral.

Next Policy melakukan pengumpulan data teks untuk melihat sentimen publik terhadap para menteri kabinet Jokowi- Ma’ruf Amin, yang memiliki peran strategis dalam penanganan wabah Covid-19.

Mereka adalah Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, serta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim. Terkait sektor ekonomi, ada Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani, Menteri BUMN Erick Thohir, serta Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama.

Ringkasnya, riset Next Policy menyebutkan sentimen warganet kepada Menteri Terawan naik 297 persen menjadi 18.150 tweets sejak dilantik hingga 2 Maret lalu. Melalui kata kunci dengan filter 'Terawan' dan 'corona' ditemukan 2.870 tweets yang berkaitan dengan respons Terawan terhadap kasus Covid-19.

Baca Juga: Donasi Masyarakat untuk Covid-19 Mencapai Rp 66,5 Miliar

Hasil lengkapnya, sentimen negatif terhadap Menteri Terawan lebih tinggi dibandingkan sentimen positif, yakni 1.493 tweets banding 360. Sementara sentimen netral 1.071 tweets. Lonjakan sentimen negatif Terawan terjadi periode 28 Januari-28 Februari. Saat itu Terawan membuat beberapa pernyataan, antara lain bahwa kunci mencegah penularan Covid-19 adalah imunitas dan berdoa.

Peneliti Next Policy, Grady Nagara, menyatakan, Menteri Terawan mendapat sentimen negatif di Twitter, karena menyangkal ancaman virus yang ternyata berubah menjadi pandemi corona.

"Sebagai otoritas tertinggi di sektor kesehatan, sikap penyangkalan tersebut mempengaruhi menteri-menteri lain seperti menteri perhubungan, menkopolhukam, menteri dalam negeri, wakil presiden, bahkan presiden sendiri. Oleh karena itu, Presiden Jokowi harus memimpin para menterinya untuk berputar arah menghadapi perkembangan terkini yang penuh dengan ketidakpastian,” ujar Grady Nagara, peneliti Next Policy, dalam keterangan pers yang diterima Beritasatu.com, Rabu (1/4/2020).

Menurut Grady, ketika merespons krisis, seorang pemimpin harus berkomunikasi transparan kepada publik, memiliki dan mendorong arah dan tindakan jelas dan cepat, terlibat dan hadir, serta semua proses memiliki akuntabilitas.

Baca Juga: Ombudsman Dukung Penerapan PSBB

"Menteri Nadiem Makarim, Erick Thohir, dan Sri Mulyani adalah menteri-menteri yang mendapat sentimen positif, yang diharapkan menjadi penggerak kabinet mengantisipasi krisis. Namun, mereka harus dipimpin langsung presiden,” tegasnya.

Pegiat pendidikan sekaligus founder pemimpin.id, Ivan Ahda, menambahkan, respons Mendikbud Nadiem Makarim perlu diapresiasi saat ini.

"Dua langkah utama Menteri Nadiem merupakan respons cepat Kemdikbud menghadapi pandemi ini, yakni peniadaan ujian nasional dan pembelajaran jarak jauh. Keputusan tersebut diikuti oleh dinas pendidikan di daerah, sekolah, guru, dan murid bersama-sama orang tua,” kata Ivan.

Menurut Ivan, Nadiem dapat menjadikan krisis ini momentum percepatan transformasi digital sektor pendidikan nasional. "Karena kita tidak banyak pilihan kecuali bertransformasi ke digital, maka Nadiem Makarim adalah sosok yang pas memimpinnya," tandasnya.

Baca Juga: Imbas Wabah Corona, Tahapan Pilkada Tangsel Ditunda

Sementara itu, di sektor ekonomi terjadi perubahan arah di bawah komando Menkeu Sri Mulyani, dan Menteri BUMN Erick Thohir. "Hal lain yang kami temukan dan cukup pivotal adalah Sri Mulyani menjadi menteri yang paling awal bersuara mengenai dampak Covid-19, bahkan dibandingkan Menteri Terawan," kata Direktur Eksekutif Next Policy, Fithra Faisal Hastiadi.

Menurut Fithra, Sri Mulyani serius melakukan langkah-langkah mitigasi demi menangkis dampak Covid-19 terhadap perekonomian nasional. Hal ini cukup pivotal karena dampak ekonomi virus ini memang serius dan menebarkan ketakutan pada pasar (saham).

"Sri Mulyani sempat mengatakan dirinya lebih khawatir dampak Covid-19 dibandingkan Brexit. Sri Mulyani boleh jadi benar mengingat analisis dampak yang dilakukan Next Policy menunjukkan efek dari Brexit minimal dibandingkan Covid-19," jelasnya.

Fithra mengatakan, pandemi Covid-19 berpotensi menurunkan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 0,1-0,2 persen bila terjadi penurunan setiap 1 persen ekonomi Tiongkok. "Bahkan, dengan makin meningkatnya kasus Covid-19 di Indonesia, kemungkinan terjadi kontraksi ekonomi jauh lebih besar," tegasnya.

Fithra menyebutkan, peran Menteri BUMN Erick Thohir cukup konsisten berada di papan atas menteri yang paling banyak disebut, serta mendapatkan porsi kenaikan cukup tinggi (421 persen) dibandingkan saat awal penyusunan kabinet.

"Serupa dengan Sri Mulyani, banyak milenial memposisikan Erick Thohir sebagai anutan. Bahkan dalam beberapa isu tertentu, nama Sri Mulyani dan Erick Thohir sering bersamaan disebut," pungkas Fithra.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Cegah Covid-19, Sebanyak 646 Narapidana di Bali Segera Dibebaskan

"Dari 646 narapidana itu, yang paling banyak dibebaskan yang menghuni di Lapas Kelas II Kerobokan sebanyak 294 orang," kata Putu Surya Dharma.

NASIONAL | 1 April 2020

56 Burung yang Dilindungi Dilepasliarkan di Kawasan TNBBS

BKSDA Bengkulu telah melakukan kajian terlebih dahulu untuk lokasi pelepasliaran di kawasan TNBBS.

NASIONAL | 1 April 2020

UKM Jateng Kebut APD, Produksi 10.000 Per Hari

Para pelaku usaha kecil dan menengah di Jateng banting setir memproduksi APD berupa "coverall". Mereka mampu memproduksi 10.000 "coverall" per hari.

NASIONAL | 1 April 2020

Lima Pasien Corona di Jatim Dinyatakan Sembuh

Total pasien corona yang dinyatakan sembuh di provinsi Jatim sebanyak 22 orang.

NASIONAL | 1 April 2020

Donasi Masyarakat untuk Covid-19 Mencapai Rp 66,5 Miliar

Lebih dari 5.000 petugas kesehatan yang dilibatkan untuk penyelidikan epidemiologi terhadap penyebaran virus corona.

NASIONAL | 1 April 2020

Program Makan Gratis Pemprov Jateng Diserbu Berbagai Kalangan

Program berbagi makan siang oleh Pemprov Jawa Tengah diserbu warga berbagai kalangan. Ojek online , tukang becak, penyapu jalanan hingga pemulung ikut merasakan

NASIONAL | 1 April 2020

Kemenhub Bagikan Ratusan Nasi Bungkus Untuk Pekerja Sektor Informal

Ditjen Hubdat membagikan ratusan nasi bungkus senilai Rp 150 juta kepada pekerja sektor informal agar tetap bertahan di tengah pandemi corona.

NASIONAL | 1 April 2020

BPK Diminta Dampingi Penggunaan Dana Penanganan Covid-19

Pemberian dana penanganan virus corona dari pemerintah harus disertai dengan fleksibilitas dalam penggunaannya.

NASIONAL | 1 April 2020

Ini Mekanisme Penerapan PSBB

PSBB dapat dijalankan di daerah yang wilayahnya terdapat penyebaran wabah corona atau Covid-19.

NASIONAL | 1 April 2020

Sampai 1 April, 28 Warga DIY Positif Corona dan 2 Pasien Sembuh

Pasien dalam pengawasan (PDP) pada 1 April 2020 di Daerah Istimewa Yogyakarta mencapai 225 orang, 142 masih dirawat di 23 rumah sakit rujukan corona (Covid-19).

NASIONAL | 1 April 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS