Ganjar Pastikan Stok Pangan di Jateng Aman
INDEX

BISNIS-27 437.928 (-6.4)   |   COMPOSITE 4945.79 (-39.24)   |   DBX 931.257 (3.24)   |   I-GRADE 131.318 (-1.79)   |   IDX30 415.488 (-6.92)   |   IDX80 108.562 (-1.33)   |   IDXBUMN20 273.68 (-2.25)   |   IDXG30 115.596 (-1.18)   |   IDXHIDIV20 371.558 (-6.96)   |   IDXQ30 121.636 (-2.04)   |   IDXSMC-COM 210.245 (0.19)   |   IDXSMC-LIQ 235.867 (0.2)   |   IDXV30 102.795 (-1.19)   |   INFOBANK15 787.375 (-15.3)   |   Investor33 363.773 (-5.92)   |   ISSI 144.695 (-0.44)   |   JII 523.846 (-2.73)   |   JII70 177.783 (-0.58)   |   KOMPAS100 971.12 (-10.68)   |   LQ45 760.321 (-10.32)   |   MBX 1369.12 (-13.17)   |   MNC36 271.592 (-3.83)   |   PEFINDO25 259.811 (2.03)   |   SMInfra18 233.526 (-0.76)   |   SRI-KEHATI 306.747 (-5.09)   |  

Jelang Ramadan

Ganjar Pastikan Stok Pangan di Jateng Aman

Selasa, 21 April 2020 | 17:56 WIB
Oleh : Stefi Thenu / FER

Semarang, Beritasatu.com - Stok pangan menjelang ramadan di Jawa Tengah (Jateng) dipastikan aman. Dari sejumlah kebutuhan pokok, stok yang menipis di Jateng hanya dua komponen, yakni gula dan bawang putih.

Baca Juga: Harga Beras Naik, Presiden Nilai Ada yang Ambil Untung

"Stok sampai kemarin alhamdulillah aman semuanya. Bahkan kalau kita bicara beras, ini lagi musim panen, jadi pasti bagus. Yang kurang hanya bawang putih dan gula, yang lain semuanya terpenuhi," ungkap Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Selasa (21/4/2020).

Menurut Ganjar, semua stok kebutuhan pokok masyarakat dipastikan terpenuhi selama ramadan tahun ini. Terkait harga, diperkirakan bakal terjadi fluktuasi. Pasalnya, saat ini sudah terjadi adalah harga gula yang terus mengalami fluktuatif cukup tinggi.

"Mudah-mudahan gula yang diimpor pemerintah segera beredar di pasaran untuk menjaga stok dan menjamin harga. Selain itu, tebu rakyat yang sudah digiling juga diharapkan segera memenuhi kebutuhan," tegas Ganjar.

Baca Juga: Ganjar Imbau Pentingnya Gotong Royong

Meski begitu, secara keseluruhan ramadan tahun ini akan berbeda dengan ramadhan tahun sebelumnya. Harga-harga di pasaran tidak akan meningkat tajam dan masih bisa terkendali.

"Karena tahun ini cara menjalankan ibadah puasanya berbeda. Sekarang suasana dalam kondisi berduka, mudah-mudahan masyarakat akan lebih khusyuk beribadah dan mengurangi konsumsi yang akan dibelanjakan," tuturnya.

Disinggung terkait imbauan kepada masyarakat dalam menjalankan ibadah ramadan di tengah wabah Covid-19, Ganjar menyatakan, Kementerian Agama (Kemag) telah mengeluarkan imbauan. Selain itu, organisasi besar seperti Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah telah menyampaikan kepada masyarakat untuk beribadah di rumah.

Baca Juga: Putus Rantai Penularan Covid-19, Ramadan #DiRumahAja

"Saya minta ikuti imbauan dari pemerintah. Tetap menjalankan ibadah tapi di rumah masing-masing. Mudah-mudahan masyarakat semuanya dengan tulus ikhlas tetap menjalankan ibadah ramadan dengan khusyuk, tapi tetap di rumah saja," tandas Ganjar.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Cegah Covid-19, Ganjar: Peserta Itjima Ulama Asal Jateng Harap Lapor

Dengan adanya 26 peserta itjima ulama asal Jateng dinyatakan positif Covid-19, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo meminta peserta lainnya untuk melaporkan diri.

NASIONAL | 21 April 2020

Hari Kartini, Perempuan Indonesia Menjadi Agen Pencegahan Korupsi

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Lili Pintauli Siregar, berharap perempuan Indonesia menjadi agen pencegahan korupsi.

NASIONAL | 21 April 2020

Pelarangan Mudik, Pemkot Bekasi Tunggu Keputusan Tertulis

Pemkot Bekasi masih menunggu keputusan tertulis dari pemerintah pusat terkait pelarangan mudik Lebaran tahun ini.

NASIONAL | 21 April 2020

Presiden Larang Mudik, Pemda DIY Perketat Penjagaan Pintu Masuk

Presiden sudah menetapkan larangan mudik Lebaran tahun ini, sehingga wilayah-wilayah kantong pemudik, seperti halnya DIY, menyikapi larangan itu dengan serius.

NASIONAL | 21 April 2020

Mensos: Untuk di Luar Jabodetabek, Bansos Covid-19 Diberikan Tunai Minggu Depan

Saat ini pemerintah memiliki data penerima bansos tunai mencapai 9 juta keluarga.

NASIONAL | 21 April 2020

Mensos: Data Penerima Bansos Covid-19 Kombinasikan Data Kemsos dan Pemda

Ada 20 juta keluarga yang sudah menerima bansos reguler. Di luar 20 juta keluarga itu, ada sekitar 7-8 juta keluarga di Jabodetabek yang bukan penerima bantuan.

NASIONAL | 21 April 2020

DIY Dapat Jatah Bansos untuk 125.000 KK dari Kemsos

Pemerintah Pusat telah mengirimkan data 125.000 Kepala Keluarga (KK) penerima bantuan sosial di DIY dalam bentuk tunai Rp 600.000 per bulan.

NASIONAL | 21 April 2020

Mensos Ajak Masyarakat Awasi Penyaluran Bansos Agar Tepat Sasaran

Bansos senilai Rp 600.000 akan disalurkan selama tiga bulan (April-Juni). Setiap bulan disalurkan dua kali dengan masing-masing paket senilai Rp 300.000.

NASIONAL | 21 April 2020

Walau Terlambat, Kebijakan Larangan Mudik Diapresiasi

Larangan mudik ini harus ditindaklanjuti sampai bawah, sehingga larangan presiden bisa membantu usaha pemerintah dalam memutus mata rantai covid.

NASIONAL | 21 April 2020

Jateng Wajibkan Seluruh Tenaga Medis Pakai APD

Kebijakan tersebut untuk mencegah penularan Covid-19 terhadap tenaga medis.

NASIONAL | 21 April 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS