RUU Cipta Kerja Jadi Momentum Penataan Regulasi
INDEX

BISNIS-27 426.538 (11.39)   |   COMPOSITE 4842.76 (103.04)   |   DBX 923.5 (7.76)   |   I-GRADE 127.867 (3.45)   |   IDX30 404.318 (11.17)   |   IDX80 105.647 (2.92)   |   IDXBUMN20 263.312 (10.37)   |   IDXG30 113.239 (2.36)   |   IDXHIDIV20 361.834 (9.72)   |   IDXQ30 118.461 (3.18)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.97)   |   IDXV30 99.778 (3.02)   |   INFOBANK15 760.318 (27.06)   |   Investor33 353.585 (10.19)   |   ISSI 142.238 (2.46)   |   JII 514.346 (9.5)   |   JII70 174.038 (3.75)   |   KOMPAS100 945.162 (25.96)   |   LQ45 740.002 (20.32)   |   MBX 1338.07 (31.05)   |   MNC36 264.409 (7.18)   |   PEFINDO25 251.635 (8.18)   |   SMInfra18 228.656 (4.87)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.93)   |  

RUU Cipta Kerja Jadi Momentum Penataan Regulasi

Jumat, 1 Mei 2020 | 20:29 WIB
Oleh : Carlos KY Paath / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR, Rieke Diah Pitaloka, mengapresiasi pandangan sejumlah pakar hukum terkait Rancangan Undang-undang (RUU) Cipta Kerja. RUU tersebut dinilai sebagai kesempatan emas untuk menata sistem regulasi di Indonesia.

Baca: RUU Cipta Kerja Perbaiki Regulasi yang Hambat Investasi

"Kita harapkan inilah kesempatan membangun tata regulasi dan tidak bertentangan dengan sistem hukum dan ketatanegaraan ini. Kita adalah negara hukum dan keyakinan itu menjadi optimistis kita bersama," kata Rieke dalam keterangannya, Jumat (1/5/2020).

Rieke menuturkan, setiap Undang-undang (UU) memiliki landasan filosofis, sosiologis dan yuridis masing-masing. Ketiga landasan tersebut ditetapkan berdasarkan latar belakang proses penyusunan masing-masing UU yang berbeda-beda. Menurutnya, diperlukan kajian atau analisa terhadap 79 UU yang terdampak oleh draf RUU Cipta Kerja.

"Tentu saja yang penting adalah menyandingkan landasan filosofis dan yuridis yang ada di 79 UU tersebut sehingga menurut hemat kami, jangan sampai landasan sosiologis dan yuridis dari UU yang lama jika tidak dicabut, masih berlaku," ujar Rieke.

Baca: Gesit Ajak Warganet Dukung Omnibus Law Cipta Kerja

Rieke menambahkan, semangat RUU Cipta Kerja antara lain menghindari hiperegulasi. Pihaknya tidak menginginkan RUU Cipta Kerja justru membuat regulasi tetap saling bertabrakan. Di sisi lain, Rieke berharap pembahasan RUU Cipta Kerja, semakin mengerucut langsung ke dalam daftar inventarisasi masalah (DIM).

Sementara itu, Anggota Baleg Taufik Basari mengatakan, RUU Cipta Kerja yang menjadi usulan pemerintah, memiliki tujuan yang baik.

"Sebenarnya maksud dan tujuan RUU ini jelas, sepertinya memang dimaksudkan untuk membangkitkan ekonomi kita, dengan melakukan debirokratisasi, memperbaiki perizinan dan sebagainya dengan metode omnibus," kata Taufik.

Baca: RUU Cipta Kerja Berdimensi Kesejahteraan Masyarakat

Akan tetapi, menurut Taufik, pemerintah menerjemahkan poin-poin yang menjadi isi RUU. "Di bagian konsideran, maksud dan tujuan sebenarnya sudah jelas. Niat baiknya sudah terlihat dari pemerintahan, tapi kedodoran ketika berupaya mendetailkan bagian mana yang harus diatur, bagian mana yang harus dihapus, norma baru apa yang harus muncul untuk mencapai maksud dan tujuan dari RUU ini," ungkap Taufik.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Masyarakat Diminta Dukung Tenaga Medis Covid-19

Tenaga medis tak hanya sangat berjasa bagi bangsa dan negara atas dedikasi merawat dan menyembuhkan pasien Covid-19, tapi juga layak disebut pahlawan.

NASIONAL | 1 Mei 2020

Sepi Order, Pangkas Rambut di Garut Buka Pelayanan ke Rumah Pelanggan

Hal itu dilakukan di tengah pandemi virus corona (Covid-19) yang membuat banyak pelanggan pangkas rambut enggan keluar rumah.

NASIONAL | 1 Mei 2020

Kemnaker Siapkan Mitigasi Dampak Covid-19

Berbagai paket stimulus ekonomi diberikan kepada perusahaan yang memiliki komitmen untuk tidak melakukan PHK.

NASIONAL | 1 Mei 2020

Pertamina MOR IV Salurkan Bantuan 200 Paket APD untuk Puskesmas di Jeteng dan DIY

PT Pertamina (Persero) memberikan bantuan 200 paket APD kepada sejumlah Puskesmas di Jateng dan DIY.

NASIONAL | 1 Mei 2020

Penegak Hukum Diminta Usut Mafia Alkes yang Disebut Erick Thohir

Saut Situmorang mendorong aparat penegak hukum menindaklanjuti dan mengusut mafia bahan baku obat dan alat kesehatan.

NASIONAL | 1 Mei 2020

Akademisi Singapura Prediksi Covid-19 di Indonesia Berakhir September

Pandemi Covid-19 di Indonesia berakhir September.

NASIONAL | 1 Mei 2020

Dinkes Bengkulu Kesulitan Periksa Pasien ODP dan PDP

Untuk mencegah Covid-19 tidak meluas di Bengkulu, diperlukan pemeriksaan menggunakan PCR.

NASIONAL | 1 Mei 2020

Empat Pelaku Perdagangan Orang Ringkus Anggota Jatanras Polda Bengkulu

Polda Bengkulu tangkap empat orang pelaku human traffiking.

NASIONAL | 1 Mei 2020

Bantu Warga Terdampak Covid-19, Polisi Militer Bagikan 300 Sembako di Jonggol Bogor

POM AD bagikan sembako di Jonggol, Kabupaten Bogor.

NASIONAL | 1 Mei 2020

Merayakan Hardiknas, IGI Mendorong Guru Melek Teknologi

Ketua Umum Ikatan Guru (IGI) Muhammad Ramli Rahim mengajak para guru untuk melek teknologi.

NASIONAL | 1 Mei 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS