Tjahjo Kumolo: Revolusi Mental ASN untuk Tujuan Pembangunan
INDEX

BISNIS-27 426.538 (7.46)   |   COMPOSITE 4842.76 (69.8)   |   DBX 923.5 (3.46)   |   I-GRADE 127.867 (2.29)   |   IDX30 404.318 (7.37)   |   IDX80 105.647 (1.88)   |   IDXBUMN20 263.312 (7.44)   |   IDXG30 113.239 (1.72)   |   IDXHIDIV20 361.834 (6.55)   |   IDXQ30 118.461 (2.16)   |   IDXSMC-COM 206.934 (2.4)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (3.66)   |   IDXV30 99.778 (2.04)   |   INFOBANK15 760.318 (19)   |   Investor33 353.585 (6.67)   |   ISSI 142.238 (1.59)   |   JII 514.346 (5.58)   |   JII70 174.038 (2.42)   |   KOMPAS100 945.162 (17.43)   |   LQ45 740.002 (13.25)   |   MBX 1338.07 (21.42)   |   MNC36 264.409 (4.88)   |   PEFINDO25 251.635 (5.6)   |   SMInfra18 228.656 (3.16)   |   SRI-KEHATI 297.818 (5.94)   |  

Tjahjo Kumolo: Revolusi Mental ASN untuk Tujuan Pembangunan

Jumat, 15 Mei 2020 | 20:46 WIB
Oleh : Carlos KY Paath / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Revolusi mental aparatur negara merupakan sebuah keharusan untuk mencapai tujuan pembangunan. Upaya membangun Indonesia menjadi negara besar yang maju, diperlukan lebih dari sekedar hal bersifat fisik. Aparatur negara dengan jiwa kebangsaan kokoh menjadi modal utama yang diperlukan saat ini.

Baca Juga: ASN Bakal Diganjar Sanksi Tegas Jika Nekat Mudik

Demikian disampaikan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan dan RB) Tjahjo Kumolo saat menjadi pembicara dalam kuliah daring Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Sespimti Polri Dikreg ke-29, Jumat (15/5/2020).

"Presiden Sukarno pernah mengatakan bahwa revolusi mental adalah suatu gerakan untuk menggembleng manusia Indonesia agar menjadi manusia baru, yang berhati putih, berkemauan baja, bersemangat elang rajawali, berjiwa api yang menyala-nyala," ungkap Tjahjo.

Menurut Tjahjo, cita-cita Sukarno itu menjadi dasar dari dihidupkannya kembali gerakan revolusi mental oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Sebab gerakan revolusi mental sangat relevan untuk bangsa Indonesia yang sedang menghadapi tiga masalah pokok.

Baca Juga: Work From Home ASN Diperpanjang Hingga 29 Mei

Pertama, merosotnya wibawa negara. Kedua, merebaknya intoleransi. Ketiga, melemahnya sendi-sendi perekonomian nasional. Tjahjo menjelaskan gerakan revolusi mental dibagi menjadi lima program gerakan nasional.

Salah satunya program Gerakan Indonesia Melayani (GIM) yang fokus pada penciptaan budaya baru di lingkungan unit kerja dan organisasi aparatur negara. Tjahjo menuturkan budaya baru yang ingin dibangun terdiri atas enam poin utama.

Pertama, kepekaan terhadap orang lain baik pengguna layanan, pemangku kepentingan, bawahan, maupun pegawai lainnya. Kedua, munculnya pegawai yang inovatif, kreatif, dan cerdas. Ketiga, adanya keberanian untuk mengambil risiko untuk keputusan strategis yang mendesak.

Keempat, memperlakukan pegawai sebagai aset paling berharga bagi organisasi. Kelima, keterbukaan komunikasi bagi pegawai. Keenam, membangun hubungan yang solid antar pegawai.

Baca Juga: Cuti Bersama Lebaran 2020 Digeser ke Desember

Menurut Tjahjo membangun budaya baru di unit kerja maupun organisasi bukanlah sesuatu yang mustahil. Hal tersebut dapat terlaksana apabila ada kemauan dari aparatur negara untuk melakukan perubahan dan berani keluar dari zona nyaman.

"Kita harus mengubah cara kita melayani masyarakat. Kita harus membangun sinergi antar satuan kerja dalam mewujudkan target-target pembangunan," ujar mantan menteri dalam negeri tersebut.

Tjahjo menegaskan ada beragam kunci yang harus dikombinasikan untuk menjamin keberhasilan revolusi mental bagi aparatur negara. Meski begitu yang paling utama yaitu konsistensi dan komitmen. Tjahjo optimistis jika upaya perubahan dilakukan secara konsisten dan penuh komitmen, maka ke depan pemerintahan Indonesia menjadi pemerintahan yang disegani dan dihormati.

Baca Juga: Tjahjo Apresiasi Mal Pelayanan Publik Tetap Buka

Tidak hanya oleh masyarakatnya, tetapi juga oleh dunia internasional. "Mari kita tingkatkan kerja sama bahu-membahu untuk meningkatkan derajat kehidupan masyarakat, serta keunggulan bangsa agar mampu berkiprah tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga di tingkat nasional dan internasional," kata Tjahjo.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Presiden Jokowi Tegaskan Belum Lakukan Pelonggaran PSBB

Jokowi menegaskan belum akan melonggarkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang berlaku di sejumlah daerah di Tanah Air.

NASIONAL | 15 Mei 2020

Eks Komisioner KPU Segera Diadili Kasus Suap PAW Caleg PDIP

Dengan pelimpahan ini,Tim Jaksa KPK akan menunggu penetapan hari persidangan dari Majelis Hakim Tipikor.

NASIONAL | 15 Mei 2020

Ada Warga Meninggal Terima Bansos, Istana Minta Pemda Perbarui Data

Pemerintah daerah bertanggung jawab penuh meng-update data sehingga distribusi bansos tidak kalah sasaran.

NASIONAL | 15 Mei 2020

Sultan HB X: Kalau Masih Banyak yang Tak Disiplin, DIY PSBB

Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X menyatakan, bisa saja DIY menerapkan PSBB jika masih banyak tidak disiplin.

NASIONAL | 15 Mei 2020

Dewan Pengawas Rampung Bentuk Kode Etik KPK

Kode etik tersebut diatur dalam tiga Peraturan Dewan Pengawas (Dewas) KPK.

NASIONAL | 15 Mei 2020

KPK Perpanjang Masa Penahanan Ketua DPRD Muara Enim

Penahanan keduanya diperpanjang untuk 40 hari ke depan terhitung sejak tanggal 17 Mei 2020 sampai dengan tanggal 25 Juni 2020.

NASIONAL | 15 Mei 2020

Hadapi Pandemi, Nadiem: Keselamatan Insan Pendidikan Nomor Satu

Mendikbud Nadiem Makarim kembali menegaskan penerapan kebijakan Belajar dari Rumah adalah untuk memastikan keselamatan guru, siswa maupun orang tua.

NASIONAL | 15 Mei 2020

PKS: Harus Ada Batas Waktu Tiongkok Tuntaskan Kasus ABK Indonesia

PKS mengapresiasi pemerintah karena telah melakukan pelaporan kasus ABK WNI ini ke Dewan HAM PBB sebagai bentuk protes keras. Namun, pelaporannya harus dikawal.

NASIONAL | 15 Mei 2020

Arus Penumpang di Bandara Fatmawati Bengkulu Masih Sepi

Arus penumpang pesawat udara di Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu, sampai saat ini masih sepi, sehingga tidak terjadi penumpang berdesakan.

NASIONAL | 15 Mei 2020

MUI Jateng Serukan Salat Idulfitri di Rumah

MUI Jateng mengeluarkan seruan kepada warga untuk melakukan Salat Idulfitri dan khotbah di rumah masing-masing, untuk memutus rantai penyebaran Covid-19.

NASIONAL | 15 Mei 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS