Indonesia Harus Waspadai Pecahnya Konflik Laut China Selatan
INDEX

BISNIS-27 447.922 (0.22)   |   COMPOSITE 5096.45 (-4.63)   |   DBX 966.383 (0.26)   |   I-GRADE 139.404 (0.54)   |   IDX30 427.333 (0.82)   |   IDX80 113.424 (-0.07)   |   IDXBUMN20 292.954 (-1.76)   |   IDXG30 119.109 (0.49)   |   IDXHIDIV20 379.033 (0.39)   |   IDXQ30 124.381 (0.25)   |   IDXSMC-COM 220.154 (-1.19)   |   IDXSMC-LIQ 258.539 (-0.54)   |   IDXV30 108.161 (-0.91)   |   INFOBANK15 830.634 (2.07)   |   Investor33 372.738 (0.67)   |   ISSI 150.924 (0.03)   |   JII 548.46 (1.53)   |   JII70 187.38 (0.16)   |   KOMPAS100 1019.47 (0.03)   |   LQ45 787.196 (1.37)   |   MBX 1409.36 (-1.53)   |   MNC36 279.413 (0.25)   |   PEFINDO25 280.307 (-3.18)   |   SMInfra18 241.86 (0.29)   |   SRI-KEHATI 315.824 (0.31)   |  

Indonesia Harus Waspadai Pecahnya Konflik Laut China Selatan

Sabtu, 20 Juni 2020 | 16:06 WIB
Oleh : Yeremia Sukoyo / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Indonesia harus mewaspadai pecahnya konflik di Laut China Selatan (LCS) seiring dengan adanya resesi ekonomi dunia yang saat ini terjadi. Konflik LCS diprediksi akan menyeret banyak negara yang memiliki kepentingan terhadap keberadaan geostrategis di perairan tersebut.

Baca Juga: Tiongkok Ancam Balas Langkah Trump

Panglima TNI periode 2013-2014, Moeldoko, mengingatkan, jika di LCS pecah konflik, maka akan ada dua negara utama terlibat di dalamnya, yakni Tiongkok dan Amerika Serikat (AS). Tidak tertutup kemungkinan, konflik di LCS akan menjadi pemantik pecahnya perang dunia ke III.

"Indonesia diharapkan tidak ikut terseret dalam konflik Laut China Selatan. Saya memandang Indonesia harus tetap perlu sebagai negara yang netral dan tidak terseret ke dalam konflik itu," kata Moeldoko, dalam Webinar Purnomo Yusgiantoro Center (PYC) bertema "Geopolitik Energi di Laut Cina Selatan: Kekuatan Diplomasi" di Jakarta, Sabtu (20/6/2020).

Menurut Moeldoko, Indonesia memiliki posisi yang sangat strategis di LCS atau di perairan Natuna Utara. Jangan sampai Indonesia terseret ke dalam konflik yang justru melibatkan dua raksasa dunia.

"Saat ini, yang bisa dilakukan Indonesia, salah satunya dengan memperkuat posisi geopolitik di konflik LCS. Mengingat, Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki kekuatan SDA yang dibutuhkan AS dan Tiongkok," jelasnya.

Baca Juga: RI Daftar Status Kedaulatan Natuna ke PBB

Selama ini, kata Moeldoko, ada sejumlah negara yang memiliki kepentingan di LCS, seperti Taiwan, Vietnam, Filipina, Brunei Darussalam, Malaysia, dan Tiongkok itu sendiri. Pecahnya konflik di LCS, akan menyeret AS sebagai negara yang juga memiliki kepentingan di perairan LCS.

"Adapun yang terjadi di Tiongkok, justru situasi ini dipergunakan untuk memperkuat nasionalismenya. Sementara, LCS sebagai pembenaran bagi AS dan menganggap sebagai momentum untuk menekan Tiongkok," tandas Moeldoko.

Pendiri PYC dan pionir Universitas Pertahanan Indonesia, Purnomo Yusgiantoro, mengingatkan, berbicara konflik LCS setidaknya ada dua sudut pandang yang bisa dilihat Indonesia. Pertama menyingkapi adanya 9 titik garis tradisional putus-putus yang diklaim Tiongkok dan keberadaan Sumber Daya Alam (SDA) yang ada disana.

Saat ini, diingatkan Purnomo, sudah ada tiga kapal induk Amerika yang berada di sekitar perairan tersebut. Sedikitnya, satu kapal induk Amerika sudah membawa 60 pesawat tempur di LCS.

Baca Juga: Tiongkok Dinilai Enggan Hormati Hukum Internasional

"Tiongkok juga menurunkan kekuatannya. Kalau berbicara dari sisi soft power, upaya Asean sempat terhenti sejak ada Covid-19. Di satu sisi ada soft power, di satu sisi ada hard power. Kaitannya dengan Indonesia, sebetulnya kita tidak terlibat dalam tumpang tindih ini. Namun, kita dekat sekali dengan wilayah LCS," kata Purnomo.

Menurut Purnomo, Indonesia tidak tinggal diam melihat adanya pergeseran kekuatan militer menuju ke LCS. Indonesia sudah memperkuat perairan Natuna dengan menurunkan kekuatan armada militer, mulai dari fregat, korvet dan lain sebagainya.

"Kekuatan kita sendiri di Natuna, telah menurunkan fregat, korvet dan pesawat tempur di samping kekuatan darat kita ada disana. Tentu kekuatan diplomasi juga bisa kembangkan dengan baik," tandas Purnomo.

Pengamat pertahanan, Andi Widjajanto, menjelaskan, saat ini Tiongkok sudah menjadi kekuatan utama di Asia Timur. Pengembangan kekuatan militer Tiongkok sama sekali tidak terpengaruh dengan adanya pandemi Covid-19.

Baca Juga: Tegakkan Kedaulatan Wilayah RI di Perairan Natuna

"Sekarang pembangunan kekuatan angkatan laut terbesar di dunia dipegang Tiongkok, dan sudah melampaui AS. Pembangunan kekuatan militer Tiongkok sangat konsisten sejak tahun 1979," kata Andi Wijayanto.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Achmad Yurianto: Manajemen Informasi Penting untuk Kendalikan Kepanikan

Covid-19 merupakan penyakit jenis baru, sehingga sangat wajar apabila kemudian muncul informasi yang simpang siur sehingga menimbulkan kepanikan.

NASIONAL | 20 Juni 2020

KPK Dorong Pemda Se-Sulteng Percepat Penyelamatan Aset Senilai Rp 3,2 Triliun

KPK mendorong pemda se-Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) mempercepat inventarisasi dan sertifikasi tanah aset pemda di tahun 2020 ini.

NASIONAL | 20 Juni 2020

Polda Bengkulu Bagikan Beras dan Masker kepada Pedagang Pasar Panorama

Pembagian sembako, makanan siap santap, dan masker tersebut dilakukan dalam rangka memperingati HUT Bhayangkara ke 74 tahun 2020.

NASIONAL | 20 Juni 2020

Warga Sumut Bisa Saksikan Gerhana Matahari Cincin

Secara umum, gerhana matahari di Sumatera Utara akan dimulai pada pukul 13.37 WIB, puncak gerhana terjadi pada pukul 14.48 WIB.

NASIONAL | 20 Juni 2020

Forsawa Optimistis Gugatan Praperadilan WanaArtha Life Dikabulkan

Forsawa optimistis sidang gugatan Praperadilan WanaArtha Life terhadap Kejaksaan Agung terkait penyitaan unit Reksadana milik WanaArtha Life akan dikabulkan.

NASIONAL | 20 Juni 2020

Samsat Keliling Terapkan Protokol Kesehatan di Bengkulu Buka Awal Juli

Samsat Keliling menerapkan protokol kesehatan di Bengkulu, akan beroperasi kembali pada awal Juli mendatang.

NASIONAL | 20 Juni 2020

3 Hari Dirawat, Dokter di Sidoarjo Meninggal Akibat Covid-19

Sebanyak 59 tenaga kesehatan di Sidoarjo terpapar Covid-19.

NASIONAL | 20 Juni 2020

Kuasa Hukum Bakal Perkarakan Fitnah dan Surat Palsu Terkait KSP Indosurya

Kuasa Hukum KSP Indosurya Cipta, Juniver Girsang memastikan bakal menempuh jalur hukum terhadap pihak yang mengembuskan isu tidak benar

NASIONAL | 19 Juni 2020

Ketua MUI: Radikalisme Menyimpang dari Islam

Sebenarnya perbedaan pendapat di dalam Islam adalah hal yang biasa.

NASIONAL | 19 Juni 2020

Mahfud MD Dampingi Belasan Purnawirawan TNI Bertemu Jokowi

Menko Polhukam Mahfud MD mendampingi 14 purnawirawan TNI untuk bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat (19/6/2020)

NASIONAL | 19 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS