Syarief Hasan: BPIP Cukup Diatur Perpres
INDEX

BISNIS-27 450.793 (-2.26)   |   COMPOSITE 5144.05 (-15.82)   |   DBX 982.653 (2.46)   |   I-GRADE 141.194 (-0.62)   |   IDX30 430.883 (-2.17)   |   IDX80 114.327 (-0.59)   |   IDXBUMN20 295.098 (-2.05)   |   IDXG30 119.385 (-0.73)   |   IDXHIDIV20 382.257 (-1.97)   |   IDXQ30 125.574 (-0.78)   |   IDXSMC-COM 221.901 (-0.43)   |   IDXSMC-LIQ 259.068 (-1.66)   |   IDXV30 107.621 (-1.14)   |   INFOBANK15 842.759 (-2.22)   |   Investor33 376.322 (-1.83)   |   ISSI 151.265 (-0.8)   |   JII 550.5 (-4.84)   |   JII70 187.95 (-1.54)   |   KOMPAS100 1026.39 (-5.14)   |   LQ45 794.213 (-3.71)   |   MBX 1420.94 (-5.57)   |   MNC36 281.737 (-1.36)   |   PEFINDO25 284.937 (-1.16)   |   SMInfra18 242.709 (-2.12)   |   SRI-KEHATI 318.969 (-1.57)   |  

Syarief Hasan: BPIP Cukup Diatur Perpres

Minggu, 28 Juni 2020 | 18:11 WIB
Oleh : Carlos KY Paath / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Ketua MPR, Syarief Hasan menegaskan, Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) cukup diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) 7/2018. Menurut politikus Partai Demokrat tersebut, tidak perlu ada undang-undang (UU) khusus tentang BPIP.

Baca Juga: RUU HIP Dinilai Harus Dirombak Total

"Mereka (kelompok tertentu) membuka ruang kepada BPIP akan diangkat menjadi dilindungi undang-undang. Mereka mengatakan, kalau dengan perpres, itu tidak kuat, sehingga menginginkan BPIP dipayungi undang-undang," kata Syarief.

Syarief menjelaskan tidak tertutup peluang BPIP disamakan dengan DPR dalam menyosialisasikan Pancasila. "Saya melihat ternyata ini ada satu konspirasi tertentu karena dari pengalaman sebelumnya peran BPIP itu sebenarnya tidak perlu diatur di undang-undang tetapi cukup melalui perpres," kata Syarief.

Syarief pun menyebut, "Dengan demikian, kami melihat mereka ingin berikan BPIP menjadi satu lembaga yang ingin sama-sama dengan DPR untuk melakukan sosialisasi Pancasila."

Baca Juga: RUU HIP Dinilai Cukup Atur Dua Hal

Syarief menegaskan partainya tetap meminta Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) dikeluarkan dari Program Legislasi Nasional (Prolegnas). Hal itu disebut sesuai arahan Ketua Umum (ketum) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono serta Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR Edhie Baskoro Yudhoyono.

"Saya tetap berkeinginan sesuai arahan dari ketum dan seperti yang diterangkan ketua fraksi bahwa Partai Demokrat menginginkan agar RUU HIP di-drop dari Prolegnas 2020. Bukan ditunda, tapi diberhentikan," tegas Syarief.

Syarief mengajak seluruh komponen bangsa hidup dengan satu kesatuan dengan falsafah Pancasila yang sudah final. "Insyaallah dengan Pancasila, kita bisa hadapi tantangan baik tantangan internal maupun luar," demikian Syarief.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Ombudsman Ungkap 397 Komisaris BUMN Rangkap Jabatan

Ombudsman RI mengungkapkan sebanyak 397 Komisaris di perusahaan badan usaha milik negara (BUMN) merangkap jabatan.

NASIONAL | 28 Juni 2020

LPSK Dorong Sindikat Pemalsu Sertifikat ABK Dijerat Pasal TPPO

Praktik perdagangan orang sektor perikanan, khususnya ABK biasanya melibatkan dua pihak yaitu, penyalur dan pihak perusahaan

NASIONAL | 28 Juni 2020

DBD di Kota Semarang Capai 262 Kasus, 3 Meninggal Dunia

Dinkes Kota Semarang sudah melakukan berbagai upaya untuk terus menekan angka kejadian DBD.

NASIONAL | 28 Juni 2020

Orang Berisiko Tinggi Covid-19 Dianjurkan Berolahraga di Rumah

Orang-orang yang memiliki risiko tinggi untuk tertular Covid-19 disarankan agar berolahraga di rumah saja.

NASIONAL | 28 Juni 2020

Polda Bengkulu Siap Laksanakan Tatanan Normal Baru

Jajaran Polda Bengkulu, siap mendukung pelaksanaan penerapan tatanan kehidupan baru atau new normal di Bengkulu.

NASIONAL | 28 Juni 2020

Puskesmas di Bengkulu Diminta Siaga Antisipasi Lonjakan Kasus DBD

Kasus demem berdarah dengue (DBD) di beberapa daerah di Bengkulu, mengalami peningkatan.

NASIONAL | 28 Juni 2020

Ini Tempat Rawan Penularan Covid-19

Tempat-tempat tersebut adalah yang menjadi tempat berkumpulnya banyak orang dalam waktu yang lama.

NASIONAL | 28 Juni 2020

Polres OKI Diserang Residivis, Polisi Terluka

Seorang residivis bernama Indra Oktomi menabrakkan mobil ke pagar Mako Polres Ogan Komering Ilir, Minggu (28/6/2020) dini hari WIB.

NASIONAL | 28 Juni 2020

Insiden Pengambilan Paksa Jenazah Covid-19, 11 Orang Jadi Tersangka

Delapan tersangka terlibat penghadangan ambulans dan tiga tersangka lain terlibat penganiayaan perawat di RS.

NASIONAL | 28 Juni 2020

Menhub: Generasi Milenial Lebih Responsif dan Adaptif Hadapi Krisis

Menurut Menhub, ada beberapa celah yang dapat menjadi peluang positif di masa krisis ini, seperti sektor kesehatan, pertanian, farmasi, makanan, e-commerce.

NASIONAL | 28 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS