Ekonomi dan Pertahanan Negara Harus Jalan Beriringan
INDEX

BISNIS-27 450.793 (-2.26)   |   COMPOSITE 5144.05 (-15.82)   |   DBX 982.653 (2.46)   |   I-GRADE 141.194 (-0.62)   |   IDX30 430.883 (-2.17)   |   IDX80 114.327 (-0.59)   |   IDXBUMN20 295.098 (-2.05)   |   IDXG30 119.385 (-0.73)   |   IDXHIDIV20 382.257 (-1.97)   |   IDXQ30 125.574 (-0.78)   |   IDXSMC-COM 221.901 (-0.43)   |   IDXSMC-LIQ 259.068 (-1.66)   |   IDXV30 107.621 (-1.14)   |   INFOBANK15 842.759 (-2.22)   |   Investor33 376.322 (-1.83)   |   ISSI 151.265 (-0.8)   |   JII 550.5 (-4.84)   |   JII70 187.95 (-1.54)   |   KOMPAS100 1026.39 (-5.14)   |   LQ45 794.213 (-3.71)   |   MBX 1420.94 (-5.57)   |   MNC36 281.737 (-1.36)   |   PEFINDO25 284.937 (-1.16)   |   SMInfra18 242.709 (-2.12)   |   SRI-KEHATI 318.969 (-1.57)   |  

Ekonomi dan Pertahanan Negara Harus Jalan Beriringan

Selasa, 7 Juli 2020 | 18:54 WIB
Oleh : Robertus Wardi / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Komisi I DPR, Meutya Viada Hafid mengemukakan, pertahanan dan ekonomi adalah dua sisi mata uang. Keduanya harus berjalan beriringan karena akan berdampak pada citra bangsa.

Baca Juga: Komisi I Dorong Pembentukan Divisi III TNI

"Pertahanan dan ekonomi harus berjalan beriringan. Ekonomi yang sehat akan mendukung peningkatan pertahanan negara,” kata Meutya dalam diskusi virtual (online) bertema 'Strategi Dibalik Kebijakan Alokasi Anggaran Pertahanan' di Jakarta, Selasa (7/7/2020).

Politisi Partai Golkar ini memberi contoh Tiongkok. Negara tersebut secara ekonomi cukup kuat. Pertumbuhan ekonomi rata-rata berada di atas 6 persen. Implikasinya, anggaran untuk pertahanan negara dialokasikan cukup signifikan. Dengan demikian, negara yang dijuluki 'tirai bambu' itu percaya diri melakukan manuver perang terhadap negara lain, termasuk dengan negara adidaya Amerika Serikat.

"Jadi setelah ekonomi menjadi semakin kuat akan dibarengi dengan penguatan pertahanan. Pertahanan yang lemah akan mengancam keberadaan negara. Kondisi ini akan menghasilkan konsekuensi yang tinggi bagi ekonomi negara,” jelas Meutya.

Baca Juga: RI-Nigeria Perkuat Kerja Sama Pertahanan dan Militer

Meutya melihat tidak bisa salah satunya menjadi dominan. Misalnya sisi pertahanan yang dominan sementara ekonomi yang lemah atau sebaliknya. Sudah ada contoh Uni Soviet yang dominan dalam pertahanan tetapi lemah dari sisi ekonomi. Akibatnya, negara tersebut pecah berkeping-keping.

Menurutnya, Indonesia memang masih jauh dalam pemenuhan kebutuhan pertahanan negara. Hal itu tidak terlepas dari ekonomi Indonesia yang belum bagus seperti Tiongkok.

Namun dia melihat arah menuju pemenuhan pertahanan negara terus diupayakan oleh negara ini. Berbagai upaya terus dilakukan untuk memenuhi Kekuatan Pokok Minimum atau Minimum Essential Force (MEF) pertahanan negara.

"Kami dari Komisi I mengharapkan ada sinergi antara angkatan dan Kementerian Pertahanan (Kemhan) untuk memberikan usulan prioritas dalam penyediaan alat pertahanan ke Presiden selaku panglima tertinggi. Ini perlu supaya pertahanan kita bisa kontekstual ditengah keterbatasan,” tutup Meutya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Terbukti Terima Suap, Bupati Indramayu Supendi Dihukum 4,5 Tahun Penjara

Supendi terbukti bersalah menerima uang suap Rp 3,9 miliar lebih dari sejumlah pengusaha, termasuk Carsa ES.

NASIONAL | 7 Juli 2020

Polisi Tangkap Peretas Situs Mahkamah Agung

Menurut pengakuan tersangka aDC telah meretas 1.309 situs, dan uangnya digunakan untuk berfoya-foya.

NASIONAL | 7 Juli 2020

Kejagung Eksekusi Uang Rp 97 Miliar Kasus TPPI

Uang yang disetorkan ke kas negara tersebut bukan uang pengganti, melainkan hasil keuntungan terpidana.

NASIONAL | 7 Juli 2020

Pimpinan DPR Yakin Sinergi Penegak Hukum Kian Kuat Tuntaskan Kasus Djoko Tjandra

Wakil Ketua DPR menyatakan pihaknya meyakini kasus buronan Djoko Tjandra yang masuk ke Indonesia tanpa terdeteksi akan membuat sinergi penegak hukum makin kuat.

NASIONAL | 7 Juli 2020

Polisi Tangkap Pembajak Ribuan Situs

Pelaku juga mengirimkan ransomeware dengan maksud agar pemilik situs mengirimkan uang

NASIONAL | 7 Juli 2020

Jenazah Dibawa Kabur Keluarga di Medan, Positif Covid-19

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Medan memastikan, jenazah yang dibawa kabur oleh keluarganya dari RS Pirngadi Medan, positif "corona".

NASIONAL | 7 Juli 2020

Kunjungi Rutan KPK, Komisi III DPR Klaim Tidak Bertemu Tahanan

Ketua Komisi III DPR, Herman Hery mengklaim dalam kunjungan ke Rutan KPK, pihaknya tidak bertemu dengan satupun tahanan yang berada di sana.

NASIONAL | 7 Juli 2020

Komisi I Dorong Pembentukan Divisi III TNI

Komisi I DPR mendorong pembentukan divisi III TNI, baik Angkatan Darat, Luat maupun Udara. Hal itu sebagai pengembangan dan moderniasi organisasi TNI.

NASIONAL | 7 Juli 2020

Tjahjo Kumolo: Pemerintah Kaji Pembubaran 96 Lembaga/Komisi

Kempan dan RB terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mengkaji urgensi 96 lembaga/komisi itu.

NASIONAL | 7 Juli 2020

Di 12 Provinsi, Jumlah Sembuh Lebih Banyak Dibanding Penambahan Kasus Positif Covid-19

Jumlah pasien sembuh lebih banyak dibanding penambahan kasus positif Covid-19 terjadi di 12 provinsi pada Selasa (7/7/2020).

NASIONAL | 7 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS