Ekonomi dan Pertahanan Negara Dinilai Saling Melengkapi
INDEX

BISNIS-27 431.53 (4.16)   |   COMPOSITE 4906.55 (33.77)   |   DBX 934.495 (1.59)   |   I-GRADE 129.531 (1.28)   |   IDX30 408.573 (4.37)   |   IDX80 107.231 (1.02)   |   IDXBUMN20 271.434 (3.19)   |   IDXG30 114.42 (0.92)   |   IDXHIDIV20 364.598 (4.11)   |   IDXQ30 119.596 (1.19)   |   IDXSMC-COM 210.435 (0.87)   |   IDXSMC-LIQ 236.069 (1.61)   |   IDXV30 101.606 (1.38)   |   INFOBANK15 772.076 (9.93)   |   Investor33 357.854 (3.6)   |   ISSI 144.258 (0.64)   |   JII 521.112 (3.23)   |   JII70 177.199 (1.07)   |   KOMPAS100 960.444 (8.73)   |   LQ45 749.999 (7.69)   |   MBX 1355.95 (10.33)   |   MNC36 267.764 (2.69)   |   PEFINDO25 261.843 (0.39)   |   SMInfra18 232.762 (1.94)   |   SRI-KEHATI 301.662 (3.33)   |  

Ekonomi dan Pertahanan Negara Dinilai Saling Melengkapi

Selasa, 7 Juli 2020 | 21:01 WIB
Oleh : Robertus Wardi / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Dosen Universitas Pertahanan (Unhan) Laksamana Madya TNI (Purn) Agus Setiadji mengemukakan ekonomi dan pertahanan negara merupakan dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan. Bahkan, keduanya bisa saling melengkapi bagi eksistensi suatu negara dalam persaingan di kancah internasional.

Baca Juga: Ekonomi dan Pertahanan Negara Harus Jalan Beriringan

Hal tersebut disampaikan Agus dalam diskusi virtual bertema 'Strategi Dibalik Kebijakan Alokasi Anggaran Pertahanan' di Jakarta, Selasa (7/7/2020).

Agus mengungkapkan, ekonomi pertahanan merupakan ilmu yang menggunakan metode ilmu ekonomi untuk mempelajari isu-isu yang berkaitan dengan pertahanan, perencanaan pembangunan kekuatan termasuk pelucutan sejata dan perdamaian dunia. "Ekonomi pertahanan mengaplikasikan ilmu ekonomi yang sudah digunakan jauh ke dalam bidang-bidang tertentu, dalam hal ini pertahanan negara," jelasnya.

Mantan Sekjen Kementerian Pertahanan (Kemhan) ini menyebutkan, ekonomi pertahanan merupakan satu kesatuan utuh tentang upaya untuk mempertahankan eksistensi suatu negara dalam mempertahankan diri. "Pertahanan itu baik secara ofensif maupun defensif, melalui ilmu ekonomi dihadapkan kepada keterbatasan sumber daya," papar Agus.

Menurut Agus, banyak hal yang tercakup dalam ilmu ekonomi pertahanan. Diantaranya pencegahan dan penghindaran perang, inisiasi dan penghentian. Kemudian interaksi strategis, perlombaan senjata maupun kontrol senjata. Juga tentang pembentukan aliansi, alokasi sumber daya, dan perilaku. Yang lainnya soal interaksi ekonomi makro aspek pertahanan selama perang, perdamaian, perlucutan senjata, dan konversi. Struktur komando versus ekonomi pasar sebagai sumber daya pertahanan juga masuk dalam bahasan.

Baca Juga: Komisi I Dorong Pembentukan Divisi III TNI

"Kesiapan militer, material-material strategis, dan kebijakan industri pertahanan. Juga pengadaan, akuisisi, dan analisis kontrak-kontrak pertahanan. Bahkan, termasuk juga ancaman yang berasal dari bukan pemerintah mulai dari terorisme, narkoba, pengungsi, hingga fanatisme etnis dan agama,” jelas Agus.

Agus melihat perlombaan senjata tak bisa dihindari. Perlombaan senjata terjadi ketika dua negara atau lebih meningkatklan ukuran dan kualitas sumber daya militer untuk mendapatkan keunggulan militer maupun politik. Karena itu, lanjut Agus, pemerintah harus mampu mengendalikan peredaran senjata di negaranya, membatasi impor senjata, meningkatkan kualitas hasil produksi agar kompetitif, memberikan peluang yang sama antara industri pemerintah (BUMN) dan industri swasta nasional.

"Jangan menganggap pertahanan itu sebagai biaya (cost), namun bisa dipandang sebagai industri yang bisa mendatangkan devisa. Negara-negara besar mendapatkan banyak sekali devisa dari industri pertahanan seperti Amerika Serikat, Inggris dan lainnya," tegasnya.

Agus mengingatkan, ekonomi dan pertahanan bisa menjadi dua sisi mata uang yang saling melengkapi. Artinya, pertahanan yang kuat membutuhkan kekuatan ekonomi yang baik. Sebaliknya, kekuatan ekonomi membutuhkan stabilitas keamanan. Sehingga keduanya tak bisa dipisahkan.

Baca Juga: Indonesia Jajaki Kerja Sama Militer dengan Nigeria

"Kemajuan ekonomi nasional tidak mungkin dicapai apabila pertahanan rapuh, pertahanan negara mempengaruhi keamanan nasional (national security) dan stabilitas ekonomi nasional, sedangkan kualitas ekonomi akan menghasilkan kesejahteraan (prosperity)," pungkas Agus.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Bulog Serahkan Bantuan Paket Sembako ke PWI Peduli

Prioritas penerima terutama kalangan wartawan yang perekonomian keluarganya terdampak oleh mewabahnya Covid-19.

NASIONAL | 7 Juli 2020

104 Kabupaten dan Kota Masuk Daftar Zona Hijau

Terdapat 104 kabupaten dan kota yang terdaftar dalam zona hijau atau wilayah yang tanpa kasus Covid-19.

NASIONAL | 7 Juli 2020

Danacita Jadi Solusi Alternatif Pembiayaan Pendidikan

Danacita resmi menjadi solusi pembiayaan pendidikan bagi mahasiswa President University.

NASIONAL | 7 Juli 2020

KPK Diminta Awasi Penggunaan Dana Penanganan Covid-19

Dana penanganan pandemi Covid-19 mencapai Rp 695,2 triliun.

NASIONAL | 7 Juli 2020

Kecemasan Publik Sudah di Zona Merah

"Mereka yang menyatakan kondisi ekonomi buruk, merata di hampir semua segmen. Baik kelas ekonomi atas maupun wong cilik, berpendidikan tinggi maupun rendah."

NASIONAL | 7 Juli 2020

Pascagempa, Penyaluran BBM dan LPG di Jepara Berjalan Normal

Pjs General Manager Pertamina MOR IV, Rahman Pramono Wibowo mengatakan, seluruh sarana dan prasarana Pertamina di wilayah Jepara tidak terdampak gempa.

NASIONAL | 7 Juli 2020

Siti Nurbaya: Presiden Setuju Segera Diatur Nilai Ekonomi Karbon

Kebijakan pemerintah dalam pengaturan NEK ini, akan mendukung upaya penanggulangan perubahan iklim yang sedang dilakukan Indonesia bersama masyarakat dunia.

NASIONAL | 7 Juli 2020

Bom Waktu Covid-19 di Sumatera Barat

Ada sekitar 15 juta orang di Sumbar dan wilayah sekitar yang membutuhkan pelayanan kesehatan yang lebih baik.

NASIONAL | 7 Juli 2020

Kasus Covid-19 Masih Tinggi, Legislator Kaltara Sampaikan 5 Saran ke Pemerintah

Penyebaran virus umumnya terjadi saat masyarakat tidak disiplin mematuhi protokol kesehatan ketika berada di pasar, tempat ibadah, dan angkutan umum.

NASIONAL | 7 Juli 2020

Ekonomi dan Pertahanan Negara Harus Jalan Beriringan

Menurut Meutya, Indonesia masih jauh dalam pemenuhan kebutuhan pertahanan negara.

NASIONAL | 7 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS