Unilever Manfaatkan Kemasan Daur Ulang Limbah Plastik
INDEX

BISNIS-27 511.575 (-1.4)   |   COMPOSITE 5759.92 (23.42)   |   DBX 1054.23 (9.81)   |   I-GRADE 169.662 (-0.8)   |   IDX30 501.412 (-1.48)   |   IDX80 131.739 (0.17)   |   IDXBUMN20 371.622 (2.16)   |   IDXG30 135.832 (0.63)   |   IDXHIDIV20 450.213 (0.05)   |   IDXQ30 146.619 (-0.52)   |   IDXSMC-COM 244.641 (3.77)   |   IDXSMC-LIQ 299.216 (4.65)   |   IDXV30 126.958 (1.03)   |   INFOBANK15 989.895 (-6.43)   |   Investor33 430.473 (-1.37)   |   ISSI 168.725 (1.07)   |   JII 619.114 (0.96)   |   JII70 212.184 (1.01)   |   KOMPAS100 1175.82 (1.47)   |   LQ45 920.779 (-0.67)   |   MBX 1601.16 (5.3)   |   MNC36 321.923 (-0.8)   |   PEFINDO25 313.689 (3.18)   |   SMInfra18 292.004 (3.49)   |   SRI-KEHATI 368.014 (-1.81)   |  

Unilever Manfaatkan Kemasan Daur Ulang Limbah Plastik

Rabu, 8 Juli 2020 | 21:31 WIB
Oleh : Indah Handayani / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Sampah plastik masih menjadi tantangan yang dihadapi Indonesia dan dunia, terutama yang berakhir di lautan.

Baca Juga: Gugus Tugas Apresiasi Langkah Unilever Tutup Pabrik

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menyebutkan, sebanyak 36 persen hingga 38 persen sampah di kawasan pesisir Indonesia didominasi oleh plastik, dan menjadi ancaman besar bagi kerusakan ekosistem laut. Jika tidak diatasi, diprediksi limbah sampah plastik di laut secara global dapat meningkat hingga 300 persen dalam rentang waktu 2010 hingga 2050.

Untuk mengatasi masalah ini, semua pihak bisa berperan membuat perubahan, termasuk para beauty enthusiasts sebagai konsumen dari produk-produk personal care.

Beauty & Personal Care Director PT Unilever Indonesia Tbk, Ira Noviarti, mengatakan, di tengah keresahan terhadap permasalahan sampah plastik yang berakhir di lautan, beauty enthusiasts di berbagai belahan dunia mulai bergerak mempopulerkan tren Blue Beauty, yaitu sebuah gerakan untuk menggunakan produk personal care yang berkomitmen terhadap kelestarian laut dan ekosistemnya.

"Tren ini menekankan pentingnya penggunaan bahan alami secara inovatif serta bahan kemasan yang mudah terurai, dapat di daur ulang, atau terbuat dari hasil daur ulang sehingga life cycle-nya tidak mencemari lingkungan laut," jelas Ira dalam keterangan pers yang diterima Beritasatu.com, Rabu (8/7/2020).

Baca Juga: Unilever Distribusikan 40.000 Alat Tes PCR

Menurut Ira, pihaknya percaya bahwa melakukan perawatan kecantikan diri dapat dilakukan tanpa harus merusak bumi, untuk itu pihaknya menghadirkan Love Beauty and Planet Clean Oceans Edition sebagai produk personal care pertama di Indonesia yang menggunakan ocean-bound plastic, yaitu teknologi kemasan daur ulang dari limbah plastik di pesisir yang sejalan dengan tren Blue Beauty atau sering disebut sebagai the new sustainable beauty movement for 2020.

"Tidak hanya itu, seluruh botol kemasan rangkaian produk tersebut juga dapat didaur ulang sehingga mendukung komitmen jangka panjang Unilever untuk membuat 100 persen kemasan plastik yang diproduksi menjadi recyclable, compostable, atau reusable," paparnya.

Seiring dengan kehadiran rangkaian produk tersebut, Ira menambahkan, pihaknya juga mengusung campaign #SmallActsofLove untuk mengajak beauty enthusiasts mulai lebih peduli terhadap kelestarian bumi melalui hal-hal kecil yang bisa dilakukan sehari- hari.

Sementara itu, co-founder Yayasan Carbon Ethics Indonesia, Agung Bimo Listyanu menjelaskan, coral atau terumbu karang, memiliki peranan yang sangat penting untuk kehidupan di bumi. Selain merupakan penunjang 25 persen kehidupan laut baik sebagai habitat dan sumber makanan biota laut lainnya, terumbu karang juga mempunyai peran penting untuk melindungi masyarakat pesisir dari terjangan ombak dan mengurangi tingkat pemanasan global karena memiliki kemampuan untuk menyerap karbondioksida.

Baca Juga: Pemprov DKI Optimistis Sampah Plastik Berkurang

"Oleh karena itu, kami sangat menyambut baik inisiatif Love Beauty and Planet, sebagai bagian dari industri kecantikan, untuk mendukung konservasi terumbu karang demi terciptanya bumi Indonesia yang lebih baik,” tutup Agung.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Mendes PDTT: BLT Dana Desa Telah Tersalurkan 97 Persen

Apabila ketiga tahap penyaluran digabungkan, total BLT dana desa yang sudah tersalurkan sebesar Rp 8,3 triliun.

NASIONAL | 8 Juli 2020

Dukung Tambahan Rp 10 T, Ketua MPR Minta Kemtan Tingkatkan Produksi Pangan

Dengan kenaikan anggaran, diharapkan seluruh keperluan di sektor pertanian dapat memadai, dan dapat mendukung program ketahanan pangan.

NASIONAL | 8 Juli 2020

Anak Pendamping Desa Jadi Lulusan Terbaik Akpol

Mendes Abdul Halim Iskandar mengucapkan selamat kepada pendamping desa teknik infrastruktur yang berhasil menyekolahkan anaknya hingga menjadi lulusan terbaik.

NASIONAL | 8 Juli 2020

Kejagung Masih Cari Keberadaan Djoko Tjandra

Kejagung mengakui selama ini Djoko Tjandra masih berstatus DPO Kejaksaan.

NASIONAL | 8 Juli 2020

TNI Merasa Perlu Dilibatkan dalam Atasi Terorisme

Mutlaknya pelibatan TNI dalam mengatasi terorisme tidak hanya mengacu pada UU yang ada. Kemampuan dan kekuatan TNI juga menjadi alasan utama dalam pelibatannya.

NASIONAL | 8 Juli 2020

Kualitas Pelayanan Korlantas Polri Dinilai Meningkat

Pelayanan yang optimal dan semakin prima menjadi orientasi kinerja Polantas.

NASIONAL | 8 Juli 2020

Kunjungi Beritasatu, Polri Siap Amankan Pilkada 2020

Wilayah yang akan diamankan dalam pilkada serentak 2020 sebanyak 270 wilayah, terdiri dari 224 kabupaten dan 36 kota di 9 provinsi.

NASIONAL | 8 Juli 2020

Lukman Edy: Hutama Karya Siap Laksanakan Perintah Presiden

Hutama Karya menjadi BUMN yang mendapatkan kepercayaan presiden untuk membangun JTTS sepanjang 2.765 km dari Lampung hingga Aceh.

NASIONAL | 8 Juli 2020

Mahasiswa Sumbang 12,2 % PDRB, DIY Minta Rencana Kuliah Daring Permanen Dikaji Ulang

Pengeluaran biaya hidup mahasiswa DIY melonjak hampir dua kali lipat dalam 4 tahun terakhir.

NASIONAL | 8 Juli 2020

Putusan MA Tidak Berdampak pada Hasil Pemilu 2019

Menurut Praktisi hukum Humprey Gani Djemat, hukum Indonesia mengenal Asas Non-Retroaktif yang pada pokoknya melarang keberlakuan surut dari suatu undang-undang.

NASIONAL | 8 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS