Ikappi Catat 1.053 Pedagang Pasar Terpapar Covid-19
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

Ikappi Catat 1.053 Pedagang Pasar Terpapar Covid-19

Selasa, 14 Juli 2020 | 19:16 WIB
Oleh : Hotman Siregar / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) mengakui jumlah kasus positif Covid-19 yang terjadi di pasar tradisional terus meningkat. Menurutnya, pasar tradisional di DKI Jakarta masih menjadi lokasi paling tinggi penyebaran virusnya.

Baca Juga: Jual-Beli di Pasar Pasti Aman dengan Protokol Kesehatan

"Ada beberapa provinsi baru yang masuknya jumlah kasus cukup tinggi yaitu Papua. DKI masih menjadi provinsi tertinggi disusul Jatim," kata Ketua Bidang Infokom DPP Ikappi, Reynaldi Sarijowan di Jakarta, Selasa (14/7).

Ikappi mencatat hingga saat ini terdapat sebanyak 1.053 orang positif Covid-19 di pasar tradisional yang tersebar di 190 pasar di Indonesia. Penambahan kasus tertinggi dalam satu pekan terakhir.

Reynaldi menjelaskan, semakin tingginya kasus positif Covid-19 di pasar tradisional disebabkan banyak masyakarat yang memandang remeh virus mematikan tersebut.

"Pada kurun waktu bulan juni 2020 kami lihat bahwa ritme peningkatan teridentifikasi lebih tinggi di banding bulan bulan sebelumnya," ujarnya.

Baca Juga: Sandiaga Soroti Penularan Covid-19 di Pasar Tradisional

Menurut Reynaldi, pemerintah daerah terutama Pemprov DKI selain gencar melakukan rapid test dan swab test, juga harus memberikan edukasi tentang bahayanya virus tersebut.

"Informasi yang terus kami terima, bahwa ketidakpercayaan publik terhadap bahaya Covid-19 menjadi faktor utama peningkatan kasus positif Covid-19 di pasar," katanya.

Tak hanya itu, Ikappi meminta agar pedagang pasar dapat terus bekerja sama secara aktif terutama dalam menerapkan prokol kesehatan Covid-19. Ia mendorong agar pedagang menggunakan sekat plastik guna menghindari komunikasi langsung antar pedagang dan pembeli.

"Ini yang paling efektif di banding kebijakan ganjil genap atau kebijakan pembatasan jam operasional. Karena justru pembatasan jam operasional dapat meningkatkan penyebaran karena akan ada penumpukan di jam jam tersebut," kata Reynaldi.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA



TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS