RUU Cipta Kerja Dinilai Jadi Solusi Perbaikan Ekonomi
INDEX

BISNIS-27 428.182 (-2.86)   |   COMPOSITE 4879.1 (-9.06)   |   DBX 933.193 (7.61)   |   I-GRADE 128.434 (-0.58)   |   IDX30 404.523 (-3.21)   |   IDX80 106.174 (-0.61)   |   IDXBUMN20 268.239 (-2.84)   |   IDXG30 113.341 (-0.34)   |   IDXHIDIV20 361.328 (-3.85)   |   IDXQ30 118.527 (-0.83)   |   IDXSMC-COM 209.874 (0.28)   |   IDXSMC-LIQ 234.117 (0.48)   |   IDXV30 100.803 (-0.57)   |   INFOBANK15 767.134 (-9.65)   |   Investor33 355.071 (-2.81)   |   ISSI 143.565 (0.25)   |   JII 517.566 (1.34)   |   JII70 175.828 (0.4)   |   KOMPAS100 953.068 (-3.09)   |   LQ45 742.375 (-5.22)   |   MBX 1347.52 (-4.53)   |   MNC36 265.633 (-1.2)   |   PEFINDO25 258.006 (2.03)   |   SMInfra18 230.699 (-0.73)   |   SRI-KEHATI 299.246 (-2.35)   |  

RUU Cipta Kerja Dinilai Jadi Solusi Perbaikan Ekonomi

Senin, 27 Juli 2020 | 20:17 WIB
Oleh : Indah Handayani / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja yang saat ini masih dibahas oleh DPR dianggap sebagai jalan tengah antara kepentingan investasi, UMKM, dan kepentingan pekerja. Hal tersebut terungkap dari hasil survei nasional Cyrus Network "Penilaian Publik Terhadap RUU Cipta Kerja dan Penanganan Dampak Covid-19" yang dipaparkan secara virtual, Senin (27/7/2020).

Baca Juga: Regulasi Kepemilikan Asing Rampung Agustus

Pemapar dan tim ahli dari rilis survei Cyrus Network, Riswanda PhD menjelaskan, secara umum persepsi terhadap RUU Cipta Kerja cukup baik dengan 69 persen responden setuju terhadap RUU ini. Bahkan, publik menilai RUU Cipta Kerja merupakan jalan tengah antara kepentingan investasi, UMKM, dan kepentingan pekerja.

"Hal ini terlihat dari 72 persen responden yang menilai RUU ini pro investasi, tapi tidak serta merta mengabaikan UMKM karena 67 persen responden juga menilai RUU ini pro terhadap UMKM, dan 64 persen responden menganggap RUU ini pro terhadap pekerja," kata Riswanda.

Menurut Riswanda, tingkat pengetahuan responden terkait RUU Cipta Kerja mencapai angka 20,7 persen dari total seluruh responden. Tercatat, 80 persen dari responden yang pernah mendengar soal pembahasan RUU Cipta Kerja tersebut, merasa memang perlu ada penciptaan lapangan kerja yang seluas-luasnya oleh pemerintah.

Baca Juga: RUU Cipta Kerja Jadi Solusi Pengurangan Pengangguran

"Bahkan, sebanyak 85 persen responden sadar dan setuju bahwa penciptaan lapangan kerja perlu dilakukan dengan mempermudah syarat masuknya investasi dan pendirian usaha di Indonesia. Sebanyak 84 persen responden juga mendukung penyederhanaan regulasi yang berbelit-belit dan mempersulit investasi. Tercatat, 73 persen responden juga menganggap tingkat kesulitan memulai usaha di Indonesia cukup tinggi," kata Riswanda.

Hal-hal yang dianggap responden menjadi permasalahan sulitnya investasi dan memulai usaha di Indonesia antara lain adalah produktivitas tenaga kerja yang rendah (60 persen), skill dan kemampuan tenaga kerja Indonesia yang masih rendah (58 persen), dan daya saing yang lebih rendah dibanding tenaga kerja asing (57 persen).

"Lebih jauh lagi, 61 persen responden menilai, RUU Cipta Kerja ini adalah solusi untuk perbaikan ekonomi pascakrisis yang diakibatkan wabah Covid-19 yang melanda Indonesia," tandas pengamat kebijakan publik dari Universitas Sultan Ageng Tritayasa ini.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Kemdikbud Akan Buka Sekolah di Luar Zona Hijau

Jumlah siswa yang hadir dalam satu kelas akan dibatas dan durasi pembelajaran juga dipersingkat.

NASIONAL | 27 Juli 2020

Kudatuli, Gus Dur dan Megawati Jadi Simbol Lawan Orde Baru

Peristiwa 27 Juli menjadi bagian dari kristalisasi perlawanan rakyat di berbagai daerah terhadap rezim otoriter Orde Baru.

NASIONAL | 27 Juli 2020

Skandal Prasetijo Utomo, Polisi Telusuri Aliran Dana

Prasetijo Utomo terancam pasal tambahan yakni tindak pidana korupsi.

NASIONAL | 27 Juli 2020

Doni Monardo: Presiden Minta Sosialisasi Protokol Kesehatan Digencarkan

Jokowi minta Satgas Covid-19 libatkan media untuk sosialisasi protokol kesehatan.

NASIONAL | 27 Juli 2020

Kabareskrim: Jenderal Prasetijo Utomo Musnahkan Barang Bukti

Prasetijo pernah memerintahkan anak buahnya untuk membakar surat jalan yang digunakan dalam petualangan liciknya bersama Djoko Soegianto Tjandra.

NASIONAL | 27 Juli 2020

Dugaan Korupsi Bansos Jadi 102 Kasus

Kasus dugaan penyalahgunaan wewenang dan korupsi terkait bantuan sosial (Bansos) melonjak menjadi 102 kasus.

NASIONAL | 27 Juli 2020

Prasetijo Utomo Jadi Tersangka, Belum Ada Pasal Motif

Prasetijo Utomo terancam ancaman hukuman maksimal enam tahun penjara.

NASIONAL | 27 Juli 2020

Menpora: Gerakan Pramuka Ujung Tombak Pembangunan Karakter

Menpora Zainudin Amali menganggap Gerakan Pramuka berperan penting dalam pembangunan karakter bangsa.

NASIONAL | 27 Juli 2020

Pemdes Diminta Terapkan Digitalisasi Monografi Desa

Digitalisasi monografi desa dapat membantu pemdes maupun pemda untuk melakukan perencanaan pembangunan yang lebih tepat sasaran.

NASIONAL | 27 Juli 2020

Kejagung Akui Ada Pertemuan Kuasa Hukum Djoko Tjandra dengan Jaksa

Dari hasil klarifikasi yang dilakukan, pertemuan antara kuasa hukum Djoko Tjandra atas nama Anita Kolopaking dengan sejumlah jaksa memang terjadi.

NASIONAL | 27 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS