Universitas Pancasila Berupaya Wujudkan SDM Berdaya Saing Tinggi
INDEX

BISNIS-27 448.146 (0.31)   |   COMPOSITE 5091.82 (20.37)   |   DBX 966.643 (7.34)   |   I-GRADE 139.941 (-0.23)   |   IDX30 428.154 (0.15)   |   IDX80 113.358 (0.41)   |   IDXBUMN20 291.199 (0.73)   |   IDXG30 119.599 (-0.42)   |   IDXHIDIV20 379.423 (-0.2)   |   IDXQ30 124.629 (0.03)   |   IDXSMC-COM 218.961 (1.24)   |   IDXSMC-LIQ 257.997 (1.39)   |   IDXV30 107.251 (0.23)   |   INFOBANK15 832.7 (-1.05)   |   Investor33 373.408 (0.72)   |   ISSI 150.953 (0.22)   |   JII 549.986 (0.88)   |   JII70 187.543 (0.51)   |   KOMPAS100 1019.5 (2.84)   |   LQ45 788.563 (1.25)   |   MBX 1407.83 (4.87)   |   MNC36 279.661 (0.67)   |   PEFINDO25 277.129 (5.34)   |   SMInfra18 242.149 (-0.57)   |   SRI-KEHATI 316.134 (0.38)   |  

PKKMB 2020

Universitas Pancasila Berupaya Wujudkan SDM Berdaya Saing Tinggi

Selasa, 15 September 2020 | 14:42 WIB
Oleh : Feriawan Hidayat / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Universitas Pancasila (UP) berupaya mewujudkan sumber daya manusia (SDM) dan lulusan yang unggul, berdaya saing tinggi, serta adaptif, produktif, inovatif dan kontributif, sesuai dengan tema Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) 2020.

Rektor Universitas Pancasila (UP), Prof Dr Wahono Sumaryono Apt, mengatakan, keunggulan tersebut bisa didapatkan apabila SDM yang ada memiliki pengetahuan, teknologi, keterampilan dan etos kerja yang tepat.

"Hal inilah yang dibangun oleh Universitas Pancasila sejak didirikan pada tanggal 28 Oktober 1966, dan sampai dengan saat ini terus berusaha meningkatkan kualitasnya," kata Prof Wahono dalam keterangan pers yang diterima Beritasatu.com, Selasa (15/9/2020).

Menurut Wahono, ketangguhan dan kemampuan untuk beradaptasi terhadap perubahan adalah salah satu kualitas yang perlu dimiliki oleh lulusan UP. Hal inilah, yang ingin dicontohkan UP dengan mengadakan kegiatan PKKMB UP 2020 secara daring untuk pertama kalinya, pada tanggal 14-18 September 2020 sebagai bentuk adaptasi kebiasaan baru yang terjadi karena pandemi Covid-19.

"Dalam penyelenggaraan kegiatan ini, UP berkolaborasi dengan tim profesional yang telah memiliki banyak pengalaman dan juga didukung dengan teknologi yang memadai untuk melaksanakan kegiatan secara daring, tentunya dengan memenuhi standar protokol kesehatan dan juga SDM yang kompeten di bidangnya. Ini juga merupakan bentuk keterbukaan perguruan tinggi dalam berkolaborasi dengan berbagai bidang industri," ujarnya.

Wahono menambahkan, mahasiswa baru pada hakikatnya merupakan warga kampus yang akan mulai menjalani kehidupan akademik dan kemahasiswaan. Melalui Pengenalan Kehidupan Kampus, para mahasiswa baru UP akan diperkenalkan dengan sistem pendidikan tinggi dan paradigma perguruan tinggi ke depan.

Disamping itu, kata Wahono, juga diperkenalkan lembaga kemahasiswaan yang ada di UP untuk mendukung mereka agar mampu bersosialisasi dan juga berorganisasi melalui kegiatan non-akademik, selain itu program ini juga dimaksudkan untuk menciptakan keakraban yang harmonis antara mahasiswa baru dan mahasiswa lama serta dengan seluruh warga kampus.

"Adanya perubahan yang terjadi secara cepat dalam skala global karena adanya pandemi Covid-19 ini, memaksa kita semua untuk membentuk perilaku baru, menyesuaikan kebiasaan hidup dengan berbagai kondisi yang saat ini dialami hampir di seluruh dunia dan pada akhirnya mengubah cara kita hidup. Perubahan pastinya bukan hal yang mudah, namun kecepatan beradaptasi sangat diperlukan untuk mampu ikut dalam persaingan global," tegasnya.

Wahono menambahkan, UP juga terus beradaptasi dengan melaksanakan hampir setiap kegiatan secara daring, seperti ujian penerimaan mahasiswa baru, perkuliahan, sidang skripsi dan melakukan seminar-seminar secara online sehingga iklim akademik dapat terus terjaga.

"Untuk tahun akademik 2020/2021 ini, UP telah menerima sebanyak 2.301 mahasiswa baru baik untuk program Diploma (D3), Sarjana (S1), Profesi Apoteker, Magister (S2) serta Program Doktor (S3), jumlah ini masih akan terus bertambah, mengingat pendaftaran mahasiswa baru masih tetap dibuka sampai dengan akhir bulan September 2020," pungkasnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pemprov Sumut Verifikasi 300.000 UKM Penerima BPUM

Pemprov Sumut masih melakukan verifikasi atas 313.768 usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) penerima Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM).

NASIONAL | 15 September 2020

Lagi, Dua Warga Sipil Ditembak KKB di Lany Jaya, Papua

Peristiwa penembakan dua warga sipil ini telah menambah daftar panjang kekerasan yang dilakukan oleh KKB terhadap warga sipil, TNI/Polri di Papua.

NASIONAL | 15 September 2020

Presiden Perintahkan Menko Luhut Kawal Ketat Penanganan Pandemi di 9 Provinsi Utama

Presiden perintahkan Luhut tangani kasus covid-19 di sembilan Pronvinsi.

NASIONAL | 15 September 2020

BPK Bersiap Lakukan Pemeriksaan Dana Penanganan Covid-19

BPK mengajak kementerian/lembaga terkait untuk aktif berkoordinasi dan berdiskusi mengenai pelaksanaan penanganan Covid-19.

NASIONAL | 15 September 2020

Covid-19 Meningkat, Sekolah Gelar Tatap Muka di Rejang Lebong Dihentikan

Rejang Lebong yang tadinya sudah menurun statusnya ke zona kuning, saat ini naik lagi menjadi zona oranye Covid-19.

NASIONAL | 15 September 2020

Rumah Makan di Bengkulu Tak Patuhi Protokol Kesehatan Didenda Rp 1 Juta

:Bagi tamu yang masuk tanpa masker dan tidak mencuci tangan sebaiknya diusir keluar sebelum menggunakan masker dan cuci tangan," kata Herwan.

NASIONAL | 15 September 2020

YLKI Hanya Satu, Tidak Punya Cabang di Mana pun

Jika ada pihak-pihak yang merasa dirugikan oleh lembaga konsumen yang mencatut nama YLKI, sebaiknya dilaporkan pada pihak berwajib.

NASIONAL | 15 September 2020

Mahasiswa Masuk DIY Wajib Didata

"Kalau ada mahasiswa yang ternyata membawa Covid-19 dan kita tidak punya datanya, bagaimana akan tracing," kata Sultan.

NASIONAL | 15 September 2020

Gas Elpiji 3 Kilogram Langka di Bengkulu

"Saya terpaksa membeli gas di warung Rp 25.000/tabung karena saya membutuhkan bahan bakar ini untuk masak di rumah," kata Anita, warga Bengkulu.

NASIONAL | 15 September 2020

134.708 UMKM di DIY Lolos Menerima Bantuan Hibah Produktif dari Pemerintah

Namun pelaku usaha mikro dan ultra mikro tetap masih bisa mendaftarkan usahanya baik melalui tingkat kelurahan, kabupaten, maupun provinsi.

NASIONAL | 15 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS