Infrastruktur Urat Nadi Pembangunan Kesejahteraan Papua
INDEX

BISNIS-27 509.396 (-2.61)   |   COMPOSITE 5822.94 (-13.51)   |   DBX 1088.19 (8.85)   |   I-GRADE 169.852 (-1.36)   |   IDX30 498.88 (-2.67)   |   IDX80 132.065 (-0.41)   |   IDXBUMN20 376.263 (-3.2)   |   IDXG30 135.508 (-0.92)   |   IDXHIDIV20 449.517 (-1.7)   |   IDXQ30 145.713 (-1.12)   |   IDXSMC-COM 252.052 (0.62)   |   IDXSMC-LIQ 309.347 (-0.12)   |   IDXV30 130.911 (1.39)   |   INFOBANK15 993.498 (-9.08)   |   Investor33 428.541 (-2.35)   |   ISSI 170.173 (-0.31)   |   JII 616.286 (-0.44)   |   JII70 212.951 (-0.35)   |   KOMPAS100 1185.6 (-4.98)   |   LQ45 921.176 (-4.87)   |   MBX 1613.76 (-6.24)   |   MNC36 320.851 (-1.79)   |   PEFINDO25 318.369 (-4.61)   |   SMInfra18 296.861 (-1.11)   |   SRI-KEHATI 366.856 (-2.53)   |  

Infrastruktur Urat Nadi Pembangunan Kesejahteraan Papua

Sabtu, 24 Oktober 2020 | 11:11 WIB
Oleh : Feriawan Hidayat / FER

Depok, Beritasatu.com - Dana Otonomi Khusus (Otsus) Papua dinilai memiliki dampak positif bagi pembangunan di Papua. Terlebih lagi, dengan masifnya pembangunan infrastruktur di Papua dan Papua Barat.

Sebagaimana diketahui, dalam upaya peningkatan derajat kesejahteraan dan pembangunan ekonomi masyarakat di Papua dan Papua Barat, pemerintah mengucurkan dana otonomi khusus atau dana otsus.

Dalam nota keuangan beserta APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) 2020 disebutkan, dana otsus Papua terutama digunakan untuk pendanaan pendidikan dan kesehatan. Dana otsus terus ditingkatkan hingga tahun 2020 menjadi Rp 5,9 triliun untuk Papua dan Rp 2,5 triliun untuk Papua Barat

Tokoh Papua, Izak Randi Hikoyabi

Tokoh Papua, Izak Randi Hikoyabi mengungkapkan, dengan pembangunan infrastruktur berdampak pada banyak sektor.

"Infrastruktur itu urat nadi pembangunan kesejahteraan Papua secara berkelanjutan. Untuk itu, Papua harus maju dan sejahtera," ujarnya dalam webinar Moya Discussions Group, Jumat (23/4/2020).

Menurut Izak, dengan pertumbuhan penduduk tentunya membutuhkan banyak akses penunjang terhadap ekonomi, sosial, dan budaya. Tersambungnya akses mulai dari jalan, jembatan, listrik dan lainnya, maka akan berdampak pada kemudahan masyarakat.

"Jumlah penduduk dan luas Papua saat ini akan berbeda pada masa mendatang. Saat ini, dengan masifnya pembangunan infrastruktur, maka anak yang lahir nanti akan menikmati adanya infrastruktur dan kemudahan akses," paparnya.

Sementara itu, Duta Besar/Pemerhati Papua dan Politik Global, Prof Imron Cotan, melihat suatu yang luar biasa dalam pembangunan infrastruktur di Papua. Kehadiran infrastruktur, dinilai akan memudahkan masyarakat dalam mempercepat distribusi barang dan memasarkan hasil bumi.

"Papua itu unik yang memiliki kearifan lokal. Perbandingannya, dulu harga BBM mahal sekarang sudah sama dengan harga di Jawa. Tranportasi dengan udara, sekarang sudah bisa akses jalan seperti yang telah dibangun. Dengan infrastruktur akan memudahkan akses masyarakat dalam menuju kemajuan dan kesejahteraan," jelasnya.

Sejak tahun 2018, Jalan Trans di Provinsi Papua Barat sepanjang 1.071 kilometer (km) telah tersambung dan terus ditingkatkan kondisinya. Hingga kini, Trans Papua yang sudah beraspal sepanjang 743 km dan sisanya masih agregat atau perkerasan tanah.

Jalan trans Papua Barat terbagi menjadi dua segmen atau ruas yaitu segmen I Sorong-Maybrat-Manokwari (595 km) yang menghubungkan dua pusat ekonomi di Papua Barat yakni Kota Sorong dan Manokwari yang kini dapat ditempuh dalam waktu 14 jam.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Bawaslu Bengkulu Awasi Kampanye di Pesta Pernikahan

Bawaslu Kota Bengkulu menurunkan tim untuk mengawasi calon kepala daerah (cakada) yang melakukan kampanye di pesta pernikahan.

NASIONAL | 23 Oktober 2020

Pengamat: Lakukan Dialog agar Temuan TGPF Tidak Mereproduksi Kekerasan di Papua

Pemerintah daerah juga harus turut berperan dan tidak hanya bergantung kepada TNI dan Polri.

NASIONAL | 24 Oktober 2020

Apresiasi Kerja TGPF Penembakan di Intan Jaya, Pengamat: Proses Hukum Harus Transparan

Aparat keamanan juga bisa melakukan kesalahan dalam tugas, karena pengetahuan dan pengalaman yang kurang mengenai wilayah Papua.

NASIONAL | 24 Oktober 2020

Puluhan Wilayah di Malang Disinyalir Gagal Jadi Desa Digital

Dinas Kominfo Pemkab Malang masih berusaha mendorong provider atau penyedia jasa internet supaya bisa menjangkau kawasan perbukitan pesisir pantai selatan.

NASIONAL | 24 Oktober 2020

KPU Sumut Belum Terima Rekomendasi Diskualifikasi Paslon

KPU Sumut belum menerima rekomendasi dari Bawaslu untuk mendiskualifikasi pasangan calon yang melanggar aturan selama masa kampanye di tengah pandemi Covid-19.

NASIONAL | 22 Oktober 2020

Waduh! Beruang Madu Terjerat di Perkebunan Warga

Setelah satwa liar tersebut pulih dari pengaruh obat bius, tim medis melepasliarkan kembali agar dapat bergabung dengan induk beruang.

NASIONAL | 24 Oktober 2020

Masyarakat Bengkulu Diimbau Tak Kunjungi Tempat Wisata saat Libur Panjang

Masyarakat Bengkulu diimbau tidak berkunjung ke tempat keramaian dan wisata pada saat libur panjang akhir Oktober ini

NASIONAL | 22 Oktober 2020

Tersangka Penyelundup Ratusan Kg Sabu dan Ribuan Ekstasi Siap Disidang

Total barang bukti yang disita berupa narkotika jenis sabu seberat 119 kilogram hingga 3.000 pil ekstasi.

NASIONAL | 24 Oktober 2020

Permudah Akses Data Bagi DPR, BPK Hadirkan Portal Hasil Pemeriksaan

BPK menghadirkan portal ikhtisar hasil pemeriksaan semester (IHPS) dan laporan hasil pemeriksaan (LHP) untuk mempermudah akses data khususnya bagi DPR RI.

NASIONAL | 24 Oktober 2020

BPK Gelar Taklimat Awal Pemeriksaan Penanganan Covid-19 di Polda Jateng

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menggelar taklimat awal atau entry meeting pemeriksaan kinerja penanganan Covid-19 pada Polri di Markas Polda Jawa Tengah.

NASIONAL | 24 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS