Dampak Buruk Terlalu Sering Mencuci Mobil di Musim Hujan
INDEX

BISNIS-27 448.028 (-0.11)   |   COMPOSITE 5099.84 (-3.39)   |   DBX 964.111 (2.27)   |   I-GRADE 139.821 (-0.42)   |   IDX30 426.948 (0.39)   |   IDX80 113.317 (0.11)   |   IDXBUMN20 291.67 (1.28)   |   IDXG30 118.931 (0.18)   |   IDXHIDIV20 379.8 (-0.77)   |   IDXQ30 124.715 (-0.33)   |   IDXSMC-COM 219.701 (0.45)   |   IDXSMC-LIQ 255.871 (2.67)   |   IDXV30 106.644 (1.52)   |   INFOBANK15 836.821 (-6.19)   |   Investor33 373.706 (-0.97)   |   ISSI 150.561 (0.36)   |   JII 547.285 (1.18)   |   JII70 187.054 (0.33)   |   KOMPAS100 1020.57 (-1.1)   |   LQ45 786.439 (0.76)   |   MBX 1410.93 (-1.57)   |   MNC36 280.006 (-0.59)   |   PEFINDO25 280.13 (0.18)   |   SMInfra18 241.99 (-0.13)   |   SRI-KEHATI 316.197 (-0.37)   |  

Dampak Buruk Terlalu Sering Mencuci Mobil di Musim Hujan

Jumat, 1 Januari 2016 | 17:02 WIB
Oleh : PR, Feriawan Hidayat / FER

Jakarta - Intensitas hujan yang meningkat membuat banyak pemilik kendaraan berpikir untuk lebih sering mencuci kendaraan mereka dibandingkan bulan-bulan sebelumnya agar kendaraan mereka terus terlihat bersih.

Berdasarkan data yang Carmudi dapatkan, terjadi peningkatan pengunjung yang mencuci kendaraan mereka di berbagai lokasi pencucian kendaraan selama musim hujan berlangsung. Peningkatan pengunjung tersebut melonjak sekitar 20-30 persen bila dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya. Pertayaannya, apakah kebiasaan masyarakat mencuci kendaraan mereka lebih sering di musim hujan tersebut benar?

"Untuk sebagian pemilik kendaraan, musim hujan berarti lebih sering mencuci kendaraan mereka. Sepanjang dilakukan secara benar dan tidak dilakukan terlalu sering, hal tersebut sah-sah saja. Mencuci mobil menyeluruh sebaiknya hanya dilakukan seminggu sekali," ujar Co-Founder Carmudi Indonesia, Gunnar Rentzsch.

Untuk sehari-hari, lanjut dia, pemilik kendaraan cukup mengelap body kendaraan yang basah agar tidak lembab. "Masih banyak masyarakat yang kurang memahami bagaimana cara merawat kendaraan yang benar di musim penghujan," tambah dia.

Carmudi mencari informasi dari montir beberapa dealer dan bengkel rekanan dan mereka mengatakan sebaiknya tidak mencuci mobil terlalu sering. Pada musim penghujan, sempatkan untuk mencuci mobil maksimal seminggu sekali di rumah, dan bawa kendaraan minimal sekali dalam sebulan ke tempat pencucian mobil terdekat untuk dicuci secara menyeluruh.

"Jangan terlalu sering mencuci mobil, dan sebaliknya jangan membiarkan kendaraan tidak dicuci dalam jangka waktu lama setelah terkena hujan. Jika mobil terus menerus terkena air maka akan membuat body ataupun mesin menjadi lembab. Keadaan tersebut membuat karat dan jamur singgah di kendaraan," ujar Umar, montir dari salah satu bengkel dan dealer rekanan Carmudi.

Air hujan dan kotoran yang menempel di rongga sasis dan komponen-komponen suspensi, lanjut Umar, bisa mengakibatkan oksidasi pada besi, yang menimbulkan karat. "Jamur yang timbul oleh butir air hujan yang menempel pada mobil membuat cat mobil terlihat kusam dan cukup susah untuk mengembalikan cat mobil yang kusam," kata Umar.

Pencucian menggunakan lift hidrolis dapat menjadi solusi untuk membasmi permasalahan musiman tersebut. Namun, kata Umar, tidak disarankan untuk melakukan pencucian dengan lift hidrolis terlalu sering karena dapat membuat komponen suspensi mobil melemah.

"Pada saat mobil diangkat, sistem suspensi dan kemudi mobil dalam kondisi menggantung dapat mengganggu kestabilan mobil karena spooring dan balancing dapat berubah. Mencuci mobil menggunakan lift hidrolis disarankan maksimal dua kali dalam sebulan," tambah dia.

Musim penghujan ini memang menjadi momok bagi pemilik kendaraan. Tips mudah yang dapat dipraktekkan agar kendaraan tetap terawat adalah luangkan waktu untuk sekedar membasahi dan mengelap mobil 15 menit setelah mobil kehujanan.

Selain itu, pilih sampo mobil yang busanya tidak terlalu banyak karena busa yang banyak justru berdampak buruk untuk warna cat mobil. Sampo mobil hanya digunakan jika mobil benar-benar kotor.

"Tips terakhir, rajinlah cek kebersihan engsel mobil, tepi bagasi, tepi pintu mobil, tepi kap mesin dan lainnya karena bagian-bagian inilah penyakit mulai mudah timbul mengingat air hujan atau bekas cucian sering tertinggal," tambah Umar.

Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Lahan Parkir Makin Sempit, City Car Jadi Primadona

City car menjadi salah satu kendaraan favorit para pemburu mobil bekas di Bursa Mobil Bekas WTC Mangga Dua.

OTOMOTIF | 31 Desember 2015

Di Bursa Mobil Bekas, Honda Mobilio Hanya Berumur Sehari

Mobil "sejuta umat" seperti Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia masih menjadi yang paling laris. Namun perlahan Honda Mobilio mulai mengejar dominasi penjualan.

OTOMOTIF | 31 Desember 2015

Mobil Elektrik Diperkirakan Berjaya di 2016

Tahun depan, diestimasi akan tersedia banyak opsi mobil elektrik atau mobil listrik.

OTOMOTIF | 30 Desember 2015

Meningkat, 37.800 Mobil Bekas Terjual di WTC Mangga Dua

Tahun 2014 lalu kita berhasil menjual sekitar 37.000 unit mobil bekas.

OTOMOTIF | 30 Desember 2015

Pajero Sports Family Saling Berbagi di Donggala

Pajero Sports Family melakukan kegiatan bakti sosial dengan mengadakan sunatan massal di Kota Donggala, Sulawesi Tengah.

OTOMOTIF | 30 Desember 2015

Mitsubishi Beri Apresiasi Tenaga Penjual dan Purnajual Terbaik 2015

Para pemenang Passenger Car Sales Appraisal Program (SAP) di National Contest 2015 mendapat penghargaan berupa plakat, sertifikat dan paket tur liburan.

OTOMOTIF | 28 Desember 2015

India Siap Tancap Gas di Pasar Otomotif Indonesia

Secara keseluruhan, kehadiran merek India akan meningkatkan kompetisi dan menciptakan lebih banyak pilihan bagi pelanggan di Indonesia.

OTOMOTIF | 28 Desember 2015

Ford Raih Peringkat Value for Money Tertinggi

Ini merupakan satu lagi bukti kesuksesan strategi One Ford yang memungkinkan Ford untuk menghadirkan kendaraan-kendaraan global Ford

OTOMOTIF | 27 Desember 2015

Komunitas Moge Peduli Pesantren

Beberapa tujuan wisata sekitar Subang, seperti Tangkuban Perahu dan Ciater sebagai agenda touring Eagle Rider Community (ERC) terakhir di tahun 2015.

OTOMOTIF | 27 Desember 2015

Ini Pemilik Pertama Honda RC213V Versi Jalan Raya

Motor bermesin MotoGP ini harga ritelnya di Inggris termasuk pajak setara Rp 3,8 miliar.

OTOMOTIF | 26 Desember 2015


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS