Masyarakat Sadar RUU Cipta Kerja Memiliki Dampak Positif
INDEX

BISNIS-27 431.53 (-3.35)   |   COMPOSITE 4906.55 (-27.45)   |   DBX 934.495 (-1.3)   |   I-GRADE 129.531 (-1.1)   |   IDX30 408.573 (-4.05)   |   IDX80 107.231 (-1.06)   |   IDXBUMN20 271.434 (-3.2)   |   IDXG30 114.42 (-1.08)   |   IDXHIDIV20 364.598 (-3.27)   |   IDXQ30 119.596 (-1.07)   |   IDXSMC-COM 210.435 (-0.56)   |   IDXSMC-LIQ 236.069 (-1.95)   |   IDXV30 101.606 (-0.8)   |   INFOBANK15 772.076 (-4.94)   |   Investor33 357.854 (-2.78)   |   ISSI 144.258 (-0.69)   |   JII 521.112 (-3.55)   |   JII70 177.199 (-1.37)   |   KOMPAS100 960.444 (-7.38)   |   LQ45 749.999 (-7.62)   |   MBX 1355.95 (-8.44)   |   MNC36 267.764 (-2.13)   |   PEFINDO25 261.843 (-3.84)   |   SMInfra18 232.762 (-2.06)   |   SRI-KEHATI 301.662 (-2.42)   |  

Hasil Survei Charta Politika

Masyarakat Sadar RUU Cipta Kerja Memiliki Dampak Positif

Kamis, 23 Juli 2020 | 12:13 WIB
Oleh : Feriawan Hidayat / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Politisi Golkar, Meutya Hafid menilai, saat ini sudah lebih banyak masyarakat menyadari bahwa Omnibus Law Rancangan Undang-undang (RUU) Cipta Kerja yang saat ini sedang dibahas oleh DPR memiliki dampak yang positif. Hal ini menanggapi hasil survei dari Charta Politika terkait tren tiga bulan kondisi politik, ekonomi, dan hukum di masa pandemi Covid-19 dan persetujuan terhadap RUU Cipta Kerja.

Baca Juga: DPD Tugaskan PPUU Kawal Omnibus Law Cipta Kerja

"Dari hasil survei Charta, 55,5 persen responden yang mengetahui dan paham akan RUU Cipta Kerja setuju agar RUU ini disahkan. Dari angka tersebut, sebanyak 60,5 persen diantaranya memiliki alasan bahwa RUU Cipta Kerja ini bisa menjadi stimulus ekonomi setelah pandemi ini. Artinya masyarakat mulai sadar bahwa RUU Cipta Kerja memiliki dampak yang positif," kata Meutya dalam keterangan yang diterima, Kamis (23/7/2020).

Menurut Meutya, survei ini juga membuktikan masyarakat yang mengetahui dan memiliki pemahaman mengenai RUU Cipta Kerja ini maka akan memiliki kesadaran untuk setuju dan mendukung pengesahannya.

"Kondisi di mana terjadi penolakan terhadap RUU Cipta Kerja, sangat mungkin terjadi karena yang menolak ini justru belum tahu dan mengerti isi dari RUU ini. Buktinya, tingkat persetujuan jika RUU tersebut disahkan hari ini sudah mencapai angka 55,5 persen. Responden yang menilai RUU ini berdampak positif juga mencapai 55,5 persen dari yang tahu dan mengerti soal isu ini," kata Meutya Hafid.

Masyarakat, menurut Meutya, juga melihat bahwa relevansi RUU Cipta Kerja semakin kuat di masa pandemi ini. Penciptaan lapangan kerja dengan mempermudah investasi masuk, adalah hal yang harus segera dilakukan untuk keluar dari keterpurukan ekonomi karena Covid-19.

Baca Juga: Mayoritas Masyarakat Setuju RUU Cipta Kerja Disahkan

"Ini merupakan dorongan untuk teman-teman di DPR hari ini untuk melanjutkan pembahasan RUU Cipta Kerja. Karena hari ini terkonfirmasi bahwa mayoritas masyarakat setuju ini adalah satu hal yang bisa menjadi stimulus ekonomi kita ke depannya," tandas Meutya.

Charta Politika melakukan survei nasional melalui telepon pada tanggal 6-12 Juli 2020. Sampel sebanyak 2.000 responden dipilih secara acak dari responden survei tatap muka langsung yang pernah dilakukan selama dua tahun terakhir sebanyak 195.638 responden.

Beberapa pertanyaan yang disurvei adalah soal isu RUU Cipta Kerja. Tercatat, mayoritas responden pernah mendengar mengenai RUU Cipta Kerja tapi tidak terlalu memahami (47,3 persen). Sementara, yang pernah mendengar dan memahami RUU Cipta Kerja sebanyak 13,3 persen responden.

Dari responden yang pernah mendengar dan memahami RUU Cipta Kerja, sebanyak 55,5 persen menilai RUU Cipta Kerja berdampak positif pada ekonomi. Sebanyak 55,5 persen responden juga menyatakan setuju terhadap pengesahan RUU Cipta Kerja.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Gibran Dituduh Langgengkan Politik Dinasti Jokowi, Apa Benar?

Indonesia di bawah kepemimpinan Jokowi bukan negara totaliter dimana suara penguasa politik jadi penentu kemenangan di pilkada.

POLITIK | 23 Juli 2020

Survei Charta Politika: Bansos Kemsos Tepat Sasaran Bantu Perekonomian

Kemsos dinilai salah satu kementerian terbaik Jokowi.

NASIONAL | 23 Juli 2020

DPD Tugaskan PPUU Kawal Omnibus Law Cipta Kerja

DPD tidak ingin RUU menjadi UU yang melahirkan persoalan di kemudian hari.

POLITIK | 23 Juli 2020


Keberhasilan Petahana Tangani Pandemi, Kunci Menangi Pilkada

Jika kepala daerah yang kembali maju dalam Pilkada dinilai sukses menangani pandemi Covid-19, tentu akan lebih diuntungkan.

POLITIK | 22 Juli 2020

Penanganan Covid-19 jadi Panggung untuk Naikkan Elektabilitas

Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia, Yunarto Wijaya, mengatakan pandemi Covid-19 seakan-akan menjadi panggung besar bagi kepala daerah.

POLITIK | 22 Juli 2020

Kinerja Ridwan, Ganjar, Anies Tangani Covid-19 Terbaik di Mata Publik

Kepala daerah lainnya seperti Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa hanya meraih 5,1%, sedangkan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini 2,2%.

POLITIK | 22 Juli 2020

Survei Y-Publica, Prabowo Capres Terkuat, Elektabilitas PSI Naik

Prabowo Subianto masih berada pada posisi teratas calon presiden (capres) untuk Pemilu 2024 berdasarkan survei Y-Publica.

POLITIK | 22 Juli 2020

PDIP Jadikan 20 Kantor Baru untuk Gelorakan Politik Arus Bawah

Pembangunan kantor PDIP yang baru itu dilakukan secara gotong royong oleh para kader partai.

NASIONAL | 22 Juli 2020

Anies dan Ridwan Diprediksi Ikut Konvensi Nasdem

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil diprediksi akan mengikuti konvensi Partai Nasdem.

POLITIK | 22 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS