JIK dan MMB Dukung Pilkada Jadi Gerakan Lawan Covid-19
INDEX

BISNIS-27 511.575 (-2.14)   |   COMPOSITE 5759.92 (5.09)   |   DBX 1054.23 (6.72)   |   I-GRADE 169.662 (-0.96)   |   IDX30 501.412 (-2.41)   |   IDX80 131.739 (-0.23)   |   IDXBUMN20 371.622 (-0.26)   |   IDXG30 135.832 (0.18)   |   IDXHIDIV20 450.213 (-1.15)   |   IDXQ30 146.619 (-0.8)   |   IDXSMC-COM 244.641 (2.31)   |   IDXSMC-LIQ 299.216 (3.19)   |   IDXV30 126.958 (0.12)   |   INFOBANK15 989.895 (-6.04)   |   Investor33 430.473 (-2.37)   |   ISSI 168.725 (0.26)   |   JII 619.114 (-1.25)   |   JII70 212.184 (0.15)   |   KOMPAS100 1175.82 (-1.12)   |   LQ45 920.779 (-2.57)   |   MBX 1601.16 (0.14)   |   MNC36 321.923 (-1.28)   |   PEFINDO25 313.689 (1.53)   |   SMInfra18 292.004 (0.78)   |   SRI-KEHATI 368.014 (-2.27)   |  

JIK dan MMB Dukung Pilkada Jadi Gerakan Lawan Covid-19

Sabtu, 1 Agustus 2020 | 11:36 WIB
Oleh : Feriawan Hidayat / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) sepakat mengusung tema pemilihan kepala daerah (Pilkada) sebagai gerakan perlawanan Covid-19. Tema tersebut diyakini mendorong peserta Pilkada beradu strategi dan bertindak menekan penyebaran virus corona.

Baca Juga: Mendagri Sebut Pilkada Momentum Melawan Covid-19

Sejumlah kalangan mendukung dan mengapresiasi wacana Mendagri yang juga disepakati KPU tersebut. Perkumpulan dai dan mubalig Jaringan Islam Kebangsaan (JIK) mengungkapkan apresiasinya pada ide dan wacana Mendagri. Koordinator Nasional JIK, Irfaan Sanoesi, menyatakan, ide menarik dan kongkret tersebut seolah menjadi oase di padang tandus.

"Patut didukung bersama karena akan memacu daerah-daerah all out untuk menekan penyebaran Covid-19. Pengendalian penyebaran pandemi akan sulit ditangani oleh pemerintah saja karena sebagian urusan pemerintahan ada pada pemerintah daerah yang otonom," ungkap Irfaan Sanoesi, dalam keterangannya, Sabtu (1/8/2020).

Menurut Irfaan, ide tersebut mesti dimaknai lebih dalam bagi para kontestan yang akan bertarung di kontestasi Pilkada 2020. Pasalnya, tahun ini menjadi ajang Pilkada 'spesial' karena pertarungan gagasan berbuat tidak sekadar retorika, terutama untuk menangani Covid-19 dan dampak sosial ekonomi di daerah masing-masing yang menjadi persoalan nyata masyarakat.

"Para kontestan mesti pandai memetakan problematika di daerah dengan permasalahan yang terjadi saat ini, mengintegrasikan persoalan ekonomi dengan kondisi kesehatan masyarakat di tengah pendemi. Dengan begitu, mereka akan memacu kreativitas merebut suara publik," tegas Irfaan.

Baca Juga: Mendagri Tegaskan Bansos Tak Boleh Ada Gambar Calon

Sementara, Ketua Umum Milenial Muslim Besatu (MMB), Khairul Anam, mengatakan, Pilkada 2020 bisa menjadi sarana edukasi politik, kesehatan dan sosial ekonomi sekaligus. Aktivis pemberdayaan masyarakat ini menilai, Pilkada 2020 menciptakan perputaran uang di masyarakat semakin lancar.

"Diasumsikan jika terdapat 270 daerah yang akan menyelenggarakan Pilkada. Setiap daerah sedikitnya ada 2 kontestan. Maka seluruh Indonesia ada 540 calon kepala daerah. Jika mengeluarkan biaya kampanye, minimal Rp 10 miliar saja, berarti akan ada dana yang beredar sebanyak Rp 5,4 triliun," jelas Khairul Anam.

Menurut Anam, jika dibelikan masker, alat pelindung diri (APD) dan alat kesehatan lain, maka akan ada puluhan juta APD yang tersebar. Angka tersebut, kata Anam, belum termasuk anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) dan dukungan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).

"Saya cermati totalnya sekitar Rp 14 triliun digunakan untuk pembelian alat pilkada dan pelindung Covid-19 serta insentif lebih dari 3 juta penyelenggara. Ini program padat karya riil sehingga akan dapat menstimulasi ekonomi daerah," jelas Anam.

Baca Juga: Bansos Covid-19 Dinilai Menguntungkan Petahana

Anam menambahkan, MMB sangat mendorong Pilkada 2020 menjadi gerakan melawan Covid-19 serentak dari akar rumput hingga elit. Jika gerakan ini berhasil, maka Pilkada 2020 akan dikenang sebagai pesta demokrasi yang menjaga kemanusiaan.

"Rakyat akan pilih calon kepala daerah yang paling responsif, solutif terhadap gerakan lawan Covid-19. Semua jenis kampanye akan diarahkan untuk lawan Covid-19. Jika itu terjadi, maka masa kampanye Pilkada 2020 akan jadi ajang kampanye akbar dan masif melawan Covid-19," jelas Anam.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Demokrat Harapkan Kondisi Ekonomi Lekas Pulih

Partai Demokrat mengajak refleksi bagi setiap pihak untuk lebih menaati anjuran pemerintah dalam menghadapi pandemi Covid-19 sehingga ekonomi bisa lekas pulih

POLITIK | 31 Juli 2020

Iduladha 1441 H, Ibas Ajak Seluruh Pihak Saling Berbagi

Menurut Ibas, Iduladha memberikan banyak makna.

POLITIK | 31 Juli 2020

Calon Independen Pilkada: 23 Lolos, 73 Verifikasi Ulang

23 pasang calon independen dinyatakan lolos oleh KPU untuk maju pada Pilkada Serentak 2020.

POLITIK | 31 Juli 2020

Iduladha, Puan Maharani Doakan Ibadah haji Bisa Kembali Normal

DPR akan terus mengingatkan pemerintah agar ada rencana matang dan yang memberi rasa keadilan dalam keberangkatan haji tahun depan.

POLITIK | 31 Juli 2020

Mendagri Tegaskan Bansos Tak Boleh Ada Gambar Calon

Menurut Tito, bansos cukup ditulis bantuan dari pemerintah daerah atau pemerintah pusat, dan tidak ditambahkan dengan nama kepala daerahnya.

POLITIK | 30 Juli 2020

ICW Ingatkan Parpol soal Larangan Eks Koruptor lkut Pilkada

ICW mengingatkan parpol untuk tidak mencalonkan mantan narapidana korupsi di Pilkada 2020.

POLITIK | 30 Juli 2020

Ketua DPP PDIP Ingatkan Pemilihan Bobby di Pilwalkot Medan Adalah Keputusan Partai

Sukur Nababan mengingatkan kader PDIP di Medan bahwa keputusan calon kepala daerah yang diusung di Pilwalkot Medan sudah berdasarkan hasil pleno dipimpin Mega.

POLITIK | 30 Juli 2020

Bansos Covid-19 Dinilai Menguntungkan Petahana

Pembagian bansos saat pilkada bisa menguntungkan petahana.

POLITIK | 30 Juli 2020

Ketua DPP PDIP Sindir Pengurus Medan Lebih Loyal ke Akhyar daripada Partai

Sukur Nababan menyatakan bahwa konsolidasi partainya takkan terganggu hanya karena ada kader partai di Medan yang memilih lebih loyal kepada Akhyar Nasution.

POLITIK | 30 Juli 2020

Refleksi Kudatuli, PDIP: Tugas Partai Berjuang untuk Rakyat

Huru-hara politik 27 Juli 1996 masih melekat pada kader-kader PDIP.

NASIONAL | 30 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS