Dominasi Petahana Penyebab Munculnya Calon Tunggal
INDEX

BISNIS-27 503.107 (8.47)   |   COMPOSITE 5679.25 (80.67)   |   DBX 1039.52 (14.71)   |   I-GRADE 166.189 (3.47)   |   IDX30 492.322 (9.09)   |   IDX80 129.082 (2.66)   |   IDXBUMN20 363.759 (7.86)   |   IDXG30 133.243 (2.59)   |   IDXHIDIV20 440.08 (10.13)   |   IDXQ30 143.762 (2.86)   |   IDXSMC-COM 242.127 (2.51)   |   IDXSMC-LIQ 293.644 (5.57)   |   IDXV30 123.61 (3.35)   |   INFOBANK15 979.67 (10.23)   |   Investor33 423.592 (6.88)   |   ISSI 165.745 (2.98)   |   JII 604.859 (14.26)   |   JII70 207.745 (4.44)   |   KOMPAS100 1155.02 (20.8)   |   LQ45 903.46 (17.32)   |   MBX 1578.72 (22.44)   |   MNC36 316.411 (5.51)   |   PEFINDO25 310.113 (3.58)   |   SMInfra18 286.549 (5.46)   |   SRI-KEHATI 362.507 (5.51)   |  

Dominasi Petahana Penyebab Munculnya Calon Tunggal

Rabu, 9 September 2020 | 18:32 WIB
Oleh : Robertus Wardi / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Kuatnya dominasi petahana atau incumbent menjadi faktor utama munculnya calon tunggal di Pilkada 2020. Petahana menguasai semua akses dan sumber daya di daerah sehingga bisa borong atau beli semua partai politik.

"Fenomena calon tunggal, paling besar lahir dari petahana,” kata peneliti Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Arya Fernandes dalam diskusi virtual bertema "Oligarki Parpol dan Fenomena Calon Tunggal" di Jakarta, Rabu (9/9/2020).

Arya menyebutkan, dari 28 calon tunggal di Pilkada 2020, ada 23 yang merupakan incumbent, baik sebagai calon kepala daerah atau wakil kepala daerah. Sebanyak 10 diantaranya, diikuti kepala daerah yang kembali berpasangan bupati atau wali kota yang sama. "Data tersebut menunjukkan, petahana memang mendominasi calon tunggal," jelasnya.

Menurut Arya, munculnya calon tunggal juga disebabkan karena tingginya biaya politik. Dalam situasi pandemi Covid 19 seperti sekarang, ongkos Pilkada tidak murah. Mulai dari biaya mahar politik, biaya kampanye hingga biaya saksi pada saat pencoblosan. Sementara, kampanye dengan mengerahkan massa banyak dibatasi. Kampanye harus door to door (dari rumah ke rumah) dan memanfaatkan sosial media (Sosmed).

"Kalau kandidat yang enggak populer bakal mikir 1.000 kali, karena biaya yang dikeluarkan mahal. Sosialisasi yang panjang dan investor terbatas membuat yang punya potensi banyak dukungan adalah yang petahana dan pengusaha," jelas Arya.

Arya menambahkan, basis partai politik (Parpol) ikut berkontribusi kuat dalam meningkatnya calon tunggal. Dari data calon tunggal Pilkada 2020, sebagian besar daerah yang diisi calon tunggal merupakan basis kuat salah satu parpol yaitu memiliki hubungan dengan PDIP.

"Dari 28 daerah calon tunggal, ada 12 yang punya hubungan dengan PDIP. Lalu dari 12 itu, ada 10 kader PDIP. Dari 10 itu, 8 di antaranya petahana, 1 orang dinasti di Kediri, dan 1 berasal dari DPRD. Sisa duanya maju sebagai wakil, jadi 1 wakil bupati petahana, dan 1 pengusaha. Pengusaha ini juga punya hubungan kekerabatan dengan PDIP," tutur Arya.

Sementara, anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Ratna Dewi Pettalolo mengungkapkan, fenomena calon tunggal terus meningkat setiap pelaksanaan Pilkada.

"Pada Pilkada 2015, jumlah calon tunggal sebanyak 3 pasangan calon (Paslon). Kemudian, naik menjadi 9 paslon pada Pilkada 2017 dan naik kembali menjadi 16 Paslon pada 2018," ungkapnya.

Dewi menyebut beberapa penyebab lahirnya calon tunggal. Pertama, kekuasaan petahana memang sangat kuat. Kedua, petahana punya akses sumber daya yang besar. Ketiga, memiliki modal yang besar sehingga bisa dapat akses dukungan dari banyak parpol.

"Hal-hal ini menutup ruang-ruang dari paslon lain untuk bisa lakukan akses yang sama dan ikut kompetisi tahun 2020. Inilah fakta yang kita temukan di dalam pelaksanaan pemilihan tahun ini,” ujar Dewi.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Puan: Selamat Jalan, Pak Jakob Oetama

Menurut Puan, Jakob Oetama adalah tokoh pers yang sangat menginspirasi, memegang teguh integritas, dan memiliki keterkaitan sejarah dengan Presiden Soekarno.

POLITIK | 9 September 2020

Jokowi: Jakob Oetama Adalah Tokoh Bangsa

Jokowi melihat Jakob Oetama sebagai sosok yang bukan sekadar tokoh pers, melainkan tokoh bangsa Indonesia.

POLITIK | 9 September 2020

Bawaslu: Fenomena Calon Tunggal Adalah Desain Elite Parpol

Dari 28 calon tunggal di Pilkada 2020, ada 23 yang merupakan inkumben (petahana), baik sebagai calon kepala daerah atau wakil kepala daerah.

POLITIK | 9 September 2020

Formappi: Umumkan Nama Paslon Pelanggar Protokol Kesehatan!

Nama-nama pelanggar harus dibuka ke publik agar para Paslon tersebut juga malu akibat perbuatannya.

POLITIK | 9 September 2020

499 ASN Dilaporkan terkait Netralitas Pilkada

Hukuman akan diberikan apabila ASN terbukti memberikan dukungan dengan cara terlibat dalam kegiatan kampanye.

POLITIK | 8 September 2020

Pelanggaran Masif, Pemerintah Perlu Terbitkan Perppu Diskualifikasi Paslon

Pemerintah diminta menerbitkan kembali Perppu tentang aturan diskualifikasi kepada para paslon yang melanggar aturan selama pelaksanaan pilkada.

POLITIK | 8 September 2020

Soal Good Looking dan Bisa Bahasa Arab, Ini Penjelasan Menag di Hadapan Komisi VIII DPR

Menteri Agama Fachrul Razi akhirnya menjawab berbagai tantangan terhadap dirinya mengenai pernyataan bahwa radikalisme masuk melalui anak yang "good looking".

POLITIK | 8 September 2020

Jokowi Perintahkan Para Calon Tidak Bahayakan Persatuan dan Kesatuan

Presiden Jokowi meminta para calon yang bertarung dalam pilkada 2020 tidak menggunakan politik identitas yang membahayakan persatuan dan kesatuan bangsa.

POLITIK | 8 September 2020

Jokowi: Tidak Ada Tawar-menawar Penerapan Protokol Kesehatan

Kedisiplinan penerapan protokol kesehatan dalam penyelenggaraan Pilkada 2020 harus dilakukan.

POLITIK | 8 September 2020

Masih Ada Bakal Paslon Pilkada 2020 yang Langgar Protokol Kesehatan

Masih ada deklarasi bakal paslon Pilkada yang menggelar konser musik. Kemudian konser tersebut dihadiri oleh ribuan orang dan mengundang kerumunan.

POLITIK | 8 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS