Kampanye Paslon Pilkada Dinilai Belum Kreatif
INDEX

BISNIS-27 503.6 (2.5)   |   COMPOSITE 5652.76 (48.27)   |   DBX 1032.04 (3.25)   |   I-GRADE 164.451 (1.87)   |   IDX30 490.95 (3.33)   |   IDX80 128.766 (0.95)   |   IDXBUMN20 358.484 (4.17)   |   IDXG30 133.521 (0.92)   |   IDXHIDIV20 437.723 (3.27)   |   IDXQ30 142.408 (1.41)   |   IDXSMC-COM 239.978 (2.77)   |   IDXSMC-LIQ 292.98 (3.3)   |   IDXV30 120.747 (2.08)   |   INFOBANK15 969.323 (8.87)   |   Investor33 424.184 (2.73)   |   ISSI 165.497 (1.49)   |   JII 607.992 (3.57)   |   JII70 207.954 (1.77)   |   KOMPAS100 1151.81 (10.08)   |   LQ45 901.663 (6.22)   |   MBX 1571.94 (14.64)   |   MNC36 316.426 (2.22)   |   PEFINDO25 300.975 (9.54)   |   SMInfra18 283.853 (1.3)   |   SRI-KEHATI 362.321 (2.15)   |  

Pilkada 2020

Kampanye Paslon Pilkada Dinilai Belum Kreatif

Jumat, 23 Oktober 2020 | 16:00 WIB
Oleh : Robertus Wardi / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Sindikasi Pemilu dan Demokrasi (SPD) menilai, pasangan calon (Paslon) yang bertarung di pemilihan kepala daerah (Pilkada) Serentak 2020 belum berkreatif dalam kampanye.

Pasalnya, model kampanye yang diusung masing-masing paslon masih menggunakan cara-cara lama yaitu kampanye tatap muka dan berkerumun. Padahal, dalam pandemi Covid 19 seperti sekarang, model-model kampanye kreatif yang diminta karena kampanye tatap muka dibatasi hanya 50 orang.

"Kampanye masih minim kreativitas di masa pandemi seperti sekarang. Tidak ada model kampanye baru yang disesuaikan dengan kondisi pandemi sekarang ini,” kata peneliti SPD, Erik Kurniawan, di Jakarta, Jumat (23/10/2020).

Erik meminta para paslon perlu belajar dari negara yang sukses menggelar pemilu di masa pandemi, seperti Korea Selatan (Korsel) dan Jerman. Di kedua negara ini, selain penerapan protokol kesehatan yang ketat, kampanye tatap muka juga dilakukan secara kreatif.

"Sebagai contoh, beberapa kandidat peserta pemilu di Jerman memilih kampanye dengan bersepeda dengan membawa kotak perlengkapan kampanye portabel. Sementara, di Korea Selatan kegiatan kampanye dilakukan dengan mengadakan kegiatan bersih-bersih lingkungan dan penyemprotan disinfektan di tempat-tempat publik," jelasnya.

Erik menyebutkan, metode kampanye tatap muka kreatif yang disesuaikan dengan protokol kesehatan dapat meningkatkan partisipasi pemilih. Contohnya terjadi di Korea Selatan, di mana partisipasi pemilih mengalami peningkatan menjadi 29 juta pemilih atau 66,2 persen dari total pemilih. Jumlah ini mengalami peningkatan sebesar 8,1 persen dibanding Pemilu 2016.

Menurut Erik, selama dua puluh hari masa kampanye jumlah pertemuan tatap muka mengalami peningkatan. Pada sepuluh hari pertama pelaksanaan tahapan kampanye 9.189 kegiatan kampanye. Jumlah tersebut meningkat menjadi 16.468 kegiatan kampanye yang diselenggarakan melalui tatap muka pada sepuluh hari kedua.

"Kampanye online masih kurang diminati. Dalam catatan Bawaslu, dari 270 daerah yang melaksanakan Pilkada, sebanyak 95 persen daerah, kampanye tatap muka masih menjadi pilihan utama dan hanya 5 persen daerah mengoptimalkan kampanye online. Sedangkan berdasarkan data KPU dari jumlah kegiatan kampanye dari 4.196 kegiatan kampanye, 985 (23 persen) kegiatan kampanye dilaksanakan secara daring dari 26 September sampai 14 Oktober 2020,” tutur Erik.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Syahrul Yasin Limpo: UU Ciptaker Menata Ulang Kewenangan Daerah

Asas desentralisasi harus tetap dijaga dan pemerintah pusat bisa mendrave daerah.

POLITIK | 23 Oktober 2020

KPU Sebut Mayoritas Paslon Pilih Kampanye Tatap Muka

Kampanye tatap muka masih dianggap efektif untuk memengaruhi pemilih.

POLITIK | 22 Oktober 2020

Bawaslu Usulkan Perpanjangan Waktu Pencoblosan di TPS

Bawaslu menilai, waktu 6 jam tidak cukup menampung 500 orang dalam satu tempat pemungutan suara (TPS).

POLITIK | 22 Oktober 2020

Bawaslu: Ada Beban Psikologis Polisi Bubarkan Kampanye Petahana

Menurut Abhan, Polisi dan Satpol PP seakan memiliki beban psikologis membubarkan kampanye petahana atau incumbent yang melanggar aturan protokol kesehatan.

POLITIK | 22 Oktober 2020

Bawaslu Jatim Tangani 28 Kasus Netralitas ASN

Temuan dugaan ASN tidak netral terdapat di sejumlah kabupaten dan kota di Jawa Timur.

POLITIK | 21 Oktober 2020

Setahun Jokowi-Ma'ruf Banyak Kemajuan, PDIP: Masih Ada Elite Politik yang Iri

Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin banyak menghadirkan kemajuan dalam setahun pemerintahan.

POLITIK | 21 Oktober 2020

Perludem Dukung Bawaslu Diskualifikasi Paslon Petahana

Menurut Titi, Bawaslu berdasar UU Pilkada memang memiliki kewenangan untuk merekomendasikan diskualifikasi terhadap pasangan calon.

POLITIK | 21 Oktober 2020

Bawaslu Rekomendasikan Enam Paslon Petahana Didiskualifikasi

Enam paslon petahana tersebut, dinilai telah melakukan pelanggaran yang tidak boleh dilakukan oleh Undang-undang (UU).

POLITIK | 21 Oktober 2020

Cegah Covid-19, 16.000 Petugas KPPS di Makassar Jalani Rapid Test

Ribuan petugas KPPS tersebut akan menjalani rapid test massal di sejumlah Puskesmas di Kota Makassar mulai tanggal 14 November hingga 20 November mendatang.

POLITIK | 20 Oktober 2020

Puan: Penundaan Pilkada Bisa Perlambat Kinerja Pemda Tangani Covid-19

Ketua DPR Puan Maharani mengatakan bahwa pelaksanaan Pilkada 2020 lebih penting dilaksanakan untuk menguatkan penanganan pandemi Covid-19.

POLITIK | 20 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS