Kampanye Pilkada 2020 Harus Sentuh Aspek Keagamaan
INDEX

BISNIS-27 509.396 (-2.72)   |   COMPOSITE 5822.94 (-12.46)   |   DBX 1088.19 (9.8)   |   I-GRADE 169.852 (-1.35)   |   IDX30 498.88 (-2.76)   |   IDX80 132.065 (-0.41)   |   IDXBUMN20 376.263 (-3.13)   |   IDXG30 135.508 (-0.99)   |   IDXHIDIV20 449.517 (-1.84)   |   IDXQ30 145.713 (-1.14)   |   IDXSMC-COM 252.052 (0.88)   |   IDXSMC-LIQ 309.347 (0.24)   |   IDXV30 130.911 (1.46)   |   INFOBANK15 993.498 (-9.24)   |   Investor33 428.541 (-2.51)   |   ISSI 170.173 (-0.26)   |   JII 616.286 (-0.48)   |   JII70 212.951 (-0.33)   |   KOMPAS100 1185.6 (-4.97)   |   LQ45 921.176 (-4.93)   |   MBX 1613.76 (-6.11)   |   MNC36 320.851 (-1.83)   |   PEFINDO25 318.369 (-4.14)   |   SMInfra18 296.861 (-1.08)   |   SRI-KEHATI 366.856 (-2.5)   |  

Kampanye Pilkada 2020 Harus Sentuh Aspek Keagamaan

Selasa, 27 Oktober 2020 | 18:52 WIB
Oleh : Yeremia Sukoyo / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Tahapan demi tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 telah dilalui. Saat ini, sudah masuk di salah satu tahapan yang sangat penting, yakni masa kampanye. Berdasarkan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 5 Tahun 2020, masa kampanye akan berlangsung mulai 26 September hingga 5 Desember 2020.

Juru Bicara Wakil Presiden (Wapres) Maruf Amin, Masduki Baidlowi, menilai, dalam kegiatan kampanye di Pilkada, calon kepala daerah sebaiknya dapat mengusung program yang juga menyentuh aspek keagamaan.

Menurutnya, proses demokrasi tidak harus selalu diisi kampanye yang berisi program pembangunan semata seperti ekonomi atau infrastruktur, tapi juga pembangunan manusia yang berakhlak, dengan landasan keagamaan.

Salah satu contoh kampanye keagamaan yaitu mengkampanyekan gerakan mengaji selepas magrib dari setiap pasangan calon di Pilkada serentak 2020. Gerakan tersebut diyakini akan dapat mengembalikan kebiasaan positif masyarakat.

"Mengaji tentu saja dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Ajaran agama yang rahmatan lil alamin diajarkan di situ, saat anak-anak mengaji. Bahkan yang lebih senior biasanya setelah Isya masih mengaji kitab yang lebih dalam. Itulah tradisi kita," kata Masduki Baidlowi, di Jakarta, Selasa (27/10/2020).

Menurutnya, adanya gagasan kampanye keagamaan di Pilkada 2020 merupakan sebuah gagasan yang sangat bagus. Mengingat selama ini banyak tradisi keagamaan yang baik telah hilang.

"Mengaji habis maghrib itu tradisi lama, jaman sebelum ada televisi, radio, gadget. Kalau dulu orang setelah maghrib mengaji, sekarang nonton televisi, main HP dan game online, jadi kalau itu mau dihidupkan lagi, saya kira baik sekali, saya sangat mendukung," ucapnya.

Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, KH Cholil Nafis, menilai, gagasan kampanye keagamaan di Pilkada merupakan langkah yang harus didukung semua pihak. Namun demikian, penerapan program tersebut juga harus disesuaikan dengan kondisi masyarakat di masing-masing daerah.

"Saya kira itu program yang baik dan patut didukung, mengaji setelah maghrib sampai Isya itu memang budaya dan tradisi yang harus dilestarikan," ujarnya.

Sebelumnya, Calon Bupati Sumbawa, NTB, Syarafuddin Jarot dan Mokhlis mengusung program Maghrib Mengaji jika terpilih menjadi kepala daerah. Program itu dinilai bisa menjaga nilai-nilai keagamaan dan membangun generasi muda berakhlak mulia di Sumbawa.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Mahfud: Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik Dapat Cegah Korupsi

Mahfud meresmikan Aplikasi Umum SPBE Bidang Kearsipan Dinamis dan Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik.

POLITIK | 27 Oktober 2020

KPU: DPT Pilkada 2020 Capai 100.359.152 Jiwa

KPU mengumumkan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada Pilkada Serentak 2020 sebanyak 100.359.152 jiwa.

POLITIK | 27 Oktober 2020

Barisan Muda PAN Dukung Bobby Nasution di Pilwalkot Medan

Bobby Nasution menyampaikan apresiasi dan berterima kasih atas dukungan Barisan Muda PAN.

POLITIK | 26 Oktober 2020

Airlangga: Golkar Institute untuk Lahirkan Politisi Tangguh

Airlangga Hartarto mengemukakan bahwa pendirian Golkar Institute untuk melahirkan pemimpin yang menjadi politisi tangguh.

POLITIK | 26 Oktober 2020

Penelusuran Kesalahan Teknis UU Suatu Kewajaran

Saat pandemi Covid-19ini, prosedur pembuatan hukum dan lain-lain tidak bisa disamakan dengan situasi biasa.

POLITIK | 26 Oktober 2020

Diapresiasi, Quality Control UU Ciptaker yang Dilakukan Kemsetneg

Apabila tidak ada titik temu dalam suatu pasal atau ayat pada pembicaraan tingkat I, maka diambil keputusan saat tingkat II.

POLITIK | 26 Oktober 2020

Pesan AHY untuk Paslon, Ketua DPD PD Jabar: Utamakan Sopan Santun

Aspirasi dari pemilih pun ikut didengar. Rata-rata masyarakat menginginkan berat murah dan sebagainya.

POLITIK | 26 Oktober 2020

Fokus Urus Covid-19, Ganjar Enggan Komentari Hasil Survei

"Aku tak ngurusi mudik wae, ora indikator (saya mengurusi mudik saja, bukan indikator)" kata Ganjar.

POLITIK | 26 Oktober 2020

Survei Indikator: Elektabilitas Ganjar Kalahkan Prabowo dan Anies

Ganjar Pranowo memiliki elektabilitas 18,7 %, disusul Prabowo Subianto 16,8 % dan Anies Baswedan 14,4 %.

POLITIK | 25 Oktober 2020

Survei: Proses Demokratisasi Mengalami Pelemahan

Dukungan terhadap demokrasi sebagai sistem pemerintahan memang masih tinggi yaitu mencapai 62%.

POLITIK | 25 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS