Bawaslu: Sebulan Kampanye, Tatap Muka Tetap Pilihan Utama
INDEX

BISNIS-27 491.129 (11.99)   |   COMPOSITE 5612.42 (112.33)   |   DBX 1062.36 (4.11)   |   I-GRADE 161.886 (4.37)   |   IDX30 478.794 (12.21)   |   IDX80 126.714 (3.02)   |   IDXBUMN20 355.426 (9.57)   |   IDXG30 131.028 (2.32)   |   IDXHIDIV20 432.126 (9.85)   |   IDXQ30 139.823 (3.69)   |   IDXSMC-COM 243.691 (3.69)   |   IDXSMC-LIQ 294.252 (6.8)   |   IDXV30 122.487 (4.61)   |   INFOBANK15 946.8 (29.41)   |   Investor33 412.464 (10.19)   |   ISSI 165.112 (2.43)   |   JII 597.802 (9.53)   |   JII70 206.187 (3.44)   |   KOMPAS100 1134.88 (27.52)   |   LQ45 883.061 (21.77)   |   MBX 1552.46 (34.83)   |   MNC36 308.511 (7.09)   |   PEFINDO25 308.232 (9)   |   SMInfra18 281.756 (5.87)   |   SRI-KEHATI 352.482 (8.96)   |  

Bawaslu: Sebulan Kampanye, Tatap Muka Tetap Pilihan Utama

Jumat, 30 Oktober 2020 | 16:17 WIB
Oleh : Robertus Wardi / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Kampanye pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020 sudah berjalan satu bulan. Di tengah masa pandemi Covid 19 seperti sekarang, model kampanye yang didorong adalah metode dalam jaringan (Daring) dan kampanye di media sosial (Medsos).

Sayangnya, dua metode kampanye yang terakhir ternyata tidak diminati para pasangan calon (Paslon) yang bertarung. Para Paslon masih menggunakan cara-cara lama yaitu kampanye tatap muka atau pertemuan terbatas.

"Hingga satu bulan tahapan kampanye, jumlah kegiatan kampanye Daring dan Medsos paling sedikit dibandingkan kampanye tatap muka dan pertemuan terbatas, pemasangan alat peraga kampanye, penyebaran bahan kampanye,” kata anggota badan pengawas pemilu (Bawaslu), Fritz Edward Siregar di Jakarta, Jumat (30/10/2020).

Ia menjelaskan kampanye dengan metode tatap muka dan pertemuan terbatas masih menjadi yang paling diminati dan paling banyak dilakukan meski di tengah ancaman penyebaran dan penularan Covid-19. Catatan Bawaslu menyebutkan, pada 10 hari ketiga kampanye, dari tanggal 16 hingga 25 Oktober 2020, pertemuan terbatas dan tatap muka diselenggarakan sebanyak 13.646 kegiatan. Meski jumlahnya menurun dibandingkan pada 10 hari kedua kampanye (5-15 Oktober) yaitu sebanyak 16.468 kegiatan.

"Kontradiksi antara jumlah kampanye melalui metode daring dengan tatap muka menuntut pertimbangan kembali mana yang harus lebih didorong. Pertimbannya adalah apakah memperbanyak kampanye daring atau menguatkan penegakan protokol kesehatan dalam penyelenggaraan kampanye terbuka,” jelas Fritz.

Menurut hasil pengawasan Bawaslu di 270 daerah yang menyelenggarakan pilkada, pada 10 hari ketiga tahapan kampanye, metode Daring mengalami penurunan jumlah dibandingkan 10 hari sebelumnya. Pada periode 16 hingga 25 Oktober 2020, ada sebanyak 80 kegiatan kampanye metode daring, turun dibandingkan pada periode 6 hingga 15 Oktober yaitu sebanyak 98 kegiatan.

"Penurunan jumlah itu menggambarkan, metode ini bukan kegiatan utama yang diprioritaskan oleh tim kampanye dan para Paslon sebagai bentuk aktivitas untuk berkomunikasi dengan pemilih," tegas Fritz.

Dia menyebut pemasangan alat peraga kampanye juga mengalami penurunan walau jumlahnya tidak terlalu signifikan. Pada 10 hari ketiga kampanye, jumlah pemasangan alat peraga kampanye (APK) di 270 daerah yang melaksanakan pilkada ada sebanyak 621 kegiatan, berkurang dibandingkan pada 10 hari kedua kampanye yaitu sebanyak 626 kegiatan.

Dari hasil pengawasan terhadap aktivitas pemasangan APK, Bawaslu menemukan masih ada setidaknya 22 KPU kabupaten/kota yang belum menyerahkan APK yang difasilitasi KPU kepada tim kampanye atau pasangan calon. Kabupaten/kota itu di antaranya terdapat di Provinsi Sumatera Barat, Bengkulu, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Tengah. Alasannya bermacam-macam, mulai dari belum selesainya proses lelang pembuatan APK hingga belum dicetaknya APK.

Data Bawaslu juga menunjukkan penyebaran bahan kampanye mengalami penurunan jumlah. Penyebaran bahan kampanye pada 10 hari ketiga kampanye ada sebanyak 660 kegiatan. Sedangkan pada 10 hari kedua kampanye, ada sebanyak 684 kegiatan penyebaran bahan kampanye di 270 daerah yang menyelenggarakan pilkada.

"Untuk pelanggaran Protokol Kesehatan, Bawaslu menemukan 306 pelanggaran protokol kesehatan pada 10 hari ketiga. Dari pelanggaran tersebut, Bawaslu melayangkan sebanyak 306 peringatan tertulis. Sedangkan sanksi pembubaran kampanye dilakukan terhadap 25 kegiatan," tutup Fritz.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Fahri Hamzah: Bobby Miliki Kelebihan Dibanding Calon Lain

Kepemimpinan pasangan ini akan membawa sejarah baru untuk ke depannya.

POLITIK | 30 Oktober 2020

Anggota Komisi III Minta RUU PKS Segera Disahkan

Anggota Komisi III DPR RI Ary Egahni Ben Bahat berharap RUU PKS segera disahkan karena angka kasus kekerasan perempuan dan anak memprihatinkan.

POLITIK | 30 Oktober 2020

Khofifah Tegaskan Muslimat NU Tak Dukung Paslon di Pilkada

Menurut Khofifah, Muslimat NU bukan partai politik yang bisa digunakan untuk mendukung pasangan calon di Pilkada 2020.

POLITIK | 29 Oktober 2020

Penyelesaian Masalah Papua Dinilai Masih Gunakan Pola Lama

Kondisi saat ini membutuhkan tindakan Presiden Jokowi untuk mengendalikan politik keamanan di Papua.

POLITIK | 29 Oktober 2020

Ini Ternyata Alasan PDIP Dorong Bangun Banyak Patung Bung Karno

Hasto Kristiyanto mengatakan ada alasan sendiri mengapa dibangun patung Sang Proklamator RI Soekarno dibangun di area kantor partai di Yogyakarta.

POLITIK | 28 Oktober 2020

Tepis Tudingan Rezim Jokowi Otoriter, Ini Jawaban Lengkap Hasto

Menurut Hasto Kristiyanto, yang ditindak oleh Pemerintah adalah perilaku yang melanggar hukum seperti merusak fasilitas umum maupun menyebarkan "hoax".

POLITIK | 28 Oktober 2020

Refleksi 28 Oktober, Megawati: Lebih Enak Menyanyi daripada Menyebarkan Kebencian

Menurut Megawati, berpolitik itu tak boleh melakukan sesuatu yang justru merusak diri sendiri.

POLITIK | 28 Oktober 2020

PDIP Tidak Ambil Pusing Hasil Survei

"Bagi PDI Perjuangan, kami diajarkan oleh Ibu Megawati Soekarnoputri, bahwa berpolitik itu bukan memelototi survei," kata Hasto.

POLITIK | 28 Oktober 2020

Ditanya Elektabilitas Puan dan Ganjar Menuju 2024, Ini Jawaban Hasto

Hasto memberikan sinyal bahwa partainya sama sekali belum memikirkan bagaimana pilpres ke depan.

POLITIK | 28 Oktober 2020

Sadar Potensi Di-bully, Ini Pernyataan Lengkap Megawati soal Milenial, Isu PKI, hingga Demo Anarkistis

Saat peresmian sejumlah kantor partai di daerah lewat virtual, Rabu (28/10/2020), Megawati Soekarnoputri menyampaikan segala hal mengenai politik aktual.

POLITIK | 28 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS