Safir Senduk

Pentingnya Merencanakan Keuangan

 Pentingnya Merencanakan Keuangan
Safir Senduk ( Foto: Istimewa )
Lona Olavia / MPA Senin, 7 Oktober 2013 | 13:24 WIB

"Kau datang dan pergi sesuka hatimu." Demikian sepenggal lirik lagu Benci Tapi Rindu yang dinyanyikan Diana Nasution dan dinyanyikan ulang oleh Glenn Fredly. Tampaknya, lirik tersebut oleh sebagian orang dianggap identik seperti uang, setelah gajian lalu habis tak berbekas.

Untuk menyiasati anggapan tersebut jelas diperlukan perencanaan keuangan. Sebab perencanaan keuangan sangat besar pengaruhnya untuk hidup manusia. Hal itu diakui oleh perencana keuangan atau financial planner pertama di Indonesia Safir Senduk. Menurutnya, hidup tak bisa hanya mengalir begitu saja, namun harus disikapi dengan tepat. Hal itu tak lain untuk mengejar apa yang menjadi tujuan hidup kita. Untuk berbagi kisah tentang hidup dan merencanakan keuangan, berikut wawancara dengan pakar perencana keuangan Safir Senduk.

Apa pentingnya membuat perencanaan keuangan?
Perencanaan keuangan itu ibarat peta yang memberikan arahan ke suatu tempat tertentu agar tidak salah jalan. Misalnya, mau ke Bintaro, nah kita mau lewat mana. Itu sama saja seperti perencanaan perjalanan. Kalau mau menyekolahkan anak, kira-kira butuh uang berapa, kalau mau punya bangunan kira-kira seperti apa dan berapa biayanya. Intinya harus punya goal. Karena dari goal itu bisa ketahuan petanya seperti apa. Nah, yang salah adalah orang yang tidak punya goal, tapi langsung saja membuat petanya.

Bagaimana tahap-tahap membuat perencanaan keuangan?
Pertama, tentukan dulu goal-nya seperti apa. Kedua, lihat kondisi kita saat ini. Ketiga, buat perencanaannya.

Siapa saja yang perlu perencanaan keuangan?
Ada dua kategori orang yang butuh, yakni dia punya penghasilan dan punya tabungan meksi tak punya penghasilan. Apabila satu dari dua itu terpenuhi, maka dia butuh perencanaan keuangan. Artinya, semua orang butuh perencanaan keuangan.

Berapa usia yang ideal punya perencanaan keuangan?
Anak kecil yang sudah dapat uang saku, berarti dia butuh perencanaan keuangan juga. Misalnya, si anak mau punya sepeda, nah ibunya bisa membantu dengan mengajak menabung hingga akhirnya bisa beli sepeda dari uang jajannya.

Kapan perencanaan keuangan harus dievaluasi?
Kalau angkanya besar dan untuk jangka panjang maka enam bulan atau setahun sekali. Tapi, kalau kecil dan jangka waktunya pendek maka sebulan sekali.

Apa saja yang dibutuhkan untuk menyusun keuangan?
Penting bagi kita untuk tahu potensi pendapatan dan pengeluaran tiap bulan, aset yang dipunya. Kenali juga karakter kita, karena dari situ bisa mengetahui pilihan investasi yang cocok. Dari situ bisa disusun dan paling penting tahu tujuannya.

Sulit-tidak untuk membuat perencanaan keuangan?
Ketika bikin perencanaan keuangan tidak melulu harus lewat seorang perencana keuangan. Kalau malas bisa sewa jasa profesional. Tapi, kalau mau buat sendiri, bisa belajar lewat seminar-seminar, baca buku dan ikuti tipsnya di audio.

Berapa persen dari gaji yang ideal untuk diinvestasikan?
Yang paling penting, bagi pengeluaran menjadi kelompok prioritas. Semisal 10 persen untuk investasi dan tabungan, 10 persen bayar premi asuransi, 30 persen untuk cicilan utang, dan 50 persen lagi untuk biaya hidup. Kekayaan kita dihitung dari 10 persen yang diinvestasi dan tabungan itu.

Hal-hal apa saja yang perlu diketahui jika kita ingin berinvestasi?
Kita harus kenal dulu alternatif produk investasi. Karena banyak orang dalam hidupnya hanya mengetahui satu tipe investasi, yakni deposito atau properti. Padahal ada investasi saham di pasar modal. Jika, tahu lebih banyak maka kita akan punya lebih banyak pilihan investasi. Lalu. kenali tingkat risiko. Ada yang risiko besar tapi potensi untungnya besar dan sebaliknya. Usia juga menjadi faktor, kalau masih muda ambil yang risiko besar. Tapi, kalau sudah tua jangan ambil yang risikonya besar.

Apa saja alternatif investasi selain emas dan properti?
Reksa dana dan saham di pasar modal juga bagus. Saham fleksibel karena mudah dijual kembali.

Bagaimana, cara membuat uang bekerja untuk kita atau mencapai financial freedom?
Penghasilan yang kita dapat harus diputar. Kekayaan orang itu dilihat dari seberapa banyak uang yang kita putar, bukan hanya seberapa besar penghasilan kita. Nah, cara dapat financial freedom adalah uang yang diputar harus maksimal dan sebaik mungkin.

Terkait asuransi, apabila sudah diberikan oleh perusahaan apakah masih perlu lagi mengambil asuransi?
Sebenarnya penting karena perusahaan biasanya hanya berikan asuransi kesehatan, namun jiwanya tidak. Biaya pengobatan juga sekarang sudah tidak terduga mahalnya.

Anda saat ini sudah memiliki banyak klien, apa saja yang ditanyakan biasanya oleh mereka?
Mereka biasanya tanya bagaimana mengelola keuangan, dana pensiun, dan investasi.