Berburu Makanan Pedas
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Adisti Nirmala

Berburu Makanan Pedas

Sabtu, 11 April 2015 | 09:56 WIB
Oleh : Indah Handayani / AB

Meski sempat membuat dirinya dilarikan ke rumah sakit, Adisti Nirmala mengaku tidak pernah kapok untuk memuaskan selera kulinernya dari makanan pedas. Sampai sekarang, ia selalu berburu jenis makanan tersebut setiap kali ke luar kota maupun liburan akhir pekan bersama keluarga.

"Saya suka makan banget, apalagi yang pedas-pedas. Hampir tiap minggu, kami sekeluarga berburu makanan pedas. Bahkan, kalau ke luar kota, saya langsung berburu makanan pedas," ungkap Adisti di Jakarta, belum lama ini.

Dia mengaku paling menyukai keripik pedas yang sempat menjadi tren beberapa waktu lalu. Bahkan, tak tanggung-tanggung, Adisti menyukai level pedas yang tertinggi (sangat pedas).

Sementara itu, makanan pedas yang paling disukainya adalah Bebek Pedas Ibu Rima dan Nasi Tempong Bali yang berada di Pulau Dewata. Sebab, dua restoran tersebut menyuguhkan sensasi pedas yang luar biasa. "Untuk penyuka pedas, ini patut dicoba," ujar marketing manager GSK Oral Health Care ini.

Adisti mengaku sempat merasakan kesulitan menemukan makanan pedas saat bekerja di Inggris. Saat itu, ia sempat membawa abon cabai (cabai kering yang dihancurkan) dengan level superpedas. Namun, lama kelamaan, dia merasa bosan. Akhirnya, ia berburu cabai di Inggris. Setelah pencarian panjang, ia menemukan cabai rawit yang dijual di toko penyedia kebutuhan makanan Asia dan Timur Tengah. Tak tanggung-tanggung, setiap kali, ia selalu membeli cabai satu kantong besar.

"Walau harganya mahal, tapi tetap dibelain untuk dibeli. Sebab, tanpa cabai, semua makanan rasanya enggak enak, jadi enggak nafsu," ujarnya.

Adisti mengaku tidak jera untuk menyantap makanan pedas meski sempat bermasalah dengan pencernaannya hingga harus dirawat di rumah sakit. Ia menuturkan, sakitnya tersebut setelah diperiksa secara insentif oleh dokter karena ususnya mengalami radang. Sang dokter pun sempat melarangnya untuk mengonsumsi makanan pedas. Namun, rekomendasi tersebut tak sanggup dijalaninya. Menurut dia, menghentikan kebiasaan makanan pedas sama saja merenggut kebahagiaannya.

"Yang ada, saya tambah stres karena enggak bisa makan pedas. Akhirnya, saya minta dokter hanya menguranginya. Soalnya, sulit untuk benar-benar berhenti makan pedas," katanya.

Perjalanan Karier
Sementara itu, meski suka ngeyel dengan saran dokter soal makanan pedas, Adisti justru tidak pernah lepas berkarier di perusahaan yang bergelut di bidang kesehatan. Ia memulai kariernya di Pfizer dengan bergabung di tim marketing. Di tempat kerja tersebut, ia bertahan selama lima tahun. Setelah itu, ia pindah ke Kalbe Nutri dan hanya bertahan selama enam bulan. Hal tersebut terjadi karena jarak tempuh antara kantor dan rumahnya yang sangat jauh, sehingga berdampak buruk pada kurangnya waktu kebersamaan dengan keluarga.

Akhirnya, Adisti bergabung dengan Reckitt Benckiser. Di perusahaan tersebut, ia bertahan selama empat tahun dan dipercaya untuk memegang sebuah merek (brand) baru. Brand tersebut akhirnya berhasil dikenal di pasaran, sehingga mencetak angka penjualan yang fantastis.

Dipandang sukses membawahi sebuah brand, Reckitt Benckiser mengirimkan dan mempromosikannya untuk berkarier lebih tinggi lagi di Inggris pada bagian marketing. Sayangnya, posisi tersebut hanya dipegangnya selama sembilan bulan. Setelah itu, ia memutuskan untuk kembali ke Indonesia.

"Saya kembali ke Indonesia karena ingin menemani mama yang sakit untuk berobat. Sampai akhirnya, mama dipanggil Tuhan. Namun, saya tidak pernah menyesal meninggalkan posisi tersebut untuk mama, karena pada masa akhir hidupnya, saya bisa bersamanya," ujar dia.

Satu bulan setelah kepergian sang bunda, ia memilih untuk bergabung dengan GSK untuk menempati posisinya saat ini, marketing manager. Adisti mengaku saat ini sedang sangat menikmati posisi jabatannya tersebut. Karena, posisinya sekarang merupakan impiannya sejak lama setelah melanglang buana di dunia marketing, khususnya di industri kesehatan. "Saya senang bekerja di sebuah industri yang bisa memberikan dampak positif bagi kehidupan orang lain, terutama kesehatan," pungkasnya.

Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Investor Daily

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Astronaut Wanita Arab Pertama yang Meraih Mimpi Masa Kecil

Nora Al-Matrooshi mungkin tak mengenal Soekarno. Tapi ujaran motivasi Soekarno itu bukan lagi mimpi setelah dia menjadi astronaut wanita Arab

FIGUR | 9 Juli 2021

Penyelamat Trenggiling Diganjar Hadiah Lingkungan Hidup

Direktur organisasi amal, Save Vietnam Wildlife (SVW) ini dikagumi banyak orang karena menyelamatkan ribuan trenggiling.

FIGUR | 17 Juni 2021

Kembangkan Obat Berbahan Baku Alam Indonesia

Raymond Tjandrawinata terus mengembangkan obat dari bahan baku alam Indonesia yang teruji klinis.

FIGUR | 2 Juni 2021

Entrepreneur Harus Mampu Lihat Peluang dan Melek Teknologi

Salah satu kunci sukses usaha bisa bertahan di tengah pandemi adalah harus pintar berinovasi dan mendengarkan keinginan konsumen.

FIGUR | 24 April 2021

Perajin Tas Etnik Lungsin Menanti Sambutan Pasar Global

Berkreasi sambil bereksplorasi kreatif, Aulia berharap produk tas etnik Lungsin disambut pasar global.

FIGUR | 24 Maret 2021

Sukses Raup Rp 1 Miliar Sebagai Content Creator

Septian Bramandita, content creator dengan akun @bisnisbarengbram ini memiliki lebih dari 240.000 pengikut di akun instagramnya.

FIGUR | 24 Februari 2021

Belajar dari Kegagalan

Melawan arus kehidupan bukan hal baru bagi Kresna Bayu, pemilik dan Founder Hodwitch, merek fesyen untuk kaos dan hoddie.

FIGUR | 23 Februari 2021

Psikolog Tuli Pertama di Indonesia

Dia berharap tidak ada diskriminasi di perguruan tinggi untuk mahasiswa berkebutuhan khusus.

FIGUR | 12 Februari 2021

Influencer yang Meraup Sukses dari Bisnis Kecantikan

Ia memasarkannya melalui akun media sosial yang ia miliki di Instagram dan TikTok.

FIGUR | 28 Januari 2021

Awalnya Diragukan, Kini Genose Jadi Andalan Deteksi Covid-19 Cepat dan Terjangkau

Saat akan melakukan uji klinis alat, Kuwat dan tim sempat mendapat penolakan dari sejumlah rumah sakit (RS) di Jawa Tengah.

FIGUR | 28 Desember 2020


TAG POPULER

# Kasus Aktif Covid-19


# Azis Syamsuddin


# Timnas Brasil


# Kripto


# Pembakaran Mimbar Masjid



TERKINI
Dua Film Indonesia Ramaikan Beijing International Film Festival 2021

Dua Film Indonesia Ramaikan Beijing International Film Festival 2021

HIBURAN | 2 jam yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings